Mr. Hu, usia lima puluhan, biasanya mudah khawatir tentang hal kecil, orang yang mudah tegang dan cemas, kualitas tidur sehari-hari tidak baik. Beberapa tahun terakhir, kondisi ekonomi buruk, bisnis tidak lancar, membuatnya sangat cemas. Di siang hari bekerja, selalu khawatir pekerjaan tidak selesai, otot tegang, sehingga lelah total; di malam hari pulang ke rumah, masih terus menelepon urusan; di malam hari, akhirnya bisa istirahat, tapi pikirannya terus memikirkan hari ini, merencanakan besok, gelisah, tidur-tiduran, sering terbangun, banyak mimpi. Untuk mendapatkan tidur yang cukup, ia mulai mengonsumsi obat tidur. Awalnya satu tablet sudah efektif, dua tahun kemudian, kini tiga tablet hanya memberi tidur dangkal. Mr. Hu adalah contoh klasik insomnia kronis. Penyebab Insomnia Sebenarnya, penyebab insomnia sangat beragam, secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut: ◎ Insomnia karena melanggar ritme fisiologis: seperti bekerja shift malam/hari; atau bepergian ke luar negeri melewati berbagai lintang; kadang emosi sangat tinggi, tertawa bahagia sampai tidak bisa tidur, tetapi biasanya bersifat sementara. ◎ Trauma akibat kejadian besar: seperti kematian kerabat, perceraian pasangan, kecelakaan, pengangguran, tutupnya perusahaan, fluktuasi saham, atau gempa bumi terbaru, menyebabkan ketidakstabilan emosional, kehilangan, ketakutan, tidak bisa tenang dalam waktu lama, sehingga tidak bisa tidur nyenyak, tetapi biasanya pulih dalam satu atau dua bulan, merupakan insomnia jangka pendek, meski ada yang berubah menjadi kronis. ◎ Insomnia primer: pasien ini tidak memiliki penyakit internal atau gangguan jiwa khusus, biasanya orang yang mudah cemas, mudah tegang, kualitas tidur sehari-hari tidak baik, saat menghadapi tekanan besar atau beban mental yang meningkat, maka semakin sulit tidur, lama-lama menjadi insomnia kronis, bahkan setelah tekanan hilang, tidur nyenyak tidak kembali, Mr. Hu termasuk tipe ini, meski ada beberapa pasien insomnia primer yang tidak bisa menemukan penyebab apa pun. ◎ Gangguan jiwa: pasien depresi sering disertai insomnia, ciri khasnya bangun lebih awal, pukul dua atau tiga pagi, tidak bisa kembali tidur. Pasien manik memiliki niat tidak tidur di malam hari, energi tak terbatas, telepon teman di tengah malam, aktif terus, keluar terus, kadang halusinasi, berkomunikasi dengan roh, tidak bisa tenang tidur. Pasien dengan gangguan kecemasan umum, gangguan panik, skizofrenia, juga sering tidak bisa tidur. ◎ Penyakit internal: radang sendi dan berbagai nyeri dapat menyebabkan pasien tidak bisa tidur di malam hari; pasien gagal jantung, saat berbaring tidur, sesak napas menjadi lebih parah, sehingga harus duduk tidur, memengaruhi kualitas tidur; penyakit tiroid, penyakit paru, uremia, juga bisa menyebabkan insomnia. ◎ Menopause wanita: wanita saat menopause mengalami gejala seperti keringat malam, panas tubuh, insomnia, dll. Beberapa wanita dengan sindrom pramenstruasi mengalami kecemasan, ketidaknyamanan, nyeri, bahkan insomnia. ◎ Obat-obatan: obat seperti kortikosteroid (obat Amerika), beberapa orang mengalami insomnia meski dosis kecil, dosis besar menyebabkan gangguan mental. Obat asma seperti agen dilatasi bronkus membuat detak jantung cepat, merangsang sistem saraf, sehingga sulit tidur. Narkoba seperti ganja, heroin, amfetamin, memengaruhi neurotransmiter otak, merangsang pusat saraf, menyebabkan insomnia dan halusinasi. ◎ Minuman stimulan: teh, kopi, dan minuman stimulan lainnya mengganggu tidur normal. Alkohol, meski awalnya membantu tidur, namun jika dikonsumsi terus-menerus seperti mengonsumsi obat tidur, akan kecanduan, lama-kelamaan memengaruhi tidur normal. Alkohol cepat termetabolisme, efek tidur menghilang di pertengahan malam, ditambah efek samping seperti sakit kepala, berkeringat, jantung berdebar, membuat pasien lebih menderita. ◎ Akibat medis: dokter memberi obat tidur atau pasien mengonsumsi sendiri, lama-lama menjadi kebiasaan, akhirnya obat tidur tidak lagi efektif, sehingga harus tidur tanpa obat setiap malam. ◎ Gangguan siklus tidur-bangun: manusia setelah bekerja sehari penuh, pada malam hari secara bertahap masuk ke alam mimpi, setelah tidur 6–9 jam, bangun saat matahari terbit, begitu seterusnya, inilah siklus tidur-bangun manusia, yang berdurasi satu hari, disebut “ritme harian”. Namun, ada yang ritme harian tertunda, sehingga baru tidur pukul tiga atau empat pagi, baru bangun siang hari. Pasien seperti