Dalam pandangan TCM, musim semi adalah masa kebangkitan energi vital (yang), sehingga manusia harus menyesuaikan diri dengan perubahan musim, melalui diet untuk memelihara energi vital agar tubuh tetap sehat. Prinsip umum diet kesehatan adalah: 1. Pilih makanan berkalori tinggi dalam makanan pokok; 2. Pastikan protein berkualitas tinggi yang cukup; 3. Pastikan vitamin yang cukup. Makanan berkalori tinggi merujuk pada makanan tambahan selain beras dan biji-bijian, seperti kacang-kacangan, kacang tanah, yang mengandung kalori lebih tinggi. Protein berkualitas tinggi mencakup susu, telur, ikan, daging unggas, daging sapi dan domba tanpa lemak. Sayuran dan buah-buahan mengandung vitamin tinggi, seperti tomat dan paprika hijau yang kaya akan vitamin C, merupakan zat penting untuk memperkuat tubuh dan menahan penyakit. Perawatan diet musim semi dapat dibagi menjadi tiga periode. Awal musim semi, yaitu masa pergantian antara musim dingin dan musim semi, suhu masih dingin, tubuh menghabiskan lebih banyak kalori, sehingga sebaiknya makan makanan yang cenderung hangat. Prinsip diet: pilih makanan pokok berkalori tinggi dan pastikan asupan protein cukup. Selain beras dan biji-bijian, bisa ditambahkan kacang-kacangan, kacang tanah, produk susu, dll. Contoh sarapan: susu 1 botol (sekitar 250 ml), makanan pokok 100 gram, lauk pendamping secukupnya. Makan siang: makanan pokok 150 gram, daging sapi/domba/ayam tanpa lemak (atau produk kedelai) 50 gram, sayuran 200 gram, sup telur atau sup daging secukupnya. Makan malam: makanan pokok 100 gram, protein hewani atau produk kedelai 50 gram, sayuran 200 gram, bubur kedelai 1 mangkuk. Musim semi pertengahan, yaitu masa perubahan cuaca yang signifikan, suhu naik-turun drastis, bisa mengikuti prinsip diet awal musim semi. Saat suhu tinggi, bisa menambah konsumsi sayuran dan mengurangi konsumsi daging. Musim semi akhir, yaitu masa pergantian antara musim semi dan musim panas, suhu cenderung hangat, sehingga sebaiknya makan makanan yang ringan. Prinsip diet: pilih makanan ringan dan pastikan asupan vitamin cukup, misalnya menambahkan lebih banyak sayuran. Contoh sarapan: kedelai susu 250 ml, makanan pokok 100 gram, lauk pendamping secukupnya. Makan siang: makanan pokok 150 gram, protein hewani atau produk kedelai 50 gram, sayuran 250 gram, sup sayuran secukupnya. Makan malam: makanan pokok 100 gram, sayuran 200 gram, bubur beras 1 mangkuk. Setiap hari selain tiga kali makan utama, sebaiknya makan lebih banyak buah-buahan seperti ceri, karena vitamin dan mineral dalam buah-buahan bermanfaat untuk memperkuat tubuh. Perlu dihindari makanan mentah, berminyak, dan berlemak saat musim semi. Ilmu tradisional percaya bahwa musim semi adalah masa keaktifan energi hati, konsumsi makanan asam berlebihan dapat membuat energi hati terlalu aktif dan merusak limpa, sehingga sebaiknya menghindari makanan asam.
|