Musim semi sebaiknya banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk menjaga hati dan limpa Musim semi, prinsip diet adalah pemberian nutrisi seimbang, dengan fokus utama pada perawatan hati dan limpa. Pada musim ini, hati menjadi organ dominan; sifat fisiologis hati seperti tumbuhan di musim semi yang tumbuh subur, mengatur naiknya energi vital tubuh. Jika fungsi hati rusak, akan menyebabkan gangguan aliran darah dan qi di seluruh tubuh, sehingga organ lain terganggu dan menimbulkan penyakit. Selain itu, rasa asam masuk ke hati, merupakan rasa dasar hati. Jika hati yang sudah aktif di musim semi dikonsumsi terlalu banyak makanan asam, maka akan menyebabkan kelebihan energi hati (hepatospirosis), yang berdampak pada kerusakan limpa karena hati menyerang limpa. Limpa berkaitan erat dengan lambung, sehingga jika limpa lemah, akan mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan oleh lambung dan limpa. Rasa manis masuk ke limpa, sangat cocok untuk memperkuat energi limpa. Limpa yang kuat juga membantu menguatkan energi hati. Oleh karena itu, pemberian nutrisi di musim semi harus sesuai dengan kata-kata dokter tua berusia seratus tahun dari Dinasti Tang, Sun Simiao: "Kurangi asam, tambah manis, untuk menjaga energi limpa." Artinya, kurangi konsumsi makanan asam dan tingkatkan konsumsi makanan manis untuk merawat hati dan limpa secara bersamaan, yang sangat bermanfaat untuk pencegahan penyakit dan kesehatan. Makanan yang hangat dan manis, pertama-tama adalah biji-bijian seperti ketan, beras hitam, gandum tinggi, millet, oat; buah dan sayuran seperti kacang pisang, labu, kacang polong, jujube, longan, kacang walnut, kacang chestnut; daging dan ikan seperti daging sapi, perut babi, ikan mas, ikan koi, ikan gurami, ikan nila, ikan belida. Tubuh manusia dapat menyerap nutrisi yang kaya dari makanan-makanan ini, sehingga perawatan hati dan penguatan limpa saling mendukung. Kedua, sesuaikan dengan energi naik di musim semi, makan lebih banyak makanan yang hangat dan memperkuat energi vital, terutama di awal musim semi yang masih memiliki sisa dingin musim dingin, bisa memilih bawang daun, bawang putih, bawang bombai, konjak, sawi besar, sawi pedas, daun seledri, jahe, bawang merah. Sayuran-sayuran ini semuanya bersifat hangat dan rasanya pedas, tidak hanya bisa menghilangkan angin dingin, tetapi juga menghambat bakteri yang berkembang dalam lingkungan lembab. Ketiga, angin hangat di musim semi atau panas tiba-tiba di akhir musim semi dapat memicu panas dalam tubuh dan menyebabkan api hati, atau menyebabkan cairan tubuh keluar secara berlebihan. Dalam hal ini, sebaiknya dikonsumsi makanan yang bisa membersihkan panas dalam dan melembabkan hati, seperti soba, biji adas, kangkung, bayam, kangkung, selada, bunga chrysanthemum, lobak, terung, lotus, mentimun, jamur. Makanan-makanan ini semua bersifat dingin dan rasanya manis, dapat membersihkan panas dalam dan melembabkan hati serta memperbaiki penglihatan. Untuk buah segar, meskipun memiliki efek menyejukkan, menghilangkan dahaga dan menghasilkan cairan tubuh, namun sebagian besar rasanya asam, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan di musim semi. Jika ingin menghilangkan panas dalam, lebih baik makan pisang, pir, tebu, atau keringan seperti persik kering.
|