Gejala khas depresi adalah penurunan aktivitas kognitif, suasana hati rendah, dan berkurangnya gerakan. Namun, depresi sebagai kelompok penyakit yang luas memiliki banyak bentuk dan jenis klinis lainnya. Depresi agitasi adalah salah satunya. Jika kita membandingkan depresi 1 sebagai lukisan minyak, maka "suasana hati rendah" sebagai gejala dasar depresi adalah warna latar yang suram. Di atas latar suram ini terlihat berbagai gambaran yang berbeda. Depresi agitasi tidak memiliki supresi kognitif khas, bicara tidak berkurang secara jelas, tidak terdengar lesu, perilaku dan gerakan tidak selalu kaku dan lambat. Salah satu ciri khasnya adalah mudah marah, bahkan hal kecil bisa membuat amarah meledak, merasa segala sesuatu tidak sesuai keinginan. Orang yang biasanya tenang terasa seperti berubah menjadi orang lain, kadang tidak dipahami oleh rekan kerja atau keluarga, menyebabkan konflik hubungan sosial. Mengapa marah terkait dengan depresi? Jika dianalisis secara cermat, kita akan menemukan bahwa mudah marah dan mudah terstimulasi adalah bentuk pelepasan rasa sakit dan tertekan, kadang merupakan panggilan minta tolong. Intinya tetap merupakan suasana hati rendah, sekaligus mencerminkan ketidakpuasan pasien terhadap realitas dan keinginan untuk melepaskan diri, kadang juga merupakan pelindung terhadap suasana hati depresi. Jika kita bisa berbicara dengan tenang dan perlahan kepada pasien, kita akan menemukan bahwa hatinya penuh penderitaan, "warna dasar" emosionalnya suram, dan warna ini memengaruhi setiap "gambaran" aktivitas mental—psikis. Biasanya disertai gejala lain seperti gangguan fungsi sistem saraf otonom, penurunan nafsu makan, gangguan tidur, penurunan fungsi seksual, kelelahan, dan gejala umum depresi lainnya. Dokter klinis dan pasien sendiri harus waspada mengenali hal ini, terutama keluarga pasien, jangan langsung menganggapnya hanya masalah "emosi". Jika "marah" berlangsung terlalu lama, melebihi batas normal, tidak sesuai dengan pola perilaku pasien sebelumnya, dan tidak dapat dijelaskan dengan logika biasa, perlu dipertimbangkan kemungkinan depresi agitasi.
|