Lansia harus menentukan kebutuhan suplemen berdasarkan kondisi tubuh aktual. Suplemen tidak cocok untuk semua orang; jika dikonsumsi tanpa indikasi, justru menambah beban metabolisme dan ekskresi tubuh. Jika tujuan hanya ingin memperkuat tubuh, cukup memenuhi nutrisi melalui makanan sehari-hari. Orang dengan tubuh sangat lemah sebaiknya tidak melakukan suplemen berlebihan, karena bisa menyebabkan "tubuh tidak bisa menerima suplemen", malah menimbulkan masalah. Orang lanjut usia dengan panas dalam yang berlebihan atau hiperaktivitas hati, jika melakukan suplemen berlebihan, akan memperparah panas dalam, menyebabkan perdarahan mikroskopis pada membran mukosa, radang tenggorokan, sembelit karena kekeringan usus, sakit kepala, mata merah. Lansia dengan gejala panas dalam dan kelebihan, seperti lidah berlapis tebal, wajah bengkak, atau menderita penyakit kardiovaskular usia lanjut (seperti hipertensi, hiperlipidemia), sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen seperti ginseng dan antler rusa. Obat herbal Tiongkok merupakan produk suplemen tradisional. Bagi lansia, suplemen herbal yang bersifat lembut paling sesuai. Secara umum, suplemen herbal dibagi menjadi beberapa jenis: Suplemen untuk kekurangan Yang Kekurangan Yang ditandai dengan rasa dingin, kelemahan pada anggota tubuh, nyeri pinggang dan lutut, impotensi, ejakulasi dini, tinja encer, sering buang air kecil. Bisa menggunakan antler rusa dan produk turunannya, preparat tiga cambuk, Guizhi Shenqi Wan, minuman anggur suplemen tonik. Suplemen untuk kekurangan Qi Kekurangan Qi ditandai dengan sesak napas, lemah, bicara sedikit, lesu, mengantuk, pusing, tidak nafsu makan. Bisa menggunakan ginseng dan produk turunannya, royal jelly, Buzhong Yiqi Wan. Suplemen untuk kekurangan Darah Kekurangan Darah ditandai dengan gelisah, jantung berdebar, sulit tidur, lesu, wajah pucat, kuku pucat. Bisa menggunakan asam gelatin, danggui dan produk turunannya, Shiquan Dabu Gao (pil atau anggur), Yangxue Gui Pi Wan, ayam hitam. Saat mengonsumsi suplemen, jika sedang flu, demam, diare, atau gangguan pencernaan, sebaiknya berhenti sementara. Lanjutkan setelah sembuh. Hindari makanan dingin, pedas, berlemak, dan makanan laut selama masa pengobatan. Hindari teh pekat, kopi, dan minuman lain yang bisa mengganggu efek obat.
|