Dalam ilmu kedokteran Tiongkok, susu memiliki rasa manis dan sifat sedikit dingin, memiliki fungsi seperti melembutkan rasa haus, melembutkan usus, menyejukkan panas, menghilangkan konstipasi, serta menguatkan tubuh dan limpa. Dengan memproses susu secara tepat atau mencampurkannya dengan makanan lain, dapat dibuat berbagai "susu terapi makanan". 1. Opor Susu Susu segar 250 ml, beras 60 gram, gula secukupnya. Pertama, rebus beras hingga setengah matang, tiriskan air bubur, tambahkan susu, rebus perlahan hingga menjadi bubur, tambahkan gula, aduk hingga larut sempurna. Makan pagi dan sore dalam keadaan hangat, perhatikan penyimpanan agar tidak rusak. Bermanfaat untuk menguatkan tubuh yang lemah, menguatkan limpa dan lambung, serta melembutkan lima organ vital. Cocok untuk orang yang lemah, kekurangan darah dan qi, setelah sakit, usia lanjut, atau kekurangan nutrisi. 2. Sup Susu dan Kurma Susu 500 ml, kurma 25 gram, beras 100 gram. Pertama, rebus beras dan kurma hingga menjadi bubur, lalu tambahkan susu, didihkan. Bermanfaat untuk menguatkan darah dan qi, menguatkan limpa dan lambung, cocok untuk orang yang kelelahan, kekurangan darah dan qi. 3. Puding Daging Kambing dan Susu Daging kambing 250 gram, jahe 20 gram, talas 100 gram, susu 250 ml. Cuci daging kambing, potong kecil, jahe potong tipis, masukkan ke dalam periuk tanah, tambahkan air secukupnya, rebus perlahan selama 7–8 jam, aduk rata, saring ampas yang tidak lunak, simpan kaldu daging kambing, tambahkan talas yang dipotong, rebus hingga lunak, lalu tuangkan susu, didihkan. Produk ini memiliki fungsi menghangatkan tengah tubuh, menguatkan tubuh, menguatkan energi dan qi. Cocok untuk pasien setelah sakit (setelah melahirkan) yang mengalami kedinginan anggota tubuh, lelah, sesak napas, dll. Bisa diminum beberapa kali sehari, minum selama 5–7 hari sebagai satu siklus. Saat mengonsumsi ramuan ini, hindari mengonsumsi obat lain, sebaiknya makan bubur millet, kurma, dan lotus setiap pagi (millet 60 gram, kurma 10 butir, lotus 18 gram direbus menjadi bubur). 4. Cairan Susu Segar Beras ketan 60 gram, kacang walnut goreng 80 gram, kacang walnut segar 45 gram, gula 12 gram, susu 200 ml. Cuci beras ketan, rendam selama 1 jam, tiriskan, campur dengan kacang walnut dan susu, tambahkan sedikit air, blender halus, saring menggunakan corong, tuangkan cairan ke dalam wajan, didihkan dengan air, tambahkan gula, aduk hingga larut, saring kembali, ambil cairan hasil saringan, didihkan kembali. Produk ini bermanfaat untuk menguatkan limpa dan ginjal, melembutkan kulit dan paru-paru, cocok untuk batuk, sesak napas, nyeri pinggang, serta konstipasi karena kekurangan cairan. Bisa digunakan sebagai makanan bagi pasien setelah sakit, gangguan saraf, bronkitis kronis, disfungsi seksual, dan konstipasi pada lansia. Bisa diminum saat perut kosong atau dimakan sebagai camilan pagi/sore. 5. Puding Susu Bawang Putih dan Daun Bawang Daun bawang 250 gram, bawang putih 25 gram, susu 250 ml. Potong dan hancurkan daun bawang dan bawang putih, peras jus menggunakan kain bersih, lalu tuangkan ke dalam wajan, didihkan bersama susu. Produk ini bermanfaat untuk menghangatkan lambung dan menguatkan limpa, cocok untuk pasien ulkus lambung tipe dingin, gastritis kronis, nyeri perut, muntah, bisa diminum pagi dan sore. 6. Susu Kental Didihkan susu, tambahkan 3%–7% pati atau tepung kue kering, tepung teratai, hingga susu menjadi lebih kental, tambahkan sedikit gula. Produk ini cocok untuk pasien mual berulang, mual, dan pasien yang membutuhkan peningkatan energi. 7. Telur dan Susu Pertama, rebus telur sampai matang, buang kulit dan putih telur, haluskan kuning telur dengan sendok, campur dengan susu hingga rata. Kuning telur mengandung protein, lemak, vitamin A, serta zat besi, fosfor, dll. Produk ini cocok untuk anemia defisiensi zat besi, serta bayi usia 4–5 bulan yang membutuhkan penambahan kalsium. 8. Susu Bebas Lemak Buatan Sendiri Didihkan susu, diamkan selama beberapa jam, ambil lapisan minyak di atas (yaitu lemak, metode ini biasanya menghilangkan 80% lemak) menjadi susu bebas lemak. Produk ini cocok untuk menyusui bayi yang menderita diare, disentri, atau radang usus. Karena susu bebas lemak mengandung kalori rendah dan kekurangan vitamin A, D, dll., bisa ditambahkan makanan lain, setelah sembuh sebaiknya kembali memberi susu penuh lemak. 9. Teh Susu Cara membuat teh susu: Rendam teh dalam air panas, lalu tuangkan langsung ke dalam susu yang sedang mendidih. Gula atau garam bisa ditambahkan sesuai selera. Setelah susu dicampur dengan teh, aroma khas keduanya menyatu, nutrisi saling melengkapi, mengurangi bau amis susu dan rasa pahit teh, sehingga rasa menjadi lebih kaya dan berkesan. Teh susu bisa menghilangkan rasa berminyak, membantu pencernaan, meningkatkan konsentrasi, menenangkan pikiran, diuresis, detoksifikasi, serta menghilangkan kelelahan. Cocok untuk pasien radang usus akut/kronis, radang lambung, maupun ulkus duodenum. Bagi penderita keracunan alkohol atau obat bius, teh susu juga bisa berfungsi sebagai detoksifikasi. 10. Metode Penurunan Berat Badan dengan Susu Cocok untuk atlet yang ingin menurunkan berat badan. Cabang olahraga seperti angkat besi, gulat, judo, dll., dibagi berdasarkan berat badan, atlet harus menyesuaikan berat badan mereka sebelum pertandingan agar berada dalam kategori tertentu. Metode tradisional adalah membatasi asupan kalori, berkeringat, dan menggunakan diuretik. Dalam beberapa tahun terakhir, di luar negeri muncul metode penurunan berat badan dengan susu. Ada dua cara: satu disebut metode Prokop, yaitu setiap minggu satu hari khusus susu, pada hari itu hanya mengonsumsi susu 1–1,5 liter, yoghurt 0,5 liter, keju 100–200 gram, serta sedikit krim; yang lain disebut metode Carrel, yaitu selama 3 hari berturut-turut, minum susu total 1 liter dalam 5 kali minum sehari, sambil mengonsumsi sedikit sayuran, buah-buahan, dan daging. Disebutkan bahwa metode penurunan berat badan dengan susu dapat mengurangi cairan tubuh tanpa gangguan osmotik, sehingga tidak memengaruhi performa atlet.
|