Di musim dingin, bisnis restoran hotpot sangat ramai, namun hotpot bukan sesuatu yang bisa dinikmati tanpa batas oleh semua orang. Orang dengan penyakit kronis sebaiknya hati-hati mengonsumsinya sesuai kondisi penyakit. Pertama, hotpot jamur cocok untuk semua kalangan: hotpot jamur liar memiliki karakteristik rendah lemak, tinggi protein, tidak berlemak dan tidak terlalu berminyak dibandingkan hotpot tradisional. Jamur putih (tremella), jamur monyet memiliki fungsi membersihkan usus; jamur putih memiliki fungsi menurunkan tekanan darah dan membantu pengobatan hepatitis; jamur shiitake, pleurotus, matsutake, shiitake, dan lain-lain bermanfaat untuk mencegah hipertensi, penyakit jantung, gangguan kardiovaskular, serta rakhitis pada bayi; coral mushroom, lactarius, chanterelle dapat membersihkan panas dan detoxifikasi, cocok dikonsumsi oleh semua jenis penggemar hotpot. Kedua, penderita gangguan pencernaan sebaiknya menghindari hotpot pedas keras: hotpot kepiting pedas, hotpot ikan kepala populer di berbagai daerah, namun biasanya menggunakan cabai, lada, dan kemangi sebagai bumbu. Konsumsi hotpot berlemak dan pedas secara berlebihan dapat menyebabkan hiperlipidemia, gangguan lambung, maag, batu empedu, stomatitis, gingivitis, wasir, dan setelah makan mungkin muncul gejala seperti buang air kecil sulit, sembelit, bahkan berdarah. Oleh karena itu, konsumsi hotpot jenis ini harus dibatasi, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pencernaan. Ketiga, penderita gangguan hati sebaiknya hati-hati mengonsumsi hotpot anjing dan domba: daging anjing dan domba mengandung banyak protein, lemak, vitamin, dan zat gizi lainnya, merupakan makanan bergizi yang baik untuk menghangatkan tubuh di musim dingin. Terutama di bulan-bulan dingin, orang yang lemah, sakit pinggang, kaki dingin, atau penderita radang sendi, konsumsi daging ini secara moderat sangat bermanfaat. Namun, daging anjing dan domba bersifat hangat dan sangat panas, setelah dimakan dapat memicu kambuh atau memperparah kondisi penyakit kronis, terutama pada penderita hepatitis dan gangguan hati. Selain itu, karena mengandung protein dan lemak tinggi, setelah dikonsumsi tidak dapat sepenuhnya dicerna oleh hati, sehingga memperburuk kondisi. Selain itu, penderita hipertensi, sakit gigi, dan bisul juga sebaiknya tidak mengonsumsi daging domba secara berlebihan. Keempat, penderita asam urat sebaiknya menghindari hotpot: penderita asam urat saat makan hotpot harus "memilih yang baik dan menghindari yang buruk", tidak mengonsumsi makanan yang tinggi purin (penyebab utama asam urat), seperti organ hewan, produk laut, kacang-kacangan, jamur shiitake, rumput laut. Selain itu, saat makan hotpot sebaiknya menambahkan lebih banyak sayuran, karena sayuran mengandung vitamin dan klorofil dalam jumlah besar, umumnya bersifat dingin, tidak hanya dapat menghilangkan rasa berminyak, mengisi kekurangan vitamin tubuh di musim dingin, tetapi juga memiliki efek menenangkan panas, detoksifikasi, dan menghilangkan api dalam tubuh, namun sayuran yang ditambahkan jangan direbus terlalu lama.
|