Mengapa sudah tidur tapi bilang "belum tidur"? Selain sulit tidur dan terbangun lebih awal, insomnia juga mencakup kurangnya persepsi tidur. Namun, dalam semua bentuk insomnia, faktor psikologis memengaruhi tidur, biasanya karena peristiwa kehidupan tertentu memicu respons stres. Peristiwa yang sama memberi dampak berbeda pada orang berbeda, dan dalam proses menyebabkan insomnia, kelemahan kepribadian berperan penting. Konflik psikologis dapat menyebabkan kecemasan, dan setelah mengalami penderitaan insomnia, terbentuk pola pikir yang tetap, sehingga persepsi kurang tidur terjadi. Pernyataan penderita insomnia tentang waktu tidur yang hilang tidak sesuai dengan catatan objektif alat. Ketika dipanggil saat rekaman EEG menunjukkan mereka telah memasuki tahap tidur gelombang lambat (tidur dalam), jawaban mereka tetap "tidak pernah tidur", atau waktu tidur jauh lebih pendek dari catatan. Sementara itu, orang normal yang tidur normal melaporkan waktu tidur yang sesuai dengan catatan. Perbedaan hasil ini berkaitan dengan keadaan emosional sebelum tidur. Sebelum tidur, penderita insomnia sering merasa takut terhadap insomnia, membuat penilaian yang salah terhadap waktu tidur yang telah dilalui atau mengalami pengalaman yang keliru, terutama karena waktu yang dihabiskan sebelum tidur dan fase tidur ringan jauh lebih lama dibandingkan orang normal—ini adalah alasan mengapa mereka selalu merasa "tidak pernah tidur".
|