Pagi hari, teman saya, Pak Fang, datang ke klinik didampingi istrinya. Saya menyapa dan menanyakan keluhannya. Pak Fang menunjuk kakinya yang kiri, mengatakan bahwa semalam tidur dengan baik, tapi pagi harinya tiba-tiba tidak bisa digerakkan, bahkan berjalan pun tidak bisa. Apakah ini tanda stroke? Saya memeriksanya dan tidak menemukan tanda-tanda gangguan pembuluh darah otak. Saya bertanya lebih lanjut. Istri Pak Fang menjelaskan bahwa anaknya melihat suaminya sering mengeluh sakit pinggang dan kaki, lalu membeli kursi pijat untuknya, bilang “nanti pasti baikan”. Pak Fang mengikuti petunjuk di buku panduan, berbaring di kursi pijat, dipijat dan digoyangkan, katanya rasanya sangat nikmat. Setelah 20 menit, belum puas, dia ulangi lagi. Setelah pijat, dia langsung tidur, ternyata pagi harinya tidak bisa berjalan. Ucapan istri Pak Fang mengingatkan saya, lalu saya minta dia foto rontgen vertebra lumbar. Setelah melihat hasilnya, saya berkata kepadanya: Anda menderita osteofit lumbar dan herniasi diskus, karena penggunaan kursi pijat terlalu lama dan terlalu intens, menyebabkan peradangan akut di lokasi tertentu, menekan saraf iskiatik, sehingga kaki Anda menjadi lumpuh. Jangan sembarangan memijat lagi. Saat baru saja mengantar Pak Fang, datang seorang wanita. Dia berkata bahwa karena sering main komputer, lehernya kaku, sulit bergerak, lalu menggunakan tongkat pijat beberapa kali, nyeri tidak berkurang, malah merasa tidak nyaman di leher dan bahu, tangan kanan kesemutan, bahkan tidak bisa mengangkat mangkuk makan. Setelah pemeriksaan, ternyata sendi kecil leher mengalami dislokasi. Saya jelaskan bahwa karena kekuatan pijat terlalu keras, otot leher dan bahu mengalami kejang akibat stimulasi kuat, menyebabkan sendi bergeser, saraf brakialis terjepit, sehingga terjadi kelumpuhan anggota atas. Kasus seperti ini sering saya jumpai di klinik. Sebagai dokter, saya ingin mengingatkan konsumen: berbagai alat pijat elektronik seperti kursi pijat, tongkat pijat, palu pijat, dan alat goyang yang dijual di pasar adalah barang kebugaran, bukan alat pengobatan atau pencegahan penyakit. Jangan percaya iklan yang mengklaim alat pijat “cocok untuk semua usia”, “bisa mengobati seratus penyakit”, “membuat wanita menjadi cantik”, atau “bisa menyembuhkan berbagai penyakit kronis seperti herniasi diskus” dan klaim ajaib lainnya. Harus diakui bahwa penggunaan ilmiah alat pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah lokal, mempercepat metabolisme, membuat tubuh yang lelah rileks, membantu menghilangkan kelelahan, dan memberikan efek kesehatan tertentu. Namun, juga perlu sadar bahwa alat pijat elektronik menggunakan getaran mekanik frekuensi tinggi atau gerakan gulir untuk memberikan stimulasi pada tubuh. Oleh karena itu, penggunaan alat pijat harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Pilih alat pijat sesuai kondisi tubuh. Alat pijat motor listrik dengan frekuensi getar tinggi dan kekuatan lemah lebih cocok untuk pijat pencegahan dan orang tua. Alat pijat elektromagnetik dengan frekuensi getar rendah dan kekuatan tinggi lebih cocok untuk pijat olahraga dan kalangan muda. 2. Gunakan secara bertahap. Waktu pertama kali pakai tidak boleh terlalu lama, sebaiknya coba 10–15 menit dulu. Jika tidak ada keluhan setelah pertama kali, boleh diperpanjang sedikit, tetapi waktu pemakaian jangan lebih dari setengah jam. 3. Orang yang kurus tidak disarankan menggunakan alat pijat. Karena orang kurus memiliki lapisan lemak subkutan tipis, jika langsung memijat sendi, mudah merangsang membran tulang, menyebabkan cedera atau peradangan steril. 4. Jangan berharap alat pijat bisa menyembuhkan penyakit. Jika sendi atau tendon mengalami cedera, peradangan, bengkak, panas, dan nyeri, menggunakan alat pijat justru bisa memperparah peradangan, menyebabkan edema saraf akar, bahkan bisa menyebabkan osteomielitis. Jika menderita penyakit tulang belakang, penggunaan alat pijat yang salah sangat mudah menyebabkan peradangan jaringan lunak atau dislokasi sendi kecil tulang belakang, sehingga kondisi yang awalnya ringan menjadi kompleks. Jika nyeri otot lengan disebabkan oleh dislokasi sendi leher atau herniasi diskus, tidak peduli seberapa keras alat pijat digunakan di leher dan bahu, tidak akan menghilangkan nyeri, justru bisa memperburuk kondisi. Untuk fraktur awal, dislokasi sendi, dan penderita tumor atau penyakit darah, tidak disarankan menggunakan alat pijat elektronik. Selain itu, jangan gunakan alat pijat saat perut kosong, kenyang, mabuk, atau setelah olahraga berat.
|