Mengapa Minum Teh Bisa Mencegah Kanker? Minum teh dapat mencegah kanker, hal ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah dan praktik kehidupan. Penelitian terhadap orang tua yang hidup panjang menunjukkan bahwa banyak dari mereka memiliki kebiasaan minum teh; berbagai survei membuktikan bahwa orang yang minum teh memiliki risiko lebih rendah terkena tumor dibandingkan yang tidak minum teh. Mengapa minum teh bisa mencegah kanker? Para ilmuwan dan dokter dari berbagai negara sedang melakukan penelitian, dan saat ini sudah cukup jelas bahwa komponen aktif dalam teh yang memiliki efek anti kanker terutama adalah polifenol yang sangat melimpah dalam teh. Polifenol ini dapat menghambat pembentukan zat karsinogenik tertentu. Bukti penelitian telah menegaskan bahwa senyawa nitrosamin memiliki efek karsinogenik yang kuat. Baru-baru ini, ilmuwan Tiongkok menemukan bahwa Longjing dari Jiangsu, Xinyang Maojian, dan semua teh hijau dapat menghambat pembentukan nitromethane. Peneliti dari Akademi Ilmu Kedokteran Pencegahan Tiongkok melakukan eksperimen pada tikus, enam kelompok tikus diberi zat karsinogenik nitrosamin secara bersamaan; lima kelompok diberi berbagai jenis air teh. Hasilnya, tikus yang diberi air teh memiliki tingkat tumor esofagus 42%-62%, sedangkan tikus yang tidak diberi air teh memiliki tingkat infeksi mencapai 92%. Eksperimen ini menunjukkan bahwa air teh dapat menghambat pembentukan senyawa nitrosamin dalam tubuh tikus dan menekan efek karsinogeniknya. Para ahli teh dan dokter percaya bahwa kemampuan teh menghambat pembentukan zat karsinogenik dan menekan zat promotor kanker mungkin disebabkan oleh efek sinergis dari berbagai komponen aktif dalam teh, termasuk polifenol, vitamin C, vitamin E, lipopolisakarida, unsur mikro seperti seng dan selenium. Komponen utamanya adalah berbagai galatani dalam polifenol. Pada awal tahun 1997, majalah Nature Inggris melaporkan bahwa sebuah tim penelitian dari Ohio Medical College Amerika menemukan bahwa teh hijau mengandung sejumlah besar senyawa bernama EGCG, yang dapat menghambat enzim yang mendorong pertumbuhan sel kanker, sehingga enzim ini tidak dapat menyerang sel normal, sehingga mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Mereka juga menemukan bahwa senyawa ini rusak selama proses pengolahan teh hitam.
|