Dalam budaya Timur, umumnya diyakini bahwa manusia menggunakan "hati" untuk berpikir, sementara orang Barat sudah lama tahu bahwa manusia menggunakan "otak" untuk berpikir. Orang Timur ahli dalam meditasi dan pencerahan, sementara orang Barat ahli dalam logika. Oleh karena itu, teknologi modern di dunia Barat jauh lebih maju daripada di dunia Timur. Namun, orang Barat yang ahli dalam logika justru memberi beban berlebihan pada otak kiri mereka, sehingga kemajuan teknologi justru mengurangi kebahagiaan manusia; orang Timur yang ahli dalam pencerahan justru membuat otak kanan mereka berada dalam keadaan senang, namun otak kiri mereka tidak teratur, sehingga orang Timur yang bahagia justru mendapat pelajaran keras dari tembakan senjata orang Barat. Logika orang Barat memang efektif, tetapi merupakan pola pikir yang boros; pola pikir orang Timur memang bisa menjaga kesehatan, tetapi bersifat konservatif. Kini, dengan semakin intensifnya pertukaran budaya Tiongkok dan Barat, kedua pola pikir ini mulai berpadu. Saat ini yang sedang dibahas adalah pola pikir yang dapat menjaga kesehatan sekaligus mendorong kemajuan teknologi. Orang kuno memiliki banyak prestasi dalam "menjaga qi" dan "melatih qi", tetapi tidak pernah menyebutkan "menjaga pikiran" atau "melatih pikiran", karena mereka khawatir berpikir terlalu banyak akan "merusak jiwa dan pikiran", sehingga memengaruhi kesehatan. Kini, kita harus melewati batasan budaya yang ditinggalkan oleh orang kuno, karena kita tahu bahwa jika dikelola dengan baik, kemajuan pikiran manusia dan tingkat kebahagiaan dapat berkembang bersama. (1) Melancarkan Saluran Pikiran Mengapa orang menyebut masalah yang tidak bisa dipecahkan sebagai "benih hati"? Kata ini sangat tepat. Ketika pikiran menghadapi hambatan, jika terus dipaksakan berpikir, otak akan menghasilkan hormon toksik bernama noradrenalin, menyebabkan pembuluh darah menyempit, dan banyak titik akupunktur di belakang kepala mudah tersumbat. Saat itulah saluran qi dan darah seperti terikat simpul, sehingga qi dan darah sulit mengalir, dan otak tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Dalam Kitab I Ching, "Xici Shang" dikatakan: "I Ching tidak memerlukan pikiran, tidak memerlukan tindakan, diam tanpa gerak, namun dapat merespons dan memahami." Artinya, jika qi dan darah lancar, maka pikiran juga akan lancar; dan jika pikiran lancar, maka qi dan darah juga akan lancar. Otot otak hanya 2% dari berat badan, tetapi konsumsi oksigen mencapai 20% dari total konsumsi oksigen tubuh, dan pasokan darah mencapai 15% dari output jantung. Otak tidak bisa menyimpan energi, juga tidak bisa melakukan fermentasi glukosa tanpa oksigen, sehingga kebutuhan akan oksigen dan pasokan darah sangat tinggi. Kekurangan darah dan oksigen selama 4 menit saja sudah bisa menyebabkan kematian neuron. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa saluran pikiran yang tak terlihat ini berkaitan langsung dengan saluran fisik—saluran qi dan darah. Jika pikiran tidak lancar, maka qi dan darah juga tidak akan lancar. Ketika qi dan darah tidak lancar, pikiran pun sulit menjadi lancar. Oleh karena itu, untuk menjaga kondisi pikiran terbaik, harus membuat qi dan darah dalam tubuh tetap lancar. Banyak pekerja intelektual tidak menyadari hal ini, bahkan bekerja keras meski qi dan darah tidak lancar dan kepala terasa berat, hasilnya hanya menghabiskan tenaga tanpa menemukan solusi. Jika setelah bekerja sehari penuh, suatu masalah belum terselesaikan, dan Anda tidak bisa membuat qi dan darah lancar, maka sebaiknya berhenti berpikir, karena saat ini qi dan darah tidak lancar, berpikir keras pun tidak akan berguna. Jika Anda sementara meletakkan pekerjaan itu, besok pagi hari mungkin jawabannya akan muncul tiba-tiba. Karena pagi hari adalah waktu ketika qi dan darah paling lancar, dan pikiran paling jernih. Tidur cukup, olahraga yang tepat, pijatan yang benar, dan meditasi yang tepat waktu, semua ini adalah cara bagus untuk melancarkan saluran qi dan darah. Dan ketika saluran qi dan darah lancar, saluran pikiran pun akan otomatis lancar. (2) Pemanasan Pikiran Sebelum melakukan olahraga berat, harus melakukan pemanasan tubuh yang cukup, jika tidak akan mudah cedera. Pikiran juga demikian; jika tidak melakukan pemanasan otak sebelum memasuki proses berpikir kompleks, orang akan cepat merasa lelah dan sakit kepala. Mengapa