ini jika menentukan jadwal sendiri tidak mengalami insomnia, tetapi tidak cocok dengan pola masyarakat umum, tetap perlu dikoreksi. Inilah berbagai penyebab insomnia. Kita harus menganalisis secara teliti, mencari dokter yang tepat, minum obat yang benar, agar bisa menyelesaikan masalah insomnia. Jika hanya terus mengandalkan obat tidur, risiko kondisi akan semakin memburuk. Pengobatan Insomnia Di Taiwan, sepertiga orang berusia 60 tahun ke atas mengalami gangguan tidur; karena ritme hidup semakin cepat dan tekanan kerja meningkat, jumlah anak muda yang datang berobat karena insomnia juga semakin banyak. Perkiraan konservatif, jumlah orang dengan insomnia di Taiwan mencapai lebih dari satu juta. Insomnia membuat seseorang tidak bahagia, daya konsentrasi menurun, sangat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Oleh karena itu, pengobatan insomnia merupakan isu penting dalam masyarakat modern. ◎ Pengobatan obat: mengapa obat tidur menjadi tidak efektif? Sejak 1960-an, obat tidur benzodiazepin digunakan, karena keamanannya tinggi, cepat menggantikan obat barbiturat. Obat ini terutama berikatan dengan reseptor sel saraf otak, sehingga menekan aktivitas otak, menghasilkan efek sedatif, tidur nyenyak, relaksasi otot, dan anti-kejang. Awalnya efeknya sangat baik, tetapi otak sangat cerdas, ia ingat obat tidur yang pernah masuk, ketika digunakan terus-menerus selama bertahun-tahun, akhirnya semua reseptor sel saraf terisi penuh, obat tidur menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, penggunaan jangka panjang memiliki kelemahan berikut: a. toleransi dan kecanduan, muncul sekitar dua minggu, sehingga harus terus meningkatkan dosis, akhirnya bahkan dosis besar pun tidak efektif. b. tidak bisa tidur nyenyak, pasien sering mengeluh tidak cukup tidur. c. lupa, suasana hati rendah, karena obat tidur secara dasar menekan aktivitas otak untuk masuk tidur, sehingga juga menekan aktivitas otak lainnya, menyebabkan lupa, kurang fokus, lemah, suasana hati rendah. Antidepresan, beberapa antidepresan tradisional dan obat mirtazapine memiliki efek membantu tidur yang kuat, dapat digunakan pada pasien insomnia, terutama karena pasien insomnia sering disertai kecemasan dan depresi, penggunaannya dapat mengatasi kedua kondisi sekaligus, seperti membidik dua sasaran sekaligus, dan tidak ada masalah toleransi maupun kecanduan, inilah yang saya anjurkan, tetapi harus sangat hati-hati dalam penggunaan agar tidak timbul efek samping. Obat lain seperti antihistamin atau obat penenang juga memiliki efek membantu tidur, dapat digunakan pada pasien insomnia ringan, atau dikombinasikan dengan obat tidur lain. ◎ Dalam kehidupan sehari-hari, patuhi hal-hal berikut untuk membantu perbaikan tidur: a. Jadwal hidup harus teratur, biasakan tidur pada waktu yang sama setiap hari. b. Lakukan olahraga teratur setiap hari, minimal empat kali seminggu, masing-masing minimal 30 menit. c. Hindari tidur di lingkungan bising, bagi penderita gangguan tidur, suara bising tidak bisa ditoleransi, suara bising akan menghilangkan kesempatan tidur nyenyak. d. Lingkungan yang terlalu dingin atau terlalu panas akan mengganggu proses tidur. e. Hindari alkohol, kopi, teh, makanan besar sebelum tidur. f. Hindari menonton film, acara TV, atau membaca koran yang menegangkan sebelum tidur, seperti kasus pembunuhan, penculikan, yang dapat menciptakan ketidaknyamanan psikologis dan mengganggu tidur. g. Jika sudah gelisah selama beberapa menit tanpa bisa tidur, lebih baik bangun dan melakukan aktivitas ringan, karena terus berbaring hanya akan membuat Anda semakin tegang dan sulit tidur. Di kota modern, setelah malam tiba, banyak orang seharusnya tidur tapi tidak bisa, mereka gelisah berputar-putar, lama tidak bisa tidur, pikiran terus memikirkan masa lalu, masa kini, masa depan, ada kesedihan, kemarahan, kecemasan, ketakutan... semakin tidak ingin memikirkan, semakin terus menghantui. Insomnia sangat mengganggu, orang yang tidak mengalami insomnia tidak tahu betapa pedihnya penderita insomnia. Di malam-malam yang panjang, penderita insomnia sangat mengharapkan malam yang nyenyak, tenang, damai. Insomnia bukan hanya faktor psikologis, melainkan melibatkan perubahan hormon kompleks di otak, sangat kompleks dan beragam. Penyesuaian fisiologis dan psikologis pasien sangat penting, penggunaan obat harus berkonsultasi dengan dokter, jangan takut mengungkapkan penyakit, jika tidak, kondisi akan semakin memburuk.
|