Makan ayam dapat meningkatkan daya tahan tubuh, pendapat ini telah dibuktikan dalam seminar internasional tentang nutrisi peptida bioaktif dan kesehatan yang baru-baru ini diadakan di Shanghai. Laporan terbaru yang dipresentasikan dalam seminar tersebut menunjukkan bahwa ayam dan ekstraknya memiliki efek signifikan dalam meningkatkan fungsi imun, sesuai dengan teori gizi modern dan konsep tradisional Tiongkok. Dalam teori TCM, ayam memiliki fungsi menghangatkan tengah tubuh, memperkuat energi vital, memperkaya sumsum tulang, memperkuat lima organ utama, serta mengobati kelemahan fisik seperti lemas dan pusing. Bagi pria, gejala seperti buang air kecil sering, tuli, sperma sedikit dan dingin yang disebabkan oleh kekurangan zat esensial ginjal dapat dikurangi dengan mengonsumsi ayam. Dalam ilmu gizi modern, ada perbedaan antara "daging merah" dan "daging putih": daging merah mencakup babi, sapi, domba; daging putih mencakup unggas dan laut, yang nilai gizinya lebih tinggi daripada daging merah. Ayam adalah contoh utama dari daging putih, efek peningkatan imunitas terutama terletak pada kandungan taurin. Taurin dapat meningkatkan fungsi pencernaan, berfungsi sebagai antioksidan dan detoksifikasi ringan. Di samping itu, taurin sangat bermanfaat dalam memperbaiki fungsi jantung dan otak, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak-anak. Terutama pada ayam hitam dan ayam hutan, kadar taurin lebih tinggi, sehingga efek pemulihan tubuh lebih kuat dibanding ayam biasa. Di samping itu, komposisi nutrisi daging ayam berbeda-beda tergantung bagian tubuhnya. Daging dada ayam memiliki kadar lemak rendah dan kaya vitamin, seperti vitamin B dan nikotinamida, yang membantu menurunkan kolesterol. Sayap ayam mengandung lebih banyak lemak, sehingga orang yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya menghindarinya. Secara umum, ayam tua memiliki kadar lemak lebih tinggi daripada ayam muda. Hati ayam mengandung kolesterol sangat tinggi, hampir setara dengan hati babi, sehingga orang dengan kolesterol tinggi sebaiknya tidak mengonsumsinya terlalu sering. Karena ayam memiliki efek pemulihan yang kuat, orang kantoran modern yang sibuk dan sering dalam kondisi suboptimal sebaiknya makan lebih banyak ayam untuk meningkatkan imunitas dan mengurangi risiko penyakit. Namun, tidak semua orang cocok mengonsumsi ayam untuk tujuan pemulihan. Protein tinggi dalam ayam dapat membebani ginjal, sehingga orang dengan gangguan ginjal sebaiknya menghindarinya, terutama penderita uremia harus benar-benar tidak mengonsumsinya.
|