Karena kesibukan kerja dan jarak tempuh yang jauh, banyak karyawan harus makan siang di kantor, yang menjadi masalah bagi banyak orang. Baru-baru ini, media Beijing melaporkan bahwa karena beberapa klub hiburan menyediakan makan siang gratis, beberapa karyawan bahkan berpikir untuk makan siang sambil bernyanyi di sana. Meski para ahli menekankan bahwa dari segi nutrisi maupun pencernaan, hal ini tidak baik bagi kesehatan, namun hal ini mencerminkan betapa sulitnya menyelesaikan masalah makan siang bagi karyawan kantor. Oleh karena itu, wartawan melakukan wawancara dengan beberapa ahli gizi untuk mencari solusi. Karyawan Kantor Sulit Mendapatkan Makan Siang yang Sehat Dalam kenyataan, bagaimana karyawan kantor menyelesaikan masalah makan siang? Dalam wawancara, ditemukan beberapa kondisi berikut: Makan siang bisnis terlalu mahal: di beberapa gedung perkantoran mewah, terdapat restoran, namun biasanya skala restoran cukup mewah, biaya per orang mencapai puluhan yuan. Saat makan siang, reporter melihat di sebuah restoran bakso di lantai bawah sebuah gedung perkantoran, pengunjung sangat sedikit. Seorang karyawan yang sedang makan mengatakan, karena temannya datang berkunjung, dia baru makan di sini, biasanya tidak pernah datang karena tidak mampu. Makan cepat hemat waktu: "Masuk ke restoran cepat saji, bayar, pesan makanan, makan dengan sangat cepat, hanya butuh sekitar setengah jam. Dengan begitu bisa tidur siang sebentar untuk mengumpulkan tenaga menghadapi pekerjaan sore." Seorang karyawan yang sering makan cepat mengatakan. Makan kotak makanan hanya sekadar "cukup-cukupan": seorang karyawan bernama Xiao Xia, bekerja di sebuah perusahaan, mengatakan: "Meskipun tahu kondisi kebersihan kotak makanan tidak terjamin, tapi hanya bisa makan makanan standar 7 yuan yang ditentukan perusahaan, karena hemat waktu dan hemat uang, lebih praktis." Makan sendiri agak merepotkan: beberapa karyawan membawa makanan yang sudah dibuat malam sebelumnya, menyimpan di kulkas kantor, lalu memanaskannya dengan microwave siang hari. Makanan ini meskipun higienis, praktis, dan hemat, namun harus disiapkan sebelumnya, agak merepotkan, dan makanan tidak terlalu segar. Makan Siang Tidak Sehat Berisiko Menyebabkan Penyakit Dr. Xu Yun, direktur Departemen Nutrisi dan Keamanan Pangan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing, mengatakan bahwa kaum muda saat ini menghadapi tekanan kerja dan hidup yang besar, namun kesadaran kesehatan masih kurang. Terutama banyak wanita karyawan yang takut gemuk, tidak mau makan cepat saji, sehingga hanya menggantinya dengan camilan, lama-kelamaan berisiko mengalami hipoglikemia, anemia, dan penyakit lain. Laki-laki justru sebaliknya, makan terlalu banyak cepat saji menyebabkan trigliserida tinggi, defisiensi lipoprotein densitas rendah, memicu penyakit degeneratif pada usia muda seperti hipertensi, diabetes, yang sudah cukup umum di kalangan karyawan usia 30-an. Ketidakseimbangan struktur nutrisi juga merupakan masalah penting yang muncul dari kesulitan makan siang. Dr. Hong Zhongxin, direktur Departemen Nutrisi Rumah Sakit Youyi Beijing, menekankan bahwa dalam paket makan siang bisnis, bahan daging digunakan terlalu banyak, protein yang disediakan terlalu tinggi, ditambah minyak yang banyak dalam masakan restoran, sehingga asupan lemak dan kalori terlalu tinggi, mudah menyebabkan obesitas dan kolesterol tinggi. Dr. Xu menambahkan bahwa makanan yang dibawa sendiri sering disimpan terlalu lama, menyebabkan kehilangan nutrisi, terutama vitamin C dalam sayuran hilang banyak. Makanan seperti ini jika dikonsumsi terus-menerus, dapat menyebabkan defisiensi vitamin dalam tubuh. Karena sulit mendapatkan makan siang yang lezat, banyak orang menaruh harapan untuk makan enak di malam hari, yang juga menjadi salah satu penyebab kesehatan karyawan buruk. Dr. Xu mengatakan, pola makan tidak teratur dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh dan gangguan pencernaan seperti nafsu makan buruk. Lapar berat, makan sedikit saja sudah kenyang, atau setelah makan merasa tidak nyaman di perut. Cara Membuat Makan Siang Lebih Bergizi Makan siang yang lebih sehat sulit dicapai karena keterbatasan kondisi objektif, namun bukan berarti mustahil. Dr. Xu menekankan bahwa dengan kesadaran memilih jenis makanan saat makan siang, dapat membantu mencapai keseimbangan nutrisi. Misalnya, makanan pokok tidak boleh dilewatkan, terutama bagi yang melakukan aktivitas fisik siang hari, sebaiknya makan lebih banyak nasi atau mi, karena karbohidrat dalam makanan ini melepaskan energi secara perlahan, dapat mempertahankan tenaga dalam waktu lama. Bagi yang duduk di kantor, sebaiknya makan lebih banyak makanan utuh (whole grain). Serat makanan dalam makanan utuh tidak dapat dicerna tubuh, namun dapat membantu menggerakkan usus, mengeluarkan sisa makanan, dan mempercepat pengeluaran residu makanan. Untuk sayuran, ia menekankan bahwa jika memungkinkan, sebaiknya makan yang baru dimasak, atau dalam restoran cepat saji pilih salad sayuran mentah, jangan mengira cukup jika dalam kotak makanan atau makanan bawaan ada sayuran. Jenis sayuran terbaik adalah legum dan kecambah, karena kandungan nutrisinya tinggi. Jika hanya bisa makan kotak makanan, sebaiknya makan buah segar sekitar satu jam setelah makan siang untuk mengganti kehilangan vitamin.
|