Profesor Weng Weijian, lahir tahun 1933, mulai menekuni bidang TCM sejak tahun 1951, lulus dari jurusan TCM di Beijing University of Traditional Chinese Medicine (kini Beijing University of Chinese Medicine) pada tahun 1962, dan tetap mengajar di universitas tersebut hingga kini. Pada tahun 1983, ia mendirikan program studi nutrisi TCM pertama di Tiongkok dan menjabat sebagai kepala departemen penelitian. Pada tahun 1986, ia mendirikan program studi perawatan dan rehabilitasi TCM serta menjabat sebagai kepala departemen. Ia memiliki kontribusi signifikan dalam bidang pengajaran, penelitian, terapi makanan, dan perawatan kesehatan. Profesor Weng mengatakan bahwa tujuan utama nutrisi TCM bukan hanya menyembuhkan penyakit jika ada, atau mencegah jika tidak ada. Secara lebih mendalam, tujuannya adalah menggunakan makanan alami untuk menjaga tubuh dalam kondisi optimal (bahkan melebihi normal). Dua sifat utama makanan—penambah (bu) dan penurun (xie)—paling mencerminkan inti ilmu nutrisi TCM. Menurutnya, makanan yang "menambah" dapat memperkuat Qi, memelihara darah, dan mengisi zat vital; makanan yang "menurunkan" dapat menghilangkan gejala luar, menurunkan panas, dan membersihkan racun. Artinya, manfaat ilmu nutrisi TCM dalam kehidupan sehari-hari sama seperti obat-obatan, berbeda dengan pandangan Barat yang memisahkan makanan dan obat secara tegas, tanpa memberikan fungsi perlindungan langsung pada makanan. Namun, dalam semakin berkembangnya "terapi alami", manfaat perlindungan dan terapeutik makanan Tiongkok telah diterima secara luas. Profesor Weng Weijian selama puluhan tahun melakukan penelitian tentang makanan medis tradisional Tiongkok kuno, dan berhasil menciptakan ribuan resep makanan kesehatan (shou shan) dan makanan terapeutik (yao shan). Makanan obat yang ditampilkan dalam resepnya bukanlah makanan yang mengandung obat, melainkan makanan alami yang memiliki efek seperti obat, aman bagi tubuh manusia. Profesor Weng mengatakan bahwa terapi makanan dan makanan obat TCM merupakan sumbangan luar biasa TCM kepada umat manusia selama lima ribu tahun. Profesor Weng Weijian telah berkecimpung dalam bidang perawatan kesehatan selama lebih dari 20 tahun, dan merangkum pengalaman hidupnya dari aspek "makan, buang air besar, tidur, buang air kecil, dan bergerak": makanlah beragam jenis makanan, minimal 30 jenis per hari, dan makan pagi hari dengan sungguh-sungguh; pastikan jumlah tinja cukup, idealnya dua kali sehari, dengan makan makanan tinggi serat dan minum banyak air, minimal delapan gelas air per hari; orang tua harus tidur awal dan bangun pagi, tidur siang bisa sesuai kebutuhan, jika mengantuk boleh tidur sejenak; saat buang air kecil, gigi harus digigit erat, jangan sampai bersuara, karena ini dapat membuat gigi kuat, dan jika dilakukan terus-menerus, keluhan seperti sulit buang air kecil akan berkurang bahkan hilang; usia tua dimulai dari kaki, di telapak kaki terdapat lebih dari 20 titik akupunktur, stimulasi rutin sangat penting; berjalan selama satu jam per hari adalah cara bagus, tanpa peduli musim, pastikan mandi kaki air hangat selama 15 menit sebelum tidur. Bisa juga menumbuk 1-2 ons rhizoma radix rheum officinale (dahuang), dibungkus kain kasa, direbus selama 15 menit, lalu gunakan air rebusan itu untuk mandi kaki, yang memiliki efek anti-inflamasi, antibakteri, serta melancarkan peredaran darah. Jika Anda sibuk, disarankan untuk membagi olahraga menjadi bagian-bagian kecil. Misalnya, sebelum bangun tidur, gosok wajah dengan kedua tangan, dari bawah ke atas, berulang-ulang hingga wajah tampak merah, lalu pijat mata dengan jari, tekan tulang hidung, dan hembuskan napas dalam beberapa kali. Di tempat tidur, lakukan gerakan hebat: tegangkan seluruh otot tubuh, tahan sebentar, lalu kendurkan semua otot. Ulangi proses ini tiga kali, yang dapat membuat paru-paru lebih aktif dan memberi rasa tenang yang luar biasa. Di tempat tidur juga bisa melakukan gerakan jari, memutar pergelangan kaki, serta berbagai gerakan pinggang dan kaki. Gerakan di tempat tidur tidak memakan waktu lama, namun memberikan kenyamanan sepanjang hari. Saat mencuci muka, jangan langsung celupkan handuk ke air. Buka termos, tuangkan sedikit air panas ke handuk, lalu hangatkan wajah perlahan. Setelah itu, cuci muka dengan air dingin—cara ini baik untuk perawatan kulit dan membuat tubuh langsung segar. Selain itu, baskom air dingin bisa menjadi kolam renang mini, memberikan manfaat seperti berenang. Sebelum mencuci muka, tarik napas dalam-dalam, lalu rendam wajah dalam air dingin, hembuskan napas perlahan, sebisa mungkin memperpanjang durasi hembusan. Perlahan-lahan, pernapasan akan menjadi lebih panjang, fungsi paru-paru akan lebih kuat, dan suasana hati pun akan semakin baik. Selama aktivitas harian, jika bisa berjalan, jangan berdiri; jika bisa berdiri, jangan duduk. Karena berjalan dan berdiri adalah bentuk latihan. Orang sibuk terlalu sering duduk, terlalu jarang berdiri atau berjalan. Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya manfaatkan kesempatan berdiri dan berjalan, terutama saat naik-turun tangga.
|