Dalam catatan sejarah, ketika usia lanjut, wajah Huo Tuo masih tampak seperti saat muda, sehingga orang-orang zaman itu mengira dia adalah dewa. Lalu, apa rahasia kehidupan panjang Huo Tuo? Pertama, dia tidak terlalu menghargai kekayaan dan jabatan, moralitasnya tinggi. Pada masa itu, perang terus-menerus, banjir dan kekeringan terjadi berulang, wabah penyakit melanda. Beberapa tokoh bijak di istana sangat menghargai karakter dan ilmu pengetahuan Huo Tuo, lalu menyarankan dia menjadi pejabat, tetapi dia menolak dengan sopan. Ini menunjukkan tekad kuat Huo Tuo dalam bidang kedokteran dan moralitasnya yang tinggi. Kedua, dia sangat menekankan olahraga untuk kesehatan. Dia percaya bahwa setiap orang harus berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit, dan memperpanjang umur. Huo Tuo menggunakan prinsip "pintu yang tidak rusak karena sering digunakan, air yang tidak stagnan karena mengalir" untuk menunjukkan pentingnya olahraga bagi kesehatan mental dan fisik. Berdasarkan prinsip ini, Huo Tuo menciptakan "Wu Qin Xi" (Lima Gerakan Binatang). "Wu Qin Xi" adalah gerakan semacam Tai Chi, yang dapat meregangkan seluruh otot dan sendi tubuh. Gerakannya meniru gerakan harimau melompat ke depan, rusa memutar leher, beruang berbaring dan bangun, monyet melompat dengan ujung kaki, dan burung mengembangkan sayap. Karena "Wu Qin Xi" dapat membuat pikiran tenang, tubuh rileks, dinamika dan statika saling seimbang, serta menggabungkan gerakan tubuh dan pernapasan secara organik, melalui metode pemandu (daoyin), aliran darah dan qi menjadi lancar. Dengan latihan rutin, tubuh menjadi kuat, penyakit berkurang, dan umur panjang dapat dicapai. Huo Tuo berlatih "Wu Qin Xi" secara konsisten hingga usia lanjut, wajahnya tetap seperti tembikar tua, rambut hitam lebat, gigi kuat, berjalan mantap, sangat sehat. Muridnya, Wu Pu, setiap hari melakukan latihan "Wu Qin Xi", hingga usia 90-an masih memiliki pendengaran tajam dan gigi kuat.
|