Therapi obat makanan merupakan salah satu warisan berharga dari kedokteran tradisional Tiongkok, mencakup bubur obat, anggur obat, nasi obat, lauk obat, dll. Hidangan obat sehat harus memiliki fungsi memperbaiki kekurangan qi dan darah, memperkuat tubuh secara keseluruhan, serta membantu pengobatan beberapa penyakit tertentu. Penelitian medis modern menunjukkan bahwa hidangan obat semacam ini umumnya kaya akan komponen gizi, mampu mengatur fungsi fisiologis tertentu dan memperlambat penuaan.
Berikut ini lima hidangan obat sehat yang umum digunakan oleh lansia. 1. Teh Huangqi Huangqi 10–20 gram, potong tipis-tipis, letakkan dalam termos, tuangkan air panas, rendam selama setengah jam, bisa diminum sebagai teh. Setelah habis, tambahkan air panas lagi, ulangi hingga esok harinya ganti bahan, bisa dikonsumsi terus selama lebih dari tiga bulan. Rekomendasi menarik: Mengapa Hu Shi kerap minum air Huangqi? Huangqi adalah obat terbaik untuk memperkuat qi, dapat memperkuat qi vital, memperkuat lambung dan limpa, mengobati kelemahan fisik, serta melawan penuaan. Analisis gizi menunjukkan Huangqi mengandung sukrosa, asam glukuronat, mucilage, dan berbagai asam amino. Penelitian eksperimental menemukan Huangqi dapat meningkatkan fungsi imun tubuh secara signifikan, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, mempercepat metabolisme zat, serta mengurangi kadar lipofusin dalam sel. Lansia yang mulai memasuki musim gugur sebaiknya minum air Huangqi sebagai pengganti teh setiap hari, untuk mencegah flu musim dingin dan kambuhnya bronkitis. 2. Bubur Kacang Tanah Kacang tanah 45 gram, cuci bersih, haluskan bersama kulitnya, campurkan dengan beras putih 100 gram, rebus menjadi bubur. Saat matang, tambahkan sedikit gula batu, siap dinikmati. Bisa jadi sarapan pagi, atau dikonsumsi secara rutin. Dalam "Benjing Fengyuan" tertulis: "Bubur kacang tanah melembabkan paru-paru, menghentikan batuk, menyenangkan limpa", mampu memperkuat limpa dan lambung, memperkuat qi tengah. Kacang tanah mengandung 40%–50% asam lemak tak jenuh, protein, karbohidrat, berbagai vitamin, serta senyawa efektif seperti kolina. Orang dengan kelemahan qi limpa dan lambung sebaiknya menambahkan licorice (shanyao) saat membuat bubur; orang dengan batuk kering karena kelemahan paru-paru sebaiknya menambahkan baihe; penderita anemia atau trombosit rendah sebaiknya menambahkan kurma saat merebus, hasilnya lebih baik. Kacang tanah memiliki efek pelancar usus, sehingga pasien diare kronis tidak boleh mengonsumsinya. Kacang tanah yang sudah busuk mengandung aflatoxin, zat karsinogenik, tidak boleh dimasak. 3. Bubur Kurma dan Beras Ketan Kurma 10 biji, beras ketan 100 gram. Rebus beras ketan dengan air hingga matang 80%, lalu masukkan kurma, rebus selama 5 menit, siap dinikmati. Kurma adalah obat tradisional Tiongkok yang berguna untuk memperkuat jantung dan darah, memperkuat limpa dan lambung. Mengandung protein, lemak, gula, berbagai vitamin, besi. Selain itu, kalsium dan fosfor dalam kurma jumlahnya 2–12 kali lebih banyak dibanding buah-buahan biasa, mampu memperkuat kontraksi jantung, melebarkan pembuluh koroner, serta menghambat agregasi trombosit. Konsumsi rutin bubur kurma dan beras ketan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah otak. 4. Bubur Dried Longan Dried longan 15 gram, kurma 3–5 biji, beras putih 100 gram, rebus bersama menjadi bubur, konsumsi pagi dan sore hari, atau sebagai sarapan pagi. Longan dapat memperkuat limpa dan mengisi darah, mengandung glukosa, sukrosa, vitamin A, vitamin B, protein, lemak, dll. Dengan kurma, cocok digunakan untuk membantu pengobatan palpitasi, insomnia, lupa, anemia, dan kelemahan fisik akibat kekurangan darah jantung. Namun, tidak boleh dikonsumsi saat demam dingin, menggigil, demam, atau lidah berlapis tebal. 5. Bubur Shouwu Terproses Shouwu terproses 30 gram, rebus hingga mendapatkan ekstrak pekat, saring ampas, campurkan dengan beras putih 100 gram dan kurma 3–5 biji, rebus dalam periuk tanah. Saat hampir matang, tambahkan sedikit gula merah atau gula batu untuk rasa, rebus lagi 1–2 kali mendidih, siap dinikmati. Bisa jadi sarapan pagi, dikonsumsi secara rutin, atau dikonsumsi 1–2 kali sehari, 10 hari sebagai satu siklus, istirahat 5 hari sebelum siklus berikutnya. Shouwu adalah obat hebat untuk memperkuat hati dan ginjal, mengandung fosfolipid dalam jumlah tertentu, memiliki efek memperkuat sistem saraf; Shouwu juga memiliki efek anti oksidasi lipid, mencegah kerusakan sel, mengatur sistem imun, mengatur tekanan darah, menurunkan kolesterol dan trigliserida, mencegah aterosklerosis, serta memperlambat penuaan.
|