· Bubur Sawi Putih Rebus 100 gram beras biasa dalam panci hingga mendidih, lalu tambahkan 100 gram sawi putih segar, masak hingga menjadi bubur. Konsumsi sesuai kebutuhan pagi dan malam hari. Sawi putih kaya akan protein dan lebih dari 10 jenis asam amino, serta mengandung glukosa, sukrosa, laktosa, sehingga bernutrisi tinggi dan rasanya manis. · Bubur Daun Bawang Rebus 100 gram beras biasa dalam panci hingga mendidih, lalu tambahkan 550 gram daun bawang segar yang telah dicuci dan dipotong kecil, masak hingga menjadi bubur. Konsumsi sesuai kebutuhan pagi dan malam hari. Makan daun bawang di musim semi memiliki efek pedas yang membantu membangkitkan energi vital. Daun bawang kaya akan vitamin A, B, C, karbohidrat, dan protein, memiliki fungsi penyedap dan antibakteri. Karena sifatnya hangat dan membantu energi vital, orang dengan kondisi yin defisit atau yang memiliki luka kulit sebaiknya tidak mengonsumsinya. · Bubur Seledri Cuci bersih seledri beserta akarnya, gunakan 150 gram seledri per kali masak, rebus dengan air, ambil air rebusannya, campurkan dengan 100 gram beras biasa, lalu masak hingga menjadi bubur. Konsumsi sesuai kebutuhan pagi dan malam hari. Di musim semi, energi hati mudah meningkat, sering menyebabkan panas hati, sakit kepala, mata merah dan pedih. Orang yang sakit atau lansia yang sering mengonsumsi bubur seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi kegelisahan. Musim semi juga merupakan musim banyak kasus campak pada anak-anak, jika ditemukan dini, bubur seledri dapat diberikan kepada anak-anak untuk mencapai tujuan melepaskan gejala dan membantu keluar campak. Selain itu, bubur seledri juga cocok untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan aktif. · Bubur Hati Babi Gunakan 50 gram hati babi, 250 gram beras biasa, cuci bersih, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi sesuai kebutuhan. Menurut hasil penelitian tim ahli WHO terhadap kecepatan pertumbuhan anak-anak di berbagai negara, musim semi (terutama bulan Mei) adalah periode pertumbuhan tercepat bagi anak-anak. Pertumbuhan cepat memerlukan asupan nutrisi tambahan dalam makanan. Hati babi mengandung protein, fosfolipid, dan elemen jejak yang baik untuk perkembangan intelektual dan fisik anak-anak. · Bubur Kurma Gunakan 50 gram kurma, 100 gram beras biasa, rebus hingga menjadi bubur. Konsumsi pagi dan malam hari dalam jumlah sesuai kebutuhan. Kurma memiliki efek baik dalam memperkuat tubuh, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Terutama karena sifatnya netral, dapat membantu menguatkan darah dan menenangkan jiwa, cocok dikonsumsi oleh mereka yang sakit lama, tubuh lemah, atau memiliki fungsi limpa yang lemah. · Bubur Peppermint Gunakan 15 gram peppermint, rebus hingga airnya dingin. Rebus 50 gram beras biasa menjadi bubur, saat bubur hampir matang tambahkan gula batu secukupnya, masak lagi 1-2 menit. Minum hangat pagi dan malam hari. Dalam medis Tiongkok, peppermint digunakan sebagai obat penurun panas dan peluruh keringat. Orang dewasa yang mengonsumsi bubur peppermint di musim semi dapat membantu menenangkan pikiran, menyegarkan tubuh, meningkatkan nafsu makan, dan membantu pencernaan. · Bubur Buah Kering Gunakan 50 gram buah kering, 100 gram beras biasa, rebus hingga menjadi bubur, konsumsi pagi dan malam hari sesuai kebutuhan. Buah kering bersifat manis dan netral, merupakan obat yang penting untuk hati dan ginjal, digunakan sebagai makanan dan obat. Mengonsumsi bubur buah kering di musim semi dapat membantu memperbaiki kekurangan hati dan ginjal, mengobati kelemahan fisik dan impotensi, serta batuk kronis yang tidak kunjung sembuh (tanpa infeksi luar). Selain itu, bubur buah kering juga memiliki efek menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, melindungi hati, serta merangsang regenerasi sel hati. · Bubur Wortel Gunakan 350 gram wortel, cuci bersih dan potong kecil, rebus bersama 100 gram beras biasa dan air hingga menjadi bubur. Konsumsi pagi dan malam hari atau sebagai camilan sore hari. Wortel kaya akan beta-karoten, setelah dikonsumsi tubuh dapat mengubahnya menjadi vitamin A, yang membantu melindungi mata dan kulit. Orang yang mengalami kulit kasar, rabun senja, mata kering, atau rakhitis pada anak-anak akan sangat terbantu dengan mengonsumsi wortel. Namun, orang dengan gangguan pencernaan karena kelemahan limpa sebaiknya berhati-hati. · Bubur Bunga Chrysanthemum Gunakan 50 gram bunga chrysanthemum, 100 gram beras biasa. Rebus bunga chrysanthemum terlebih dahulu, lalu gunakan air rebusannya untuk merebus beras hingga menjadi bubur. Konsumsi pagi dan malam hari sesuai kebutuhan. Penelitian farmakologi modern menemukan bahwa bunga chrysanthemum mengandung minyak volatil, memberikan aroma harum, serta mengandung kolin, vitamin A, vitamin B, dan asam amino, yang dapat meningkatkan ketahanan kapiler dan menurunkan tekanan darah. Lansia yang mengonsumsi bubur bunga chrysanthemum di musim semi dapat mencegah sakit kepala karena angin panas, mata merah karena panas hati, pusing dan tinnitus, serta dengan konsumsi rutin dapat membuat tubuh terasa ringan, pendengaran dan penglihatan lebih tajam, serta membantu fokus mental. · Bubur Akar Dioscorea Gunakan 45–80 gram akar Dioscorea kering, atau 100–200 gram akar Dioscorea segar, cuci bersih, potong tipis, rebus bersama 100 gram beras biasa, konsumsi sebagai sarapan atau makan malam. Akar Dioscorea memiliki rasa manis dan netral, merupakan makanan yang berguna untuk memperkuat limpa, paru-paru, dan ginjal. Penelitian farmakologi modern menemukan bahwa akar Dioscorea mengandung amilase, kolin, zat lendir, protein glikosida, asam amino bebas, lemak, karbohidrat, vitamin C, serta unsur iod, kalsium, dan fosfor. Amilase dalam akar Dioscorea dikenal sebagai "enzim pencernaan", yang dapat memecah protein dan karbohidrat, sehingga memberikan efek nutrisi yang baik. Lansia yang mengonsumsi bubur akar Dioscorea di musim semi akan mendapatkan manfaat besar.
|