Orang yang menderita asma tidak cocok berlari Olaha raga seperti berlari, olahraga bola, dan bersepeda dapat memicu asma, yang secara medis dikenal sebagai asma olahraga. Namun, olahraga seperti berenang, bisbol, dan ski dapat membantu memperbaiki gejala, terutama berenang yang paling sesuai. Rahasia terletak pada fakta bahwa berenang tidak menyebabkan kehilangan kelembapan saluran pernapasan akibat kenaikan suhu udara, dan gerakan horizontal saat berenang mengurangi beban pada saluran pernapasan, sehingga sangat mendukung perbaikan kondisi penyakit. Latihan ini dapat membantu menstabilkan tekanan darah Orang dengan hipertensi cocok melakukan jalan kaki, bersepeda, atau berenang. Semua aktivitas ini merupakan latihan dinamis isotonik yang melalui kontraksi otot tubuh secara berulang, menyebabkan pembuluh darah melebar dan menyempit, sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Volume olahraga sebaiknya mencapai sekitar 50% beban jantung, artinya denyut nadi saat olahraga harus berada di sekitar 110 kali per menit. Lakukan setiap hari, selama 30–60 menit per sesi. Orang dengan penyakit jantung tidak boleh melakukan olahraga berat Orang sehat yang ingin meningkatkan fungsi jantung sebaiknya menggunakan intensitas olahraga yang lebih besar; denyut nadi saat olahraga harus mencapai minimal 135 kali per menit dan bertahan selama 15 menit agar efektif. Jika sudah menderita penyakit jantung, harus berhati-hati dan memilih bentuk serta intensitas olahraga sesuai tingkat kerusakan fungsi jantung. Secara umum, pasien jantung ringan dengan fungsi jantung tingkat I–II dapat melakukan jalan kaki, lari santai, bermain tai chi, atau senam medis; denyut nadi saat olahraga dibatasi sekitar 104–120 kali per menit. Pasien dengan fungsi jantung tingkat III–IV atau sering mengalami nyeri dada tidak disarankan melakukan aktivitas fisik, lebih baik istirahat saja, namun tetap bisa melakukan aktivitas ringan protektif seperti qigong, prinsipnya adalah tidak meningkatkan jumlah detak jantung. Orang dengan diabetes harus menjaga batas olahraga Dokter klinis melaporkan bahwa banyak pasien diabetes ringan hanya perlu konsisten berolahraga dan mengontrol diet untuk sembuh. Mulailah dari aktivitas ringan, lalu secara bertahap tingkatkan intensitas, seperti jalan kaki, dayung, atau berlari. Namun, hindari olahraga setelah suntikan insulin atau sebelum makan, maupun saat menderita angina, agar tidak terjadi hipoglikemia atau memperburuk komplikasi. Latihan kontraksi panggul membantu mengatasi inkontinensia urin 10% wanita menderita kondisi sulit dibicarakan ini. Aktivitas fisik yang tepat dapat membantu pemulihan. Pilih metode pelatihan otot panggul: mulai dengan kontraksi otot panggul selama 10 detik, relaksasi selama 10 detik, lalu kontraksi lagi selama 10 detik... ulangi secara bergantian. Lakukan setiap hari sekitar 90–160 kali.
|