Resep Tradisional
BerandaResep TradisionalResep Herbal Tiongkok Tambahkan ke bookmark

Akses Cepat

Berikut adalah tautan cepat untuk gejala umum:

Pemberitahuan Penting: Resep di situs ini hanya untuk referensi. Harap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.
7000+
Jumlah Total Resep
9
Bahasa yang Didukung
10
Kategori
24/7
Aksesibilitas
Pencarian Resep Tradisional Tiongkok
Cari resep:
Kategori resep:: Penyakit Dalam Bedah Tumor Kulit THT Kandungan Andrologi Anak Kesehatan Anggur Obat Lainnya

Resep Tradisional / Other / Perawatan Kesehatan TCM / Manfaat Yoga bagi Jantung, Pembuluh Darah, dan Kelenjar EndokrinSebelumnya Lihat Semua Selanjutnya

Manfaat Yoga bagi Jantung, Pembuluh Darah, dan Kelenjar Endokrin

Posisi tubuh yang buruk disebabkan oleh penuaan bertahap tubuh, ketegangan ligamen (tulang, pita otot) di dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi kaku, terkadang menyebabkan rasa sakit yang hebat. Nyeri dan kekakuan di punggung, leher, dan bahu menghambat aliran energi tubuh melalui saluran tulang belakang, sering kali menyebabkan rasa lelah yang berkepanjangan. Dinding arteri menumpuk lapisan lemak kuning, membuat pembuluh darah menjadi keras dan rapuh. Pembuluh darah yang keras menyebabkan hipertensi, dan hipertensi mudah menyebabkan penyakit jantung. Ketika pecah, akan menyebabkan perdarahan internal; jika pecah di otak disebut stroke, jika pecah di jantung disebut serangan jantung.
Dengan gerakan yoga seperti memutar, meregangkan, dan membungkuk secara bertahap, ligamen dan tendon diperpanjang, menghilangkan rasa sakit akibat tekanan saraf. Gerakan memutar dan meregang juga meregangkan pembuluh darah, meningkatkan elastisitas dinding pembuluh darah agar tidak mudah pecah. Postur seperti posisi kepala ke bawah (Sarvangasana) dan roda (Chakrasana), yang membalik tubuh, meningkatkan aliran darah ke otak, memperbaiki sirkulasi darah, membuat pikiran lebih segar dan peka.
Titik-titik pusat energi (chakra) merangsang kelenjar endokrin, menghasilkan hormon berbeda yang masuk ke darah dan memengaruhi semua organ. Titik-titik pusat ini mengendalikan aktivitas tubuh dan pikiran melalui kelenjar endokrin. Ketika fungsi kelenjar endokrin normal, aktivitasnya pun normal; jika tidak normal, akan menyebabkan gangguan fisik dan mental. Belajar yoga bertujuan untuk mengendalikan kelenjar endokrin agar fungsi normal, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit, sehingga tidak mengganggu fungsi organ dalam tubuh.
Titik-titik pusat tersebut adalah kelenjar pineal, kelenjar kelamin, kelenjar hipofisis, kelenjar thymus, kelenjar adrenal, kelenjar pankreas, kelenjar tiroid, dan kelenjar paratiroid. Saat berolahraga, gula dalam darah mengalami reaksi kimia: gula berubah menjadi asam laktat dan bergabung dengan oksigen, menghasilkan karbon dioksida dan air. Karbon dioksida dibuang sebagai gas buang, air dikeringkan sebagai keringat. Jika tidak cukup oksigen dalam darah untuk bereaksi dengan asam laktat, maka asam laktat akan menumpuk di otot, menyebabkan "kram".
Saat belajar yoga, karena fokus pada pernapasan yang lambat, halus, dan panjang, kadar oksigen dalam darah meningkat, sehingga asam laktat tidak menumpuk di otot, dan kram tidak terjadi.
Tubuh pemula umumnya kaku, setelah menjalani latihan yoga, sendi dan anggota tubuh menjadi lebih ringan dan lentur dibanding sebelumnya.

Cara Menggunakan Situs

  1. Masukkan nama penyakit atau gejala di kotak pencarian
  2. Klik tombol pencarian untuk menemukan resep terkait
  3. Jelajahi hasil pencarian, klik resep yang menarik
  4. Baca dengan teliti penjelasan detail dan cara penggunaan resep
  5. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan

Pencarian Populer Minggu Ini

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan hubungi kami

Email: [email protected]