atlet sering disebut "otak sederhana, tubuh kuat"? Karena saat olahraga berat, darah terkonsentrasi di anggota tubuh, setelah olahraga selesai, dibutuhkan waktu lama untuk mengembalikan darah merata ke seluruh tubuh, baru bisa perlahan masuk ke kondisi berpikir. Atlet menghabiskan sebagian besar waktu untuk latihan, jadi tidak sempat memberi nutrisi cukup pada saraf pikiran. Jika Anda berniat berolahraga sebelum bekerja keras secara mental, pastikan olahraga tidak berlebihan, setelah selesai harus segera rileks dan atur napas, agar tubuh cepat tenang dan otak perlahan aktif, sehingga bisa segera masuk ke kondisi belajar dan berpikir. Bahkan tanpa olahraga, pemanasan otak tetap penting. Yang dimaksud pemanasan otak adalah mulai dari yang mudah, lalu yang sulit, mulai dari berpikir visual, lalu abstrak. Pilih hal yang paling mudah dan cepat teringat untuk dipikirkan, tunggu otak masuk ke kondisi aktif, baru mulai memecahkan soal sulit. Maka akan terasa pikiran menjadi halus, lancar, dan tidak mudah tegang. Orang modern semakin sadar pentingnya pemanasan pikiran pada anak-anak, misalnya melihat gambar untuk belajar huruf, dialog situasional, dll. Namun orang dewasa sering mengabaikan pemanasan otak, langsung bangun tidur, buru-buru ke kantor, dan langsung mulai berpikir keras. Jika otak tidak dipanaskan sebelum memasuki berpikir abstrak yang kompleks, sering terjadi sakit kepala, mudah terkena flu, daya tahan tubuh menurun. Beberapa orang dulunya pintar di sekolah, tetapi setelah bekerja justru kesulitan. Karena di masa sekolah, mereka terlalu banyak berpikir abstrak tanpa pemanasan berpikir visual, tekanan otak terlalu besar hingga melebihi batas toleransi, sehingga siklus pikiran terbaik mereka berakhir lebih awal daripada orang lain. Pemanasan pikiran harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Untuk pemanasan kecil, atur berdasarkan volume kerja harian; untuk pemanasan besar, atur berdasarkan karier seumur hidup. Jika Anda hanya ingin menyelesaikan satu dokumen, pemanasan mungkin hanya butuh belasan menit; jika proyek besar, pemanasan bisa lebih dari sebulan. Cara terbaik adalah, setiap pagi bangun tidur, lakukan pemanasan pikiran untuk hari itu; sebelum memulai proyek besar, luangkan waktu cukup untuk pemanasan pikiran. (3) Bantuan Pikiran dari Alat Bahasa Bahasa adalah salah satu alat pikir paling awal manusia, hingga kini masih menjadi alat penting untuk kelangsungan peradaban. Tanpa alat bahasa, tidak akan ada komunikasi antar manusia, dan evolusi otak manusia tidak akan terjadi. Bahasa tulisan adalah tahap lanjutan dari bahasa. Jika tidak ada tulisan, manusia tidak bisa mengingat banyak informasi. Saat ini masih banyak suku primitif di dunia yang hanya memiliki bahasa lisan tanpa tulisan, sehingga pengetahuan mereka sangat terbatas. Fungsi bahasa tulisan terdiri dari tiga hal: fungsi ingatan, fungsi komunikasi, dan fungsi pembelajaran. Ketiga fungsi ini sangat membantu otak manusia, tetapi sayangnya jarang dimanfaatkan secara maksimal. Contohnya, seorang copywriter yang mendapat ide tiba-tiba, jika tidak segera dicatat dengan pena, kemungkinan besar ide itu akan hilang. Dalam kehidupan nyata, sering terjadi orang menunda catatan, sehingga harus memulai dari awal lagi. Akibatnya, waktu berharga terbuang sia-sia. Bahasa asing juga merupakan alat bahasa. Ada yang belajar bahasa asing bukan untuk menguasai alat, tapi hanya demi gelar atau pekerjaan bagus, hasilnya buruk. Sebuah perusahaan Tiongkok listing di NASDAQ Amerika Serikat, memberikan opsi saham kepada karyawan internal. Harga saham naik dari 15 dolar AS menjadi 44 dolar AS, lalu turun kembali ke 15 dolar AS. Saat harga 44 dolar, sebagian besar orang merasa harga sudah capai puncak, ingin menjual opsi saham mereka, bahkan ingin melakukan transaksi short selling. Namun karena tingkat penguasaan bahasa asing berbeda, hasilnya pun berbeda. Seorang karyawan yang bahasa asingnya sangat buruk, meminta istri yang mahir bahasa asing membaca konten situs asing, lalu dia mengarahkan transaksi. Dia tidak hanya berhasil menjual saham di harga tinggi, bahkan melakukan short selling dan untung besar; seorang karyawan lain merasa bahasa asingnya cukup baik, jadi langsung melakukan transaksi sendiri, tetapi tidak bisa memahami syarat "short selling opsi", jadi tidak berani melakukan short selling, hanya menjual saham untuk profit; seorang karyawan yang bahasa asingnya sangat baik, karena sibuk bekerja, tidak sempat mengaktifkan akunnya, juga tidak menyerahkan ke orang yang dipercaya untuk melakukan transaksi, akhirnya membiarkan opsi sahamnya menganggur. Ketika ingin menjual, harus mendaftar dan verifikasi dulu, sehingga kehilangan momen terbaik. Akhirnya, karyawan dengan bahasa asing terburuk justru paling tepat waktu dan paling maksimal memanfaatkan alat bahasa asing, serta menjadi yang paling untung dalam transaksi ini. Secara umum, menguasai bahasa asing berarti memiliki lebih banyak peluang. Jika Anda tidak menguasai bahasa asing, tetapi bisa mendapatkan bantuan dari orang yang menguasainya, maka peluang Anda tetap tidak akan hilang. (4) Pola Pikir Orang Cepat Marah yang Merusak Diri Sendiri Ada saluran pikiran tak terlihat di otak, yang sangat sempit, sehingga tidak bisa menampung banyak hal sekaligus. Orang yang terlalu terburu-buru, suka melakukan dua hal sekaligus, cenderung mengalami masalah. Saat keluar untuk urusan, kita sering menghadapi macet. Jika tidak turun dari mobil, kita hanya bisa menunggu dengan sabar. Tetapi ada yang langsung panik, mengeluh atau marah-marah. Otak mereka seperti lalu lintas yang macet, pikiran tidak lagi berjalan normal, sehingga tidak sadar bahwa panik tidak berguna. Padahal, kita bisa mengabaikan macet, karena saat keluar, pasti sudah mempertimbangkan kemungkinan macet. Jika macet terjadi, panik tidak akan membantu. Lagipula, panik hanya membuat otak memproduksi lebih banyak hormon toksik seperti noradrenalin, yang membuat tubuh cepat menua. Jadi, hadapi macet dengan tenang, pikirkan segera cara menyesuaikan rencana kerja hari ini. Sering kali saat duduk di mobil bersama teman, mereka panik, sementara saya tampak tenang, sehingga mereka bingung dan bertanya: "Kenapa kamu tidak panik?" Saya jawab: "Saluran pikiranku sangat lancar. Jika panik, pasti akan tersumbat seperti jalan ini. Jika saluran pikiran tersumbat, qi akan terdesak ke bawah, otak tidak dapat pasokan cukup, tentu tidak bisa membuat keputusan yang jelas. Jadi, panik tidak berguna." Sebenarnya, saluran pikiran sangat mudah terpengaruh oleh informasi yang diterima mata. Dulu pernah dibahas bahwa jika sedang mencari data online, tetapi halaman tidak segera muncul, maka saluran pikiran otak kemungkinan besar terganggu, menyebabkan korsleting, qi terhalang, pasokan nutrisi otak berkurang, efisiensi pikiran langsung turun. Orang cepat marah mudah emosi, hanya karena hal kecil sudah berdebat dengan orang lain, padahal ini adalah cara merusak diri sendiri. Ada yang setiap keluar rumah selalu berdebat dengan orang lain, alasannya karena standar terhadap orang lain terlalu tinggi, ingin memaksakan pola pikir tetap di otak orang lain. Bagaimana orang bisa menerima? Lagipula, meskipun Anda benar, Anda tidak bisa meminta orang lain langsung memahami Anda, karena otak manusia butuh waktu merespons. Jika Anda menyampaikan terlalu cepat, kemungkinan besar akan salah paham. Faktanya, sebagian besar perdebatan terjadi karena Anda salah paham, karena terlalu terburu-buru. Orang belum selesai bicara, sudah Anda potong, apakah Anda bisa menjamin tidak salah paham? Dalam keluarga modern, sering terjadi pasangan saling berdebat bahkan berkelahi. Orang bingung: mengapa janji cinta yang dulu tulus justru tidak tahan uji? Ini menunjukkan bahwa orang-orang saat ini tidak pandai menjaga kesehatan pikiran, dan keluarga modern kurang saling memahami. Dahulu, orang mencari pasangan sangat memperhatikan apakah kepribadian dan temperamen cocok, tetapi kini hanya fokus pada perasaan atau nilai-nilai yang sama, sedikit memperhatikan apakah temperamen cocok. Setelah menikah baru sadar bahwa keduanya sangat bertentangan. Secara umum, dua orang cepat marah tidak cocok jadi pasangan, kalau tidak pasti akan terus berdebat. Orang cepat marah juga tidak cocok dengan orang lambat, karena akan cepat marah. Pasangan terbaik adalah orang cepat marah dengan orang yang bijaksana dan netral, yang bisa memahami dan menahan amarah dari pasangan, sekaligus menenangkan dan membimbing pasangan. Sedangkan orang lambat tidak sebaiknya mencari pasangan yang juga lambat, pasangan netral adalah pilihan terbaik, karena orang ini tidak akan mengeluh terhadap orang lambat, bahkan bisa membimbing orang lambat untuk meningkatkan kecepatan berpikir secara efektif.
|