Menggabungkan berbagai pengetahuan dari psikologi komprehensif dan kedokteran jiwa, diberikan sepuluh saran berikut bagi mereka yang merasa terganggu oleh tidur. Saran-saran ini hanya cocok untuk penderita insomnia ringan umum. Jika insomnia parah disebabkan oleh penyakit atau gangguan tidur kronis, sebaiknya mendapatkan diagnosis dan pengobatan lebih lanjut dari dokter. 1. Pertama-tama bangun kepercayaan diri. Jangan terlalu cemas terhadap pengalaman insomnia yang sesekali muncul dalam kehidupan, percayalah bahwa tubuh Anda akan secara alami menyesuaikan diri; elastisitas tubuh dan pikiran manusia sangat besar, satu atau dua malam tidak tidur tidak akan menyebabkan masalah. Setelah mengalami insomnia, jika tidak cemas tentang rasa sakit insomnia, maka akan tertidur dengan sendirinya saat merasa mengantuk. Semakin cemas tentang kemungkinan insomnia kembali, semakin sulit tidur di malam hari. 2. Atur kehidupan secara teratur. Cara paling efektif untuk menghindari insomnia adalah menjadwalkan aktivitas harian secara rutin, membiasakan diri tidur dan bangun pada waktu tetap, sehingga membangun jam biologis sendiri. Jika terpaksa terlambat tidur karena keperluan, tetap bangun tepat waktu di pagi hari; hindari tidur larut di akhir pekan atau liburan. Tidur tidak bisa disimpan. Tidur lebih lama tidak berguna. 3. Lakukan olahraga secukupnya. Luangkan waktu 30 menit hingga satu jam setiap hari untuk olahraga agar seluruh organ tubuh tetap lentur, namun hindari olahraga keras sebelum tidur. Ada orang yang ingin lelahkan tubuh dengan olahraga keras sebelum tidur agar mudah tertidur—ini salah. 4. Rilekskan pikiran sebelum tidur. Hindari pekerjaan mental atau fisik berat dalam waktu 30 menit sebelum tidur. Bahkan jika besok harus mengikuti ujian, jangan bawa masalah yang masih dipikirkan ke tempat tidur. Dengarkan musik lembut sebelum tidur dapat membantu tidur nyenyak. 5. Siapkan kamar tidur yang tenang. Usahakan kamar tidur terisolasi dari suara bising, serta biasakan matikan lampu saat tidur. 6. Sederhanakan tempat tidur. Biasakan tempat tidur hanya digunakan untuk tidur, jangan membaca buku di tempat tidur, jangan berbicara telepon di tempat tidur, jangan menonton TV di tempat tidur. Karena melakukan aktivitas lain di tempat tidur sering kali merusak kebiasaan tidur teratur. 7. Konsumsi makanan sebelum tidur secukupnya. Jika perlu, boleh mengonsumsi susu, roti, atau biskuit secara moderat sebelum tidur. Makan terlalu banyak tidak baik untuk tidur; minuman seperti kopi, cola, teh yang bersifat stimulan justru sangat buruk bagi tidur. 8. Minum alkohol tidak baik untuk tidur. Banyak orang salah paham dan mengira minum alkohol membantu tidur. Memang benar, setelah minum alkohol mudah tertidur, tetapi tidur yang dipicu alkohol tidak tahan lama. Saat efek alkohol hilang, mudah terbangun, dan setelah bangun sulit tidur kembali. Selain itu, peminum alkohol berlebihan rentan mengalami insomnia yang lebih parah. 9. Hindari obat tidur. Penderita insomnia harus benar-benar menghindari pembelian obat tidur tanpa resep dokter. Bahkan jika besok ada ujian besar, kurang tidur satu malam tidak akan memengaruhi hasil. Obat tidur meski membuat orang tertidur, tetapi efek sampingnya di hari berikutnya justru merugikan kesehatan fisik dan mental. 10. Tindakan jika gagal. Jika saran di atas tidak berhasil, tetap pertahankan kebiasaan tidur pada waktu tetap. Jika benar-benar tidak bisa tidur, segera bangun dan lakukan aktivitas paling tidak melelahkan. Hindari kelelahan berlebihan. Jika mencoba membuat diri lelah agar tertidur, hasilnya justru bertentangan.
|