Saat cuaca menjadi dingin, orang-orang mudah terserang flu. Bagaimana cara mengendalikan gejala awal flu secara efektif? Beberapa orang terus-menerus mengalami gangguan seperti diare, sembelit, dan flu. Dari perspektif TCM, ini adalah akibat dari daya tahan tubuh yang rendah. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sebaiknya perhatikan pola makan. Jahe adalah senjata terbaik untuk mengatasi gejala awal flu seperti demam, bersin, dan batuk berdahak. Jahe sendiri merupakan bahan obat yang umum digunakan dalam TCM, memiliki fungsi menghilangkan dahak, mengusir dingin, memperkuat qi, menghilangkan jerawat, dan menenangkan napas. Penelitian medis modern menunjukkan bahwa jahe mengandung komponen seperti zingiberol, zingiberen, selinene, dan zingiberin, yang dapat mengurangi peradangan, mengeluarkan panas, menghasilkan keringat, dan meringankan gejala flu seperti pilek. Karena jahe terasa pedas, banyak orang tidak terbiasa. Saat mengonsumsi, jahe bisa dikombinasikan dengan kurma. Dalam karya medis Korea seperti *Dongui Bogam* dan *Hanyak Jeongeopbang*, disebutkan bahwa kurma memiliki fungsi memperkuat qi dan menghasilkan cairan tubuh. Selain itu, kurma juga dapat digunakan untuk mengobati anemia, gangguan pencernaan, diuretik, dan menurunkan tekanan darah. Cara membuat bubur jahe dan kurma: Bahan (untuk 4 orang): beras, 2 cangkir kecil; jahe, 4 potong; kurma, 5 butir; air, 12 cangkir; garam, sedikit. Cara membuat: 1. Cuci beras 3 kali, rendam selama 30 menit; 2. Kupas jahe, iris tipis; 3. Buang biji kurma, belah menjadi dua; 4. Masukkan beras ke dalam panci, aduk sebentar secara kering, lalu tambahkan air yang telah disiapkan; 5. Aduk beras dengan sendok hingga rata, lalu masukkan kurma dan irisan jahe; 6. Rebus dengan api kecil hingga bubur matang; 7. Tambahkan sedikit garam. Perlu diingat bahwa anak-anak, orang dengan mata merah parah, dan penderita wasir sebaiknya tidak mengonsumsi.
|