Pada musim panas, orang-orang perlu lebih memperhatikan kesehatan usus. Saat ini, banyak pekerja kantor dan lansia mengalami sembelit. Kami juga menerima surat dari pembaca yang mengeluh karena musim panas adalah masa yang sering terjadi wasir, dan ingin bertanya apakah bisa dicegah dengan olahraga. Hari ini mari kita bahas topik olahraga membersihkan usus. Mengapa Harus Memperhatikan Detoksifikasi Usus Menurut TCM, racun dalam tubuh terbentuk dari kelembapan, panas, dahak, api, dan makanan yang menumpuk, di mana racun dari tinja yang menumpuk merupakan sumber semua penyakit. Sementara itu, kedokteran barat berpendapat bahwa limbah metabolisme tubuh dan produk sisa makanan yang membusuk di usus merupakan sumber utama racun dalam tubuh. Dengan secara sadar memilih makanan detoksifikasi dan konsisten berolahraga merupakan cara benar untuk membersihkan racun. Penyakit usus kronis dapat memicu kanker rektum, serta mudah menyebabkan kulit wanita menjadi kasar, bahkan kanker payudara. Saat ini, kanker usus besar telah menjadi salah satu penyebab utama kematian pada orang dewasa, oleh karena itu menjaga kebersihan usus dan meningkatkan imunitas diri merupakan jaminan kesehatan penting. Kurang Olahraga Memicu Sembelit Secara umum, usia usus orang sehat sejalan dengan usia fungsionalnya, perbedaannya tidak terlalu besar. Namun pada kenyataannya, karena gaya hidup tidak sehat, banyak orang mengalami penuaan usus yang lebih awal. Pekerja kantor sering bekerja selama lima hingga enam jam, ditambah tekanan mental, yang sangat memengaruhi fungsi pencernaan, penyerapan, dan gerakan usus. Lama-kelamaan akan menyebabkan sembelit bahkan wasir. Lansia karena fungsi organ dalam menurun, kekurangan darah dan cairan tubuh, usus menjadi kering, sehingga menyebabkan sembelit usia lanjut. Olahraga yang cukup dan teratur dapat meningkatkan fungsi tubuh, memperkuat fungsi pencernaan, penyerapan, dan gerakan usus, meningkatkan laju metabolisme tubuh, serta membantu rileksasi pikiran, sehingga secara efektif mencegah kanker rektum. Gerakan Apa yang Dapat Mengurangi Sembelit Olahraga dapat meningkatkan gerakan usus, mengurangi risiko sembelit. Orang yang duduk lama sebaiknya bangun dan bergerak setiap 1 hingga 2 jam, atau mencoba metode berikut: Pijat perut duduk, tangan kiri menyangga pinggang (ibu jari di depan, empat jari di belakang), tangan kanan mulai dari perut menggosok ke bawah kiri, melewati perut bawah, kembali ke perut sebagai satu siklus, total 36 kali. Kemudian ganti tangan kanan menyangga pinggang, tangan kiri melakukan 36 kali pijat dengan metode sama, tetapi arah berlawanan. Bisa juga dilakukan dalam posisi berbaring (satu tangan tidak perlu menyangga pinggang). Saat memijat, tubuh rileks secara alami, tekanan sedang, tidak boleh dilakukan saat perut terlalu penuh, terlalu lapar, sangat lelah, atau suasana hati tidak stabil. Melakukan pijat perut secara konsisten dapat meningkatkan fungsi pencernaan lambung, merangsang gerakan usus, dan mencegah sembelit. Nafas Diafragma Saat menghirup napas, perut bagian bawah perlahan mengembang (perut atas ikut mengembang), saat menghembuskan napas perut bagian bawah perlahan kembali. Bisa dilakukan saat berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, kapan saja. Dengan naik turunnya perut, dapat mencapai efek memijat organ dalam, memperkuat fungsi gerakan usus, mencegah gangguan pencernaan dan sembelit. Di samping itu, melakukan senam sit-up juga dapat meningkatkan kekuatan otot perut, meningkatkan fungsi buang air besar. Penderita wasir sebaiknya rutin melakukan latihan mengencangkan anus Jika sudah terkena wasir, jangan panik, lakukan latihan mengencangkan anus setiap hari, dapat membantu aliran darah vena di sekitar anus dan rektum. Stabilkan tubuh dengan berdiri, tumit diangkat, tangan menyangga pinggang, kedua kaki saling silang, angkat tumit, sekaligus angkat anus, tahan selama 5 detik, kembali ke posisi semula, ulangi 10 hingga 20 kali. Angkat anus saat duduk berdiri, duduk, kedua kaki saling silang, lalu tangan menyangga pinggang dan berdiri, sekaligus mengencangkan anus, tahan 5 detik, lalu rileks dan duduk kembali, ulangi 10 hingga 20 kali. Angkat anus dengan menekan paha, berbaring, kedua kaki saling silang, pantat dan paha mengencang, anus ditarik ke atas, tahan sekitar 5 detik, secara bertahap perpanjang waktu angkat anus, ulangi 10 hingga 20 kali. Angkat anus dengan tekuk lutut, berbaring, tekuk lutut, tumit sejauh mungkin mendekati pantat, kedua lengan rata di samping tubuh, menopang tubuh dengan ujung kaki dan bahu, angkat panggul, sekaligus mengencangkan anus, tahan sekitar 5 detik, kembali ke posisi semula, ulangi 10 hingga 20 kali. Harus lebih banyak mengatur diri dalam kehidupan sehari-hari Jangan langsung berolahraga setelah makan. Karena setelah makan lambung membutuhkan banyak darah, jika terpaksa berolahraga, akan menambah beban lambung, membuat makanan lebih sulit dicerna. Biasakan pola makan sehat. Konsumsi biji-bijian kasar, alga, umbi-umbian, dan buah-buahan segar. Makanan-makanan ini mengandung serat makanan yang kaya, dapat meningkatkan gerakan usus, mempersingkat waktu makanan melewati usus, serta menyerap sebagian zat berbahaya, mengurangi risiko kanker rektum. Selain sup dalam makanan utama, minumlah minimal 5 hingga 6 gelas air per hari. Jika hanya menambah makanan kaya serat tanpa minum air cukup, justru bisa menyebabkan sembelit yang lebih parah. Minum satu gelas susu yogurt setiap hari. Susu yogurt mengandung banyak bakteri menguntungkan yang membantu pencernaan dan penyerapan, membantu menjaga kesehatan usus.
|