Bagaimana Keluarga Menyusun Diet untuk Menurunkan Berat Badan 1) Dalam konteks diet seimbang, penderita obesitas harus memilih makanan rendah kalori: Diet seimbang mensyaratkan setiap orang mengonsumsi empat kategori makanan setiap hari: biji-bijian; daging, telur, susu, kedelai; sayuran dan buah-buahan; minyak masak. Aturan diet penderita obesitas juga tidak terkecuali. Bukti praktik menunjukkan bahwa makanan dalam kategori yang sama memiliki kalori yang berbeda. Penderita obesitas harus memilih makanan rendah kalori dalam diet harian. Misalnya, hewan laut seperti ikan, udang, kepiting, sea cucumber, karena kandungan lemak rendah, kalorinya lebih rendah daripada daging lainnya; dalam makanan unggas, kalori unggas terbang lebih rendah daripada unggas yang dibesarkan; dalam daging ternak, kalori daging sapi dan domba lebih rendah daripada daging babi, daging tanpa lemak lebih rendah daripada daging berlemak. Dalam produk susu, susu rendah lemak memiliki kalori lebih rendah daripada susu penuh lemak; dalam sayuran, sayuran daun hijau dan sayuran jenis labu memiliki kalori lebih rendah daripada sayuran akar. Oleh karena itu, penderita obesitas harus memperhatikan memilih makanan yang dikonsumsi. 2) Perhatikan campuran biji-bijian kasar dan halus dalam makanan pokok: Masyarakat Tiongkok memiliki biji-bijian sebagai makanan pokok utama, merupakan sumber utama karbohidrat tubuh, digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Selain itu, biji-bijian juga menyediakan protein, vitamin B kompleks, mineral, dan serat makanan. Sejak zaman kuno, Tiongkok telah menganjurkan “makan biji-bijian untuk kesehatan”, percaya bahwa biji-bijian adalah kebutuhan penting untuk menjaga vitalitas tubuh. Penderita obesitas juga membutuhkan biji-bijian sebagai bagian utama diet. Dalam pengaturan makanan pokok, perlu dicampurkan biji-bijian kasar dan halus, jangan hanya mengonsumsi beras putih dan tepung halus. Karena dibandingkan dengan biji-bijian halus, biji-bijian kasar mengandung vitamin, mineral, terutama serat makanan yang lebih kaya, dapat meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, beberapa biji-bijian seperti oat, buckwheat, jagung, ubi jalar memiliki fungsi terapi seperti menurunkan kolesterol dan tekanan darah, membersihkan panas, melancarkan buang air besar, mencegah penyakit metabolik. Oleh karena itu, mengonsumsi biji-bijian kasar secara rutin bermanfaat bagi penurunan berat badan. 3) Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan: Sayuran dan buah-buahan tidak hanya mengandung air dalam jumlah tinggi, volume besar, kalori rendah, tetapi juga merupakan sumber kaya vitamin dan mineral. Terutama sayuran daun hijau segar, mengandung vitamin C, karotenoid, vitamin B2, kalsium, zat besi, seng, tembaga, magnesium, kalium, dll. Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan dengan kalori rendah dapat membantu menyeimbangkan fungsi fisiologis dan menurunkan berat badan. Selain itu, sayuran dan buah-buahan mengandung serat makanan yang kaya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa serat makanan memiliki fungsi jelas dalam mengurangi lemak dan gula darah, membantu pencernaan, merangsang gerakan usus, serta menghilangkan tinja. Dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif. Penderita obesitas harus mengonsumsi lebih dari 500 gram sayuran setiap hari, terutama sayuran daun hijau dalam jumlah besar. Bagi yang makan banyak, jumlah nasi harus dikurangi menjadi normal. Untuk mengurangi rasa lapar, dapat menambahkan mentimun, tomat, lobak, dll. Penting juga untuk mengonsumsi buah-buahan dan jamur makan, yang bermanfaat bagi kesehatan dan menurunkan berat badan. 4) Perhatikan metode memasak untuk mengurangi kalori makanan: Dalam diet sehari-hari, meskipun bahan yang digunakan sama, tetapi karena metode memasak yang berbeda, kalori makanan yang dihasilkan sangat berbeda. Metode memasak seperti kukus, rebus, rebus, panggang, tumis, rebusan, rendaman, acar, salad, menggunakan minyak masak sedikit, sehingga kalori makanan rendah. Metode memasak seperti panggang, saus, goreng, minyak rendam, masak kering, menggunakan minyak masak lebih banyak, sehingga kalori makanan lebih tinggi. Selain itu, beberapa hidangan dengan rasa kuat menggunakan minyak atau gula lebih banyak, seperti hidangan rasa ikan, rasa asam manis, rasa rumahan, kalorinya juga tinggi. Untuk mengurangi kalori dalam makanan, penderita obesitas sebaiknya menggunakan metode memasak rendah kalori, dan menggunakan minyak nabati, bukan minyak hewani. 5) Konsumsi makanan yang memiliki efek menurunkan berat badan: Di alam, banyak makanan memiliki fungsi menurunkan berat badan, mengurangi berat badan, dan menurunkan kolesterol. Dalam diet penderita obesitas, perlu memperhatikan pemilihan dan penggunaan makanan-makanan ini. Makanan dengan fungsi ini antara lain: mentimun, labu, lobak putih, daun bawang, bayam, sayuran kacang hijau, chrysanthemum, jamur shiitake, jamur hitam, rumput laut, bambu muda, hawthorn, tahu, jelly laut, jagung, buckwheat, oat, ubi jalar, konjac, daging kelinci, kerang, dll. 6) Hindari makanan tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi kolesterol: Prinsip diet penderita obesitas adalah membatasi makanan tinggi kalori, tinggi lemak, dan tinggi kolesterol. Dalam diet sehari-hari harus menghindari makanan seperti gula murni, cokelat, permen, kue manis, es krim, minuman manis, kacang-kacangan, kacang pinus, madu, daging berlemak, mentega, krim, organ dalam, otak hewan, telur ikan, lemak hewani, dll., untuk membantu penurunan berat badan.
|