Kualitas tidur di malam hari sangat ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi. Dalam "Huangdi Neijing" disebutkan: "Jika lambung tidak seimbang, tidur pun tidak nyaman"; para ahli nutrisi klinis juga menyatakan bahwa salah satu penyebab gangguan tidur adalah makanan "tidak sesuai" pada makan malam. Lalu, makanan apa saja yang baik untuk tidur nyenyak, dan makanan apa yang membuat Anda sulit tidur? Delapan Makanan yang Membantu Tidur Beberapa makanan memiliki efek menenangkan dan membantu tidur, menurut para ahli nutrisi hal ini berkaitan dengan komponen-komponennya. Makanan yang paling efektif antara lain delapan jenis berikut: Susu: Susu mengandung dua zat yang dapat menenangkan: pertama adalah triptofan, yang dapat merangsang sel saraf otak untuk menghasilkan neurotransmiter yang membuat rasa mengantuk—serotonin; kedua adalah peptida yang memiliki fungsi pengaturan fungsional tubuh, di antaranya "peptida opioid" dapat berikatan dengan sistem saraf pusat, memberikan efek anestesi dan analgesik mirip morfin, sehingga membuat tubuh merasa nyaman secara keseluruhan, membantu menghilangkan kelelahan dan tidur nyenyak. Bagi orang yang mengalami kelemahan fisik dan kelelahan saraf, efek menenangkan susu jauh lebih jelas. Jagung: Di antara semua biji-bijian, jagung memiliki kandungan triptofan paling tinggi. Selain itu, jagung mengandung banyak pati, setelah dimakan akan membuat perasaan kenyang, sehingga merangsang sekresi insulin, meningkatkan jumlah triptofan yang masuk ke otak. Kacang walnut: Secara klinis, kacang walnut telah terbukti dapat memperbaiki kualitas tidur, sehingga sering digunakan untuk mengobati gejala seperti kelelahan saraf, insomnia, lupa, mimpi buruk, dll. Cara konsumsinya adalah dicampur dengan wijen hitam, dibuat menjadi pasta, diminum 15 gram sebelum tidur, hasilnya sangat jelas. Biji bunga matahari: Biji bunga matahari mengandung berbagai asam amino dan vitamin, dapat mengatur metabolisme, memperbaiki fungsi penghambatan sel otak, memberikan efek menenangkan dan menenangkan pikiran. Mengunyah biji bunga matahari setelah makan malam juga dapat merangsang sekresi cairan pencernaan, membantu pencernaan dan menghindari penumpukan makanan, sehingga membantu tidur. Di samping itu, buah kurma, madu, cuka, dan roti gandum juga merupakan makanan yang membantu tidur: Kurma mengandung protein, vitamin C, kalsium, fosfor, besi, dan nutrisi lainnya, memiliki fungsi memperkuat limpa dan menenangkan jiwa. Minum rebusan kurma setelah makan malam dapat mempercepat waktu tidur. Secara tradisional Tiongkok, madu memiliki fungsi memperkuat qi tengah, menenangkan lima organ internal, dan menyelaraskan berbagai obat; jika ingin tidur nyenyak, minumlah segelas air madu sebelum tidur, yang dapat membantu sedikit. Cuka mengandung berbagai asam amino dan asam organik, efek menghilangkan kelelahan sangat jelas, juga dapat membantu tidur. Roti gandum mengandung vitamin B yang kaya, memiliki fungsi mempertahankan kesehatan sistem saraf, menghilangkan kegelisahan, serta membantu tidur. Makanan yang Membuat Sulit Tidur (5 Jenis) Banyak orang tahu bahwa makanan yang mengandung kafein dapat merangsang sistem saraf dan memiliki efek diuretik, merupakan penyebab umum insomnia. Namun selain itu, makanan pedas pada malam hari juga merupakan faktor penting yang memengaruhi tidur. Cabai, bawang putih, bawang bombai dapat menyebabkan sensasi terbakar di perut dan gangguan pencernaan, yang pada akhirnya mengganggu tidur. Makanan berminyak setelah makan akan menambah beban kerja usus, lambung, hati, kantung empedu, dan pankreas, merangsang sistem saraf pusat agar tetap dalam kondisi aktif, sehingga menyebabkan insomnia. Ada pula makanan yang menghasilkan gas dalam jumlah besar saat dicerna, menyebabkan perut kembung, mengganggu tidur normal, seperti kacang-kacangan, sawi putih, bawang bombai, jagung, pisang, dll. Sebelum tidur minum alkohol dahulu pernah dianggap dapat membantu tidur, namun penelitian terbaru membuktikan bahwa meskipun alkohol membuat orang cepat tertidur, tetapi membuat kualitas tidur tetap berada pada tahap tidur ringan, sulit masuk ke tahap tidur dalam. Oleh karena itu, meskipun orang yang minum alkohol tidur cukup lama, bangun pagi masih merasa lelah. Masuk ke topik terapi diet obat Kebiasaan makan yang baik, baru bisa tidur nyenyak Waktu makan malam dan jumlah makanan juga merupakan faktor penting yang memengaruhi tidur. Bukti penelitian menunjukkan bahwa jika seseorang ingin tidur jam 10 malam, rasio makan siang, makan siang, dan makan malam sebaiknya 4∶4∶2, sehingga dapat memastikan pasokan energi saat aktivitas, sekaligus memberi istirahat pada saluran pencernaan saat tidur. Secara umum, makan malam sebaiknya tidak terlalu kenyang, karena kondisi ini paling menguntungkan untuk tidur. Terlebih lagi, makan malam sebaiknya dilakukan sekitar 4 jam sebelum tidur. Makan lalu langsung tidur akan menyebabkan gas tersisa, mengganggu tidur. Orang yang menderita kelelahan saraf sebaiknya makan makanan dengan rasa tunggal pada malam hari, hindari mencampurkan lima rasa; suhu makanan harus seimbang. Membentuk kebiasaan makan yang baik akan sangat membantu tidur.
|