Sawi Musim Semi Adalah Sayur Berkualitas Sawi dapat mengisi darah dan menghangatkan yin, sangat efektif dalam mengobati hipertensi, sakit kepala, mata kabur, diabetes, dan anemia yang sering terjadi di musim semi akibat kekurangan yin hati. Berikut beberapa metode memasak sederhana yang dapat membantu mengatasi penyakit: 1. Hipertensi, sakit kepala, mata kabur, sembelit: 100 gram sawi segar dan akarnya, rendam dalam air mendidih selama 3 menit, tiriskan, lalu campur dengan minyak wijen dan makan. Konsumsi 2 kali sehari. 2. Penglihatan kabur, pusing, tremor anggota tubuh: sawi dan akar terung segar masing-masing 200 gram. Masukkan sawi ke air mendidih sebentar; kupas dan potong terung, rebus sebentar dalam air mendidih, lalu campurkan garam, minyak wijen, dan bubuk rasa, aduk rata. Hidangan ini memiliki efek membersihkan hati dan memperjelas penglihatan. 3. Penglihatan kabur, mata kering: sawi segar dan hati domba masing-masing 500 gram. Rebus air hingga mendidih, masukkan hati domba, biarkan mendidih sebentar, lalu masukkan sawi, tambahkan garam, minyak wijen, bubuk rasa, dan masak hingga mendidih. Sup ini memiliki efek mengisi hati dan memperjelas penglihatan. 4. Anemia defisiensi zat besi, mimisan, darah dalam tinja, skorbut: sawi segar dan darah babi matang masing-masing 500 gram. Panaskan darah babi terlebih dahulu, tambahkan anggur dapur, masak hingga air habis, lalu tambahkan kaldu daging, garam, bubuk lada, sawi, masak hingga mendidih, lalu sajikan. Sup ini memiliki fungsi mengisi darah, menghidrasi, dan menghentikan kekeringan. Namun, sawi mengandung asam oksalat dalam jumlah tinggi, yang dapat mengganggu penyerapan kalsium oleh tubuh. Oleh karena itu, saat mengonsumsi sawi, sebaiknya direbus terlebih dahulu dalam air mendidih, tiriskan, baru diolah lebih lanjut. Karena bayi membutuhkan kalsium yang cukup, beberapa anak juga menderita kekurangan kalsium akibat tuberkulosis, osteomalasia, batu ginjal, diare, maka sebaiknya menghindari atau mengurangi konsumsi sawi.
|