Emperor Kangxi dari Dinasti Qing, yang memerintah selama 61 tahun dan meninggal pada usia 69 tahun, adalah kaisar tertua dalam sejarah Tiongkok. Kaisar yang bijaksana ini memiliki hubungan erat dengan kedokteran sepanjang hidupnya, secara rutin menjaga kesehatan diri dan menguasai ilmu perawatan kesehatan. Ia sembuh dari cacar setelah sakit parah dengan "Bingkisan Fuling" (Kue Fuling) Sebagai anak kecil, Kangxi terkena cacar, dan setelah sembuh dari penyakit berat tersebut, tubuhnya lemah, terutama gangguan pencernaan dan diare akibat makanan menumpuk. Para dokter istana berkonsultasi dan menyimpulkan bahwa pengobatan obat-obatan atau suplemen tidak cocok karena "putra mahkota kecil" ini sudah minum terlalu banyak obat saat terkena cacar. Kangxi menangis dan enggan minum ramuan pahit lagi. Para dokter pun bingung. Ibu kandung Kangxi, Permaisuri Xiaozhuang, sangat sayang cucunya dan hampir akan menyalahkan para dokter, tetapi pelayan wanita Su Malala mendekati dan berbisik bahwa ada seorang pejabat yang menyebutkan seorang dokter ahli di wilayah Jiangnan yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pediatrik. Mengapa tidak memanggilnya untuk diperiksa? Mendengar hal itu, Permaisuri langsung meminta Su Malala untuk mengirim pesan agar sang dokter datang ke ibukota. Tak lama kemudian, dokter tua itu tiba atas perintah kerajaan, bersama-sama dengan dokter-dokter istana melakukan pemeriksaan melalui pengamatan, penciuman, tanya jawab, dan penekanan nadi. Setelah keluar, ia hanya menulis satu bahan obat: "Fuling", serta mencatat bahwa harus menggunakan Fuling liar dari Yunnan. Dokter-dokter istana bekerja sama dengan koki istana membuat kue kecil yang lezat bernama "Kue Fuling" menggunakan tepung putih halus, bubuk Fuling, dan madu. Anak kecil Kangxi sangat suka kue unik yang harum dan enak ini, dan dalam waktu singkat wajahnya kembali merona, mulai belajar membaca dan berlatih seni bela diri. Permaisuri sangat senang dan memberikan hadiah besar kepada dokter tua itu, lalu meminta dia tetap tinggal di istana untuk mengawasi pembuatan "Kue Fuling". Sejak itu, kue ini menjadi camilan terkenal di ibukota dan masih populer hingga kini. Prinsip perawatan kesehatan ini layak diteladani oleh generasi modern Sebagai kaisar, makanannya tentu jauh lebih beragam dibanding orang biasa, namun Kangxi sendiri makan cukup sederhana. Ia berkata: "Saya makan dua kali sehari, selain itu tidak makan apa-apa. Rokok, alkohol, dan pinang tidak berguna." Ia khusus menekankan: "Jangan makan terlalu banyak makanan yang disukai," "Tahu apa yang tidak cocok bagi tubuh, segera hindari," "Orang tua sebaiknya makan santapan ringan, tambahkan sayuran agar jarang sakit dan baik bagi tubuh." Pernyataan ini sangat sesuai dengan pandangan medis modern, baik untuk mengendalikan hipertensi, aterosklerosis koroner maupun gangguan sistem pencernaan. Ia juga berkata: "Buah-buahan yang bisa dimakan harus menunggu matang baru boleh dikonsumsi, ini juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh." Ia juga menyarankan agar suasana hati menyenangkan setelah makan. "Saya selalu berbicara tentang hal-hal baik atau melihat barang-barang langka setelah makan. Dengan begitu, makanan mudah dicerna dan baik bagi tubuh." Dari sudut pandang fisiologi, pernyataan ini sangat masuk akal. Ia sangat memperhatikan kebersihan air minum, berkata: "Kesehatan manusia sangat bergantung pada makanan dan minuman, sehingga air yang digunakan sangat penting." Di samping itu, Kangxi sering mengkritik sikap malas dan tidak mau bekerja keras. Ia berkata: "Semua orang suka bersantai dan benci bekerja keras. Tapi saya berpikir bahwa manusia harus bekerja keras agar dapat menikmati ketenangan. Jika terbiasa bersantai, maka ketenangan itu tidak akan dirasakan, dan saat bekerja keras, akan sulit bertahan. Orang bijak menganggap kerja keras sebagai keberuntungan, sedangkan kemalasan sebagai bencana." Kangxi sangat ahli dalam ilmu perawatan kesehatan, dan pandangan serta catatannya tentang hal ini layak diteladani oleh manusia zaman sekarang.
|