Resep Tradisional
BerandaResep TradisionalResep Herbal Tiongkok Tambahkan ke bookmark

Akses Cepat

Berikut adalah tautan cepat untuk gejala umum:

Pemberitahuan Penting: Resep di situs ini hanya untuk referensi. Harap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.
7000+
Jumlah Total Resep
9
Bahasa yang Didukung
10
Kategori
24/7
Aksesibilitas
Pencarian Resep Tradisional Tiongkok
Cari resep:
Kategori resep:: Penyakit Dalam Bedah Tumor Kulit THT Kandungan Andrologi Anak Kesehatan Anggur Obat Lainnya

Resep Tradisional / Other / Perawatan Kesehatan Tradisional Tiongkok / Minum "Bubur Obat" untuk Perawatan Kesehatan Musim SemiSebelumnya Lihat Semua Selanjutnya

Minum "Bubur Obat" untuk Perawatan Kesehatan Musim Semi

Minum "Bubur Obat" untuk Perawatan Kesehatan Musim Semi
Hari ini adalah Lichun, kita memasuki musim semi yang penuh bunga dan keindahan. Musim semi adalah periode di mana banyak penyakit muncul, tidak hanya penyakit menular yang meluas, tetapi juga penyakit kronis sering kambuh atau memburuk. Minum "bubur obat" adalah cara yang sederhana dan praktis untuk mencegah penyakit. Berikut beberapa resep bubur obat dan manfaat pencegahan penyakitnya.
Bubur Chives
Rebus 100 gram beras biasa hingga mendidih, lalu tambahkan 100 gram chives segar, masak hingga menjadi bubur, konsumsi sesuai kebutuhan di pagi dan sore hari. Chives kaya akan protein dan lebih dari sepuluh jenis asam amino, serta mengandung glukosa, sukrosa, laktosa, nutrisi melimpah dan rasanya manis.
Bubur Sawi
Rebus 100 gram beras yang telah dicuci hingga mendidih, lalu tambahkan 550 gram sawi yang telah dicuci dan dipotong kecil, masak hingga menjadi bubur, konsumsi sesuai kebutuhan di pagi dan sore hari. Makan sawi di musim semi memiliki efek menghangatkan dan membantu energi positif. Sawi kaya akan vitamin A, B, C, gula, dan protein, serta memiliki fungsi sebagai pengawet dan antibakteri. Karena bersifat hangat dan membantu energi positif, orang dengan tubuh dingin atau yang memiliki luka kulit sebaiknya tidak mengonsumsinya.
Bubur Seledri
Cuci bersih seledri termasuk akarnya, gunakan 150 gram seledri per kali, rebus hingga mendapatkan air rebusan, campurkan dengan 100 gram beras, lalu masak menjadi bubur, konsumsi sesuai kebutuhan di pagi dan sore hari. Di musim semi, energi hati mudah meningkat, sering menyebabkan panas hati, sakit kepala, mata merah, dan gangguan mata. Orang yang sakit atau lansia yang sering makan bubur seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi kegelisahan. Musim semi juga merupakan musim epidemi campak pada anak-anak, jika dideteksi dini, bubur seledri dapat diberikan kepada anak-anak untuk membantu mengeluarkan ruam dari permukaan tubuh. Selain itu, bubur seledri juga cocok untuk anak-anak yang sedang tumbuh pesat.
Bubur Hati Babi
Gunakan 50 gram hati babi, 250 gram beras, cuci bersih, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi sesuai kebutuhan. Menurut laporan tim ahli WHO tentang kecepatan pertumbuhan anak-anak di berbagai negara, musim semi (terutama bulan Mei) adalah periode pertumbuhan anak yang paling cepat. Pertumbuhan yang cepat membutuhkan asupan nutrisi yang lebih tinggi. Hati babi kaya akan protein, fosfolipid, dan mineral mikro, sangat membantu perkembangan kecerdasan dan tubuh anak-anak.
Bubur Kurma
Gunakan 50 gram kurma, 100 gram beras, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi hangat di pagi dan sore hari. Kurma memiliki efek peningkatan yang baik, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Terutama karena bersifat netral, dapat mengisi darah dan menenangkan jiwa, cocok untuk pasien yang sakit lama, atau memiliki fungsi lambung yang lemah.
