Kepiting dikenal sejak zaman kuno dengan julukan "empat rasa". Daging kaki besar, serat pendek dan halus, rasanya mirip dengan kerang kering; daging kaki kecil, panjang dan lembut, enak seperti ikan perca; daging badan kepiting, putih bersih, lebih baik dari ikan putih; kuning kepiting, mengandung protein, lemak, fosfolipid, vitamin, dan nutrisi penting lainnya, sangat kaya gizi. Meski kepiting enak dan lezat, beberapa orang setelah makan kepiting mengalami nyeri perut, diare, mual, dan muntah, sehingga perlu ditekankan — Kepiting memang lezat dan memiliki nilai obat tertentu. Namun, beberapa orang setelah makan kepiting mengalami nyeri perut, diare, mual, dan muntah. Penyebab utamanya adalah kurangnya kebersihan yang menyebabkan keracunan makanan. Oleh karena itu, saat makan kepiting, perlu memperhatikan "tujuh larangan" berikut: Tidak boleh makan kepiting mentah Kepiting biasanya memakan bangkai hewan atau bahan organik membusuk, sehingga permukaan tubuh, insang, dan saluran pencernaan kepiting penuh bakteri dan lumpur. Kepiting sering membawa cysticercus paru-paru dan Vibrio parahaemolyticus; jika tidak diproses panas, cysticercus paru-paru dapat menyebabkan kerusakan paru-paru saat masuk ke tubuh manusia. Jika Vibrio parahaemolyticus masuk dalam jumlah besar, dapat menyebabkan keracunan infeksi, ditandai dengan radang usus, pembengkakan, dan perdarahan. Oleh karena itu, kepiting harus dimasak sampai matang; biasanya setelah mendidih, harus dipanaskan lagi minimal 30 menit untuk membunuh bakteri. Jangan makan kepiting matang yang disimpan lama Kepiting matang yang disimpan lama sangat mudah terkontaminasi bakteri. Oleh karena itu, kepiting harus dimasak dan dimakan langsung, jangan disimpan. Jika sisa kepiting tidak habis, simpan di tempat bersih, sejuk, dan berventilasi (lebih baik di dalam kulkas), dan saat dimakan harus direbus atau dikukus kembali sampai matang. Jangan mengunyah sembarangan Saat makan kepiting, perlu melakukan empat hal pembersihan. Pertama, bersihkan perut kepiting (disebut "kantong urin kepiting"), yaitu bagian kecil berbentuk segitiga di tengah bagian depan cangkang, berisi pasir kotor. Kedua, bersihkan usus kepiting, yaitu garis hitam dari perut menuju pusar kepiting. Ketiga, bersihkan hati kepiting (disebut "pelat enam sudut"). Keempat, bersihkan insang kepiting, yaitu dua barisan lembut seperti alis di bagian bawah perut kepiting (disebut "alisku kepiting"). Bagian-bagian ini sangat kotor dan tidak layak dimakan, jangan mengunyah sembarangan agar tidak terjadi keracunan makanan. Jangan makan terlalu banyak Bahkan jika ingin makan, harus menahan diri: karena daging kepiting bersifat dingin, tidak boleh dimakan berlebihan. Orang dengan sistem pencernaan lemah harus lebih berhati-hati agar tidak mengalami nyeri perut dan diare. Jika terjadi nyeri perut dan diare akibat makan kepiting, gunakan ramuan tradisional China yang hangat, yaitu 15 gram Daun Suji, ditambah 5–6 irisan jahe, rebus dan minum. Jangan makan bersama teh Saat makan kepiting dan dalam 1 jam setelahnya, hindari minum teh. Karena air panas akan mengencerkan asam lambung, sementara teh membuat protein kepiting menggumpal, keduanya mengganggu pencernaan dan dapat menyebabkan nyeri perut dan diare. Jangan makan bersama buah persik Perlu diingat: jangan makan kepiting dan buah persik secara bersamaan. Karena tanin dalam buah persik dapat membuat protein daging kepiting menggumpal. Zat yang menggumpal ini akan terus berada di usus dalam waktu lama, fermentasi dan membusuk, menyebabkan mual, nyeri perut, dan diare. Pasien tidak boleh makan Kepiting lezat bukan untuk semua orang. Daging kepiting lembut, rasa enak, dan kaya nutrisi—proteinnya bahkan jauh lebih tinggi daripada daging babi dan ikan, serta kandungan riboflavin, kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A juga tinggi. Namun, kepiting yang lezat tidak cocok untuk semua orang. Karena kepiting bersifat dingin dan mengandung protein tinggi serta kolesterol tinggi, maka orang dengan kondisi tertentu harus menghindari atau mengonsumsi dalam jumlah sedikit. Misalnya: · Orang yang sedang demam, batuk, nyeri perut, atau diare, jika makan kepiting, akan memperparah kondisi penyakit. · Penderita gastritis kronis, bisul duodenum, kolesistitis, batu empedu, atau hepatitis aktif sebaiknya tidak makan kepiting agar tidak memperburuk kondisi. · Kuning kepiting mengandung kolesterol tinggi, penderita penyakit jantung koroner, hipertensi, aterosklerosis, dan hiperlipidemia sebaiknya menghindari atau mengurangi konsumsi kuning kepiting agar tidak memperparah penyakit. · Orang dengan alergi tubuh, jika makan kepiting, akan cepat mengalami mual, muntah, dan timbul ruam. · Orang dengan sistem pencernaan lemah dan dingin, sebaiknya menghindari atau mengurangi konsumsi kepiting karena dapat menyebabkan nyeri perut dan diare. Jika terjadi hal ini, gunakan 15 gram Daun Suji dan 5 irisan jahe direbus untuk menghentikan nyeri dan diare.
|