Banyak lansia, begitu mendengar daging babi panggang, langsung mengingat risiko penyakit seperti hiperlipidemia, penyakit jantung koroner, aterosklerosis, hipertensi, sehingga meski sangat suka, hanya bisa menatapnya dengan rindu dan menjauhinya. Padahal, pandangan ini sangat sempit. Pada Desember 1990, sebuah survei tentang kebiasaan makan 40 orang lansia berusia lebih dari 100 tahun di Beijing menemukan bahwa sebagian besar tokoh tua ini sangat suka makan daging babi panggang, bahkan hampir setiap hari. Yang mengejutkan, kadar lemak dan kolesterol darah mereka justru tidak tinggi, dan tidak menderita penyakit-penyakit di atas. Apakah klaim bahwa diet tinggi lemak berbahaya salah? Dengan pertanyaan ini, kami melakukan penelitian eksperimental mendalam. Eksperimen menggunakan berbagai metode dan durasi memasak, mencakup 11 tahapan waktu dari 0,0 hingga 5,0 jam, suhu tetap sekitar 100°C–103°C. Hasilnya menunjukkan bahwa daging babi panggang (daging babi berlemak dan tanpa lemak) bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk seperti yang diyakini secara tradisional. Penelitian menemukan bahwa setelah direbus perlahan selama waktu lama (dua jam setengah dan empat jam hasilnya paling ideal, keduanya tidak berbeda secara signifikan, P < 0,05), struktur nutrisi dalam lemak berubah secara mendalam: kadar lemak berbahaya turun 41,04%, asam lemak jenuh turun 40%–51%, kolesterol turun 51,32%. Sementara itu, asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang bermanfaat bagi tubuh justru meningkat secara signifikan. Selain itu, kolesterol dalam minyak babi yang diekstraksi dari lemak babi turun dari 220 mg per 100g menjadi 102 mg per 100g. Dengan demikian, orang dewasa dan lansia tidak perlu takut dan menjauhi daging babi panggang dan minyak babi secara total. Sebagian besar lansia yang menghindari minyak babi dan hanya mengonsumsi minyak nabati menyebabkan peningkatan bintik-bintik penuaan — ini hasil makanan yang tidak ilmiah. Konsumsi lemak atau minyak babi yang terus-menerus rendah menyebabkan tubuh berada dalam kondisi kolesterol rendah dalam waktu lama, yang tidak baik bagi lansia. Kolesterol rendah jangka panjang dapat menyebabkan nafsu makan menurun, luka sulit sembuh, rambut beruban dini, gigi tanggal, osteoporