Sulit tidur, gelisah berputar-putar di tempat tidur... Bagi masyarakat modern, insomnia telah menjadi fenomena umum. Meskipun insomnia bukan penyakit serius, gangguan seperti lesu, mengantuk, depresi, mudah marah, dan suasana hati buruk membuat penderita insomnia merasa sangat menderita. Menurut penelitian luar negeri, sekitar seperempat hingga lebih dari separuh populasi mengalami masalah tidur, dengan kesulitan tidur pada awalnya paling tinggi, disusul oleh gangguan tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur terlalu lama. Dalam riwayat survei jumlah orang dengan insomnia di negara maju, Jepang memiliki angka terendah sekitar 20%, sedangkan Amerika Serikat mencapai 56%. Kini, karena tekanan kerja dan gaya hidup, jumlah orang dengan insomnia di China juga meningkat setiap tahun. Mengapa manusia mengalami sulit tidur? Penyebabnya bermacam-macam, tetapi yang paling umum berkaitan dengan gangguan saraf, seperti kecemasan, depresi, serta minum kopi atau alkohol sebelum tidur. Selain itu, kebiasaan tidur yang buruk dan ketegangan mental secara rutin juga merupakan faktor penyebab insomnia. Setelah memahami penyebab sulit tidur, baru bisa mengetahui cara perbaikan yang tepat. Secara umum, termasuk membangun kebersihan tidur pribadi, belajar teknik relaksasi, serta menggunakan trik kecil membantu tidur. Kebiasaan tidur buruk adalah faktor utama insomnia kronis, dan kebiasaan ini bisa jadi hasil dari stres kerja atau sisa-sisa penyakit. Namun, kebiasaan yang tampaknya "tidak terlalu berdampak" justru secara diam-diam merusak tidur di malam hari. Mengidentifikasi dan memperbaiki kebiasaan buruk ini—yang dikenal oleh dokter saraf sebagai pembentukan kebersihan tidur—dapat memberikan efek luar biasa. Berikut adalah 10 jenis kebiasaan tidur buruk yang umum: · Tipe “Memotong Kaki untuk Sepatu” — Setiap orang memiliki jam biologis tidur sendiri. Banyak orang percaya bahwa jika tidak tidur selama 8 jam, kesehatan akan terganggu, sehingga mereka memaksakan diri untuk tidur. Padahal, semakin lama berbaring, semakin buruk kualitas tidurnya. · Tipe “Cemas tentang Negara dan Rakyat” — Ada yang suka memikirkan hal-hal di malam hari, bahkan merancang rencana besok. Terlalu larut dalam pikiran di tempat tidur pasti menyebabkan sulit tidur. · Tipe “Tidak Berani Melangkah Maju” — Setelah mengalami insomnia sekali, seseorang tidak percaya lagi bisa tidur nyenyak. Begitu hari mulai gelap, mulai cemas dan takut. Padahal, tidur adalah kebutuhan fisiologis normal; saatnya tidur, harus tidur. Semakin cemas, semakin sulit tidur. · Tipe “Memanfaatkan Setiap Ruang” — Tidur seperti makan atau buang air besar, memerlukan ruang yang independen dan nyaman. Membaca buku, makan, ngobrol telepon, menonton TV di tempat tidur, akan menciptakan suasana “tidak ingin tidur”. · Tipe “Pembayaran Bertahap” — Untuk mencapai durasi tidur yang cukup, beberapa orang memilih “membayar bertahap”, tidak tidur di malam hari, tapi tidur siang. Walaupun secara total waktu tidur cukup, struktur tidur menjadi sangat terpotong-potong. · Tipe “Menghitung Setiap Detik” — Orang yang sulit tidur di tengah malam, biasanya langsung bangun dan melihat jam, melihat waktu. Hasilnya, setiap detik berlalu, semakin sulit tidur. · Tipe “Tidak Bergerak” — Tidur untuk istirahat, jika aktivitas siang hari kurang, kebutuhan tidur pun rendah. Hanya menerima tanpa memberi, akibatnya tidak bisa tidur. Bagi masyarakat modern, penurunan aktivitas sering menjadi penyebab gangguan tidur. · Tipe “Suka Minum Alkohol” — Penggunaan zat stimulan akan merusak struktur tidur. Kopi, teh, rokok harus dihindari. Sedikit alkohol dapat membantu tidur, tetapi justru merusak struktur tidur, jadi sebaiknya juga dihindari. · Tipe “Menuruti Hati” — Jam biologis kita sebenarnya tetap. Jika tidur berganti-ganti antara pagi dan malam tanpa aturan, sulit tidur nyenyak. Disarankan untuk menjaga waktu bangun tidur tetap sama, karena akan membantu lebih besar. · Tipe “Tahan Sakit” — Insomnia jangka panjang bukan hanya terasa tidak nyaman secara fisik, tapi juga memengaruhi kesehatan tubuh. Jika tindakan sudah diambil namun gejala insomnia tidak berubah, sebaiknya minum obat secara teratur di bawah bimbingan dokter. Coba lihat Anda termasuk tipe kebiasaan tidur buruk mana. Sebenarnya, asalkan berusaha memperbaikinya, tidur berkualitas akan segera terwujud. Selain itu, bisa juga dibantu dengan trik kecil membantu tidur, seperti mandi air hangat satu atau dua jam sebelum tidur, atau makan camilan ringan, segelas susu hangat, dll. Tentu saja, latihan relaksasi seperti latihan pernapasan, relaksasi otot progresif, dan latihan sugesti diri juga bisa membantu penderita insomnia tidur nyenyak. Feng Tao
|