Bubur Peppermint
Gunakan 15 gram peppermint, rebus hingga dingin. Rebus 50 gram beras menjadi bubur, saat bubur hampir matang tambahkan gula es secukupnya, masak lagi 1–2 kali mendidih, konsumsi hangat di pagi dan sore hari. Dalam TCM, peppermint digunakan sebagai obat penurun panas dan pengusir keringat. Orang dewasa yang mengonsumsi bubur peppermint di musim semi dapat membersihkan pikiran, menenangkan hati, menghilangkan panas, meningkatkan nafsu makan, dan membantu pencernaan.
Bubur Goji Berry
Gunakan 50 gram goji berry, 100 gram beras, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi sesuai kebutuhan di pagi dan sore hari. Goji berry bersifat manis dan netral, merupakan obat penting untuk hati dan ginjal, bahan makanan dan obat yang dapat digunakan bersama. Mengonsumsi bubur goji berry di musim semi dapat membantu mengisi kekurangan hati dan ginjal, mengobati kelemahan fisik dan impotensi, serta batuk yang berkepanjangan (tanpa infeksi luar). Selain itu, bubur goji berry juga memiliki efek menurunkan gula darah dan kolesterol, melindungi hati, serta merangsang regenerasi sel hati.
Bubur Wortel
Gunakan 350 gram wortel, cuci dan potong kecil, campurkan dengan 100 gram beras dan air, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi pagi dan sore hari atau sebagai camilan siang hari. Wortel kaya akan beta-karoten, setelah dikonsumsi tubuh dapat mengubahnya menjadi vitamin A, membantu melindungi mata dan kulit. Orang dengan kulit kasar, rabun malam, mata kering, atau anak-anak dengan osteomalacia sangat bermanfaat jika mengonsumsinya. Orang dengan lambung lemah dan diare sebaiknya hati-hati.
Bubur Bunga Chrysanthemum
Gunakan 50 gram bunga chrysanthemum, 100 gram beras, rebus bunga chrysanthemum terlebih dahulu, lalu gunakan air rebusan tersebut untuk membuat bubur, konsumsi sesuai kebutuhan di pagi dan sore hari. Penelitian farmakologi modern menunjukkan bahwa bunga chrysanthemum mengandung minyak volatil, memberikan aroma harum, serta mengandung kolin, vitamin A, vitamin B, dan asam amino, dapat meningkatkan ketahanan kapiler darah dan menurunkan tekanan darah. Orang tua yang mengonsumsi bubur chrysanthemum secara rutin di musim semi tidak hanya dapat mencegah sakit kepala akibat angin panas, mata merah karena panas hati, tinnitus, tetapi juga jika dikonsumsi terus-menerus dapat membuat tubuh lebih ringan, pendengaran lebih tajam, pikiran lebih segar.
Bubur Konjak
Gunakan 45–80 gram potongan konjak kering, atau 100–200 gram konjak segar, cuci bersih, potong kecil, campurkan dengan 100 gram beras, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi sebagai sarapan atau makan malam. Konjak bersifat manis dan netral, merupakan makanan yang aman untuk mengisi limpa, paru-paru, dan ginjal. Penelitian farmakologi modern menunjukkan bahwa konjak mengandung amilase, kolin, lendir, protein glikosida, asam amino bebas, lemak, karbohidrat, vitamin C, serta unsur seperti iod, kalsium, fosfor. Amilase dalam konjak disebut "enzim pencernaan" karena dapat memecah protein dan karbohidrat, sehingga memberikan efek nutrisi. Orang tua yang rutin mengonsumsi bubur konjak di musim semi akan mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan.

Cara Menggunakan Situs

  1. Masukkan nama penyakit atau gejala di kotak pencarian
  2. Klik tombol pencarian untuk menemukan resep terkait
  3. Jelajahi hasil pencarian, klik resep yang menarik
  4. Baca dengan teliti penjelasan detail dan cara penggunaan resep
  5. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan

Pencarian Populer Minggu Ini

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan hubungi kami

Email: [email protected]