Dalam budaya rakyat terdapat pepatah: "Makan kacang 3 gram setiap hari, tidak perlu minum obat bertahun-tahun." Artinya, jika seseorang makan kacang setiap hari, tidak hanya bisa menjauhkan diri dari penyakit, tetapi juga bisa membantu mengobati beberapa penyakit. Mari kita pelajari karakteristik berbagai jenis kacang, agar bisa memilih sesuai kondisi tubuh untuk digunakan sebagai makanan dan obat. Kacang Chickpea: Kacang chickpea banyak dihasilkan di Xinjiang, Tiongkok, dinamai "kacang chickpea" karena bentuknya mirip paruh elang. Masyarakat Uyghur di Xinjiang sering menggunakannya untuk mengobati bronkitis, radang mukosa, sembelit, disentri, kembung usus, gatal kulit, diabetes, hiperlipidemia, dan lain-lain. Minyak yang diekstraksi dari kacang chickpea, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, bisa melembapkan kulit dan tenggorokan, dan digunakan secara luar untuk mengobati nyeri sendi. Kacang chickpea kaya akan flavonoid isoflavon, fitoestrogen, serat makanan, dapat membantu menurunkan kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, menjadi makanan terapi yang sangat baik bagi penderita diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia. Selain itu, kacang chickpea juga mengandung faktor anti-inflamasi yang kaya, sangat cocok dikonsumsi oleh penderita inflamasi akut maupun kronis. Kacang Polong: Rasanya manis dan netral, memiliki fungsi menyuplemen energi dan menghilangkan panas, merupakan makanan terapi yang sangat baik bagi penderita prolaps rektum, diare kronis, prolaps uterus yang didiagnosis sebagai defisiensi energi tengah dalam TCM. Dalam "Ri Yong Ben Cao" tertulis bahwa kacang polong "dimasak untuk menghasilkan ASI", artinya ibu menyusui yang mengonsumsi kacang polong secara moderat bisa meningkatkan produksi ASI. Kacang polong kaya akan prekursor vitamin A, yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh, memberikan efek melembapkan kulit. Namun, kacang polong jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan kembung, jadi orang dengan gangguan pencernaan tidak boleh mengonsumsinya dalam jumlah besar. Kacang Hitam: Rasanya manis, bersifat netral, memiliki fungsi menyuplemen ginjal dan memperkuat tubuh, melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan racun, sangat cocok dikonsumsi oleh penderita defisiensi ginjal. Kacang hitam juga dikenal sebagai "ibu hitam", produk olahan seperti susu kedelai, tahu, dll. juga merupakan makanan terapi yang baik bagi penderita rambut putih dini dan rambut rontok akibat defisiensi ginjal. Kacang Kacang: Rasanya manis dan netral, memiliki fungsi menyuplemen limpa dan menghilangkan kelembapan, sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diare akibat defisiensi limpa. Namun, kacang kacang tidak boleh dimakan mentah atau dalam jumlah banyak, agar tidak menyebabkan kembung. Penting untuk dicatat bahwa sebagian kecil orang yang makan kacang kacang bisa mengalami anemia hemolitik akut, yang dikenal sebagai "penyakit kuning kacang kacang", harus segera dibawa ke rumah sakit. Selain itu, gejala "panas dalam" seperti tenggorokan kering, sakit tenggorokan, sembelit, bengkak gusi akibat sering makan hotpot, bisa diatasi dengan minum sup kacang hijau atau kacang merah kecil, yang membantu "memadamkan api". Bagi mereka yang sering mengalami "panas dalam", jika rutin minum sup kacang hijau, juga bisa mencegah masalah sejak dini.
|