Setiap kali musim dingin tiba, jumlah orang yang terkena flu meningkat. Flu ini umumnya disebabkan oleh angin dingin, para ahli menyarankan agar biasa minum bubur, terutama bubur dengan bahan khusus yang memiliki efek terapi makanan, yang bermanfaat untuk mencegah dan mengobati flu. Menurut Profesor Gan Aiping dari Departemen Kombinasi Rumah Sakit Akademik Hubei, di musim dingin udara lebih dingin, terutama perbedaan suhu antara siang dan malam besar, sehingga mudah menyebabkan flu. Flu musim dingin umumnya bukan jenis flu panas, melainkan disebabkan oleh angin dingin, ditandai dengan gejala seperti demam, dingin, dan tidak berkeringat. Bagi lansia, jika tidak memperhatikan pencegahan flu atau tidak segera mengobati saat sakit, dampaknya sangat besar, bisa menurunkan daya tahan tubuh, memperburuk penyakit lain seperti bronkitis kronis, hipertensi, dan penyakit jantung. Profesor Gan menyarankan agar saat flu di musim dingin lebih banyak makan bubur hangat, karena membantu mengeluarkan keringat, mendinginkan tubuh, mengusir angin dingin, dan mempercepat pemulihan flu. Selain itu, saat flu nafsu makan menurun, sistem pencernaan buruk, minum bubur bisa membantu penyerapan. Selain itu, beberapa obat memiliki iritasi besar terhadap lambung, minum bubur bisa melindungi lendir lambung. Ia menyatakan bahwa bubur musim dingin sebaiknya menggunakan beras. Karena beras bersifat manis dan netral, memiliki fungsi menyelaraskan lambung, mengobati kelemahan limpa, memperkuat tulang dan otot, serta menyelaraskan lima organ dalam. Sedangkan beras lain seperti millet, foxtail millet, dan job's tears bersifat manis dan sedikit dingin, tidak terlalu cocok untuk dikonsumsi di musim dingin. Di samping itu, saat membuat bubur, bisa menambahkan bahan khusus dengan efek terapi makanan. Profesor Gan merekomendasikan beberapa jenis bubur berikut: · Bubur Jahe dan Daun Su: Jahe adalah senjata terbaik untuk mengatasi demam, bersin, batuk berdahak, juga merupakan bahan obat tradisional Tiongkok, memiliki fungsi menghilangkan dahak, mengusir dingin, menguatkan qi, menghilangkan jerawat, dan mengatasi sesak napas; daun su juga memiliki efek mengusir angin dingin, bisa dibeli di toko obat biasa. Cara membuatnya: daun su 10 gram, jahe 3 iris, rebus bubur putih, lalu tambahkan, tunggu mendidih kembali baru bisa dikonsumsi. · Bubur Jahe dan Buah Kering: Efeknya mirip dengan bubur jahe dan daun su. Cara membuatnya: masukkan beras ke dalam panci, panggang sebentar secara kering, lalu tambahkan air, aduk rata dengan sendok, masukkan buah kering dan irisan jahe, rebus perlahan dengan api kecil hingga matang, tambahkan sedikit garam. Perlu diperhatikan bahwa kedua bubur ini memiliki efek hangat yang kuat, tidak cocok untuk anak-anak, orang dengan mata merah parah, atau penderita wasir. · Bubur Almond: sekitar 20 butir almond (tanpa kulit), beras 50 gram. Prosesnya: rebus beras terlebih dahulu, saat hampir matang tambahkan almond, rebus hingga matang, lalu tambahkan sedikit gula atau garam. Bubur ini bisa menghentikan batuk, mengatasi sesak napas, menghilangkan dahak, dan melembabkan tubuh. · Bubur Fangfeng: Fangfeng (bisa dibeli di toko obat) 15 gram, bawang putih 2 batang, jahe 3 iris, beras 50 gram. Rebus beras terlebih dahulu, saat hampir matang tambahkan Fangfeng, bawang putih, dan jahe, bisa tambahkan garam secukupnya. Bubur ini bisa membersihkan panas, mengusir angin, menghilangkan rasa sakit, cocok untuk gejala flu angin dingin seperti menggigil, demam, nyeri sendi, hidung tersumbat, suara berat, diare. Profesor Gan juga memperingatkan, saat minum bubur perlu memperhatikan suhunya, jangan terlalu panas agar tidak merusak lendir, juga jangan terlalu dingin agar tidak mengurangi efek terapi.
|