Berjalan adalah salah satu metode paling efektif untuk melatih fungsi jantung dan paru-paru. Namun, Profesor Dou Wenhao dari Universitas Olahraga Beijing memperingatkan pembaca bahwa jika cara berjalan tidak benar, manfaatnya akan berkurang drastis. Kita tahu tujuan olahraga adalah membuat jantung lebih kuat, serta mempromosikan dan mempercepat metabolisme. Ini membutuhkan volume olahraga tertentu dan metode olahraga yang ilmiah. Tanpa volume olahraga yang cukup, fungsi jantung dan paru-paru tidak akan mencapai tujuan pelatihan. Oleh karena itu, banyak orang saat melakukan latihan berjalan kaki bawah juga sengaja menambahkan gerakan lengan atas. Mengenai hal ini, Profesor Dou Wenhao mengatakan bahwa menambahkan gerakan ini dapat membuat olahraga lebih murni dan mencapai volume olahraga tertentu, tetapi pelatihan lengan atas sebaiknya dilakukan dengan metode khusus, seperti senam dumbbell, push-up, atau pull-up, jangan sampai pelatihan lengan dan kaki saling mengganggu, karena hal ini akan mengurangi efektivitas pelatihan fungsi jantung dan paru-paru. Profesor Dou Wenhao mengatakan bahwa berjalan saat melatih bukanlah berjalan santai biasa. Untuk mengetahui apakah postur berjalan Anda benar, cara termudah adalah melihat bekas pakai sol sepatu. Banyak orang memiliki bekas aus sol sepatu yang tidak merata, yang menunjukkan titik tekanan saat berjalan Anda. Cara berjalan yang benar akan membuat sol sepatu aus secara merata, bukan tidak merata. Apakah berjalan mundur dapat membantu mencegah sakit tulang belakang bawah sekaligus meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru? Jawabannya adalah tidak. Profesor Dou Wenhao menekankan bahwa saat ini banyak orang yang berolahraga pagi suka berjalan mundur, bahkan ada yang sengaja berjalan dengan badan berputar, dengan tujuan memperkuat efek latihan. Faktanya, gerakan berjalan tidak standar ini meskipun memberi efek sedikit pada tubuh, tetapi secara umum tidak membantu meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.
|