Alasan TCM menekankan pentingnya mengonsumsi obat penambah stamina saat bepergian terutama karena sifat perjalanan itu sendiri: Pertama, dalam perjalanan jauh, mendaki gunung dan menyeberangi air, tubuh mengalami konsumsi energi yang besar. Dalam pandangan TCM, "keringat berasal dari cairan tubuh", artinya aktivitas fisik berlebihan menyebabkan keringat banyak, sehingga mudah merusak cairan tubuh dan energi. Kedua, selama perjalanan, makanan tidak cukup baik, tidur tidak nyenyak, pola hidup tidak teratur, ditambah dengan perjalanan ke daerah asing, sering menyebabkan ketidaksesuaian lingkungan. Ketiga, selama perjalanan suasana hati menjadi gembira dan sistem saraf sangat terangsang. Dalam pandangan TCM, "darah adalah manifestasi dari semangat dan vitalitas", artinya penggunaan mental berlebihan juga dapat merusak darah tubuh. Keempat, jumlah pasangan suami istri yang melakukan perjalanan bersama meningkat, terutama pasangan baru yang menjadikan wisata sebagai bagian penting dari kehidupan mereka, sehingga aktivitas seksual meningkat. Dalam pandangan TCM, hal ini mudah merusak "jing" (energi vital). Secara keseluruhan, aktivitas perjalanan yang melelahkan akan merusak jing, darah, cairan tubuh, dan qi (energi vital) tubuh. Dalam pandangan TCM, jing, darah, cairan tubuh, dan qi merupakan sumber daya paling berharga untuk nutrisi tubuh. Oleh karena itu, agar perjalanan berjalan lancar dan kesehatan terjaga, orang harus memperhatikan mengonsumsi obat penambah stamina saat bepergian. Lalu bagaimana cara mengonsumsi obat penambah stamina yang tepat? Pertama, sesuaikan dengan jenis perjalanan: jika tujuan perjalanan adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik, misalnya menetapkan diri naik-turun Gunung Hua di dua hari, karena konsumsi energi sangat besar, sebaiknya mengonsumsi ginseng atau ginseng barat, karena keduanya dapat mengisi qi dan menghasilkan cairan tubuh. Atau membawa minuman obat tradisional Tiongkok "Shengmai Yin" yang murah dan efektif juga bisa. Kedua, sesuaikan dengan lokasi: jika pergi ke daerah dingin, fokus pada suplemen hangat, seperti ginseng, Cistanche, dll. Jika pergi ke daerah panas, fokus pada suplemen segar, seperti ginseng barat, lily, dll. Ketiga, sesuaikan dengan usia: orang tua dan orang yang lemah sebaiknya lebih banyak mengonsumsi suplemen. Sebaliknya, orang muda dan yang sehat sebaiknya mengonsumsi sedikit, tetapi perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi makanan. Keempat, sesuaikan dengan qi, darah, yin, dan yang: orang yang kekurangan qi perlu mengisi qi, orang yang kekurangan darah perlu mengisi darah, orang yang kekurangan yang perlu mengisi yang, orang yang kekurangan yin perlu mengisi yin. Harus mengikuti prinsip diagnosis dan pengobatan, tidak boleh mengonsumsi suplemen secara sembarangan. Untuk mengisi qi, bisa menggunakan ginseng, astragalus, codonopsis, obat paten seperti Si Junzi Wan. Gejala kelompok ini antara lain sesak napas, malas bicara, lemas, dada sesak. Untuk mengisi darah, bisa menggunakan angelica, buah longan, obat paten seperti Guipi Wan. Gejala kelompok ini antara lain pusing, jantung berdebar, sulit tidur, nadi tipis. Untuk mengisi yang, bisa menggunakan eucommia, obat paten seperti Zuogui Wan. Gejala kelompok ini antara lain tubuh dingin, tangan dan kaki dingin, lemas, berkeringat spontan, nadi lambat dan lemah. Untuk mengisi yin, bisa menggunakan polygonatum, goji berry, obat paten seperti Zuogui Wan. Gejala kelompok ini antara lain gelisah, panas dalam, pinggang dan lutut lemah, lidah merah tanpa lapisan, nadi cepat dan tipis. Petunjuk Editor: Ginseng, ginseng barat, goji berry, cistanche yang disebutkan dalam artikel dapat dibawa dalam termos dan diseduh sebagai teh. Astragalus, angelica, eucommia, polygonatum dapat dibawa saat bepergian, mudah ditambahkan saat merebus sup. Sedangkan lily, karena bentuk segar sulit dibawa, dapat dipesan saat makan di tempat tujuan.
|