Raja Buah yang Berguna: Pepaya Pepaya dikenal sebagai "Raja Buah yang Berguna". Dalam *Bencao Gangmu* oleh Li Shizhen: pepaya bersifat hangat, rasanya asam, menenangkan hati dan lambung, melancarkan saraf, melancarkan sendi, menurunkan tekanan darah. Bukti medis modern menunjukkan: buah pepaya mengandung papain, enzim papain, rennin, karotenoid, serta lebih dari tujuh belas jenis asam amino dan berbagai elemen nutrisi; senyawa oleanolic acid yang terkandung dalam pepaya memiliki efek melindungi hati, menurunkan enzim hati, anti-inflamasi, antibakteri, serta menurunkan kadar kolesterol. Penelitian juga menemukan: pepaya memiliki kemampuan menghambat sintesis zat karsinogenik dalam tubuh, yaitu nitrosamin. Kandungan vitamin C dalam pepaya bahkan 48 kali lebih tinggi daripada apel! Konsumsi rutin pepaya memiliki manfaat kesehatan seperti menenangkan hati dan lambung, melancarkan saraf, melunakkan pembuluh darah, antibakteri, anti-penuaan, anti-kanker, serta meningkatkan daya tahan tubuh; pepaya merupakan buah bergizi yang memberi manfaat banyak dan tanpa risiko. Berikut cara mengonsumsi pepaya: I. Bahan: Satu pepaya Hawaii atau pepaya Guangdong, jamu kering (snow ear), lotus seed, lily, longan, sedikit goji berry. II. Cara Pembuatan: Potong pepaya menjadi dua bagian, buang bijinya yang hitam. Masukkan semua bahan yang telah disiapkan (dicuci bersih dan dikeringkan) ke dalam lubang pepaya. Kukus dengan api besar selama 15 menit. Enak dan lembut, aroma pepaya yang segar sangat menyegarkan; gelatin dari jamu kering memberi nutrisi dan tekstur yang nikmat; lotus seed membantu tenangkan pikiran dan jiwa, merupakan makanan wajib bagi para peri zaman kuno. Lily memiliki nilai gizi tinggi; kaya akan pati, protein, lemak, karbohidrat, serta mineral seperti kalsium, fosfor, besi, dan memiliki aroma khas yang tak dimiliki makanan lain... Bersamaan dengan efek pelengkap dari longan dan goji berry; membuat camilan manis ini begitu segar dan lezat sehingga sulit berhenti mengonsumsinya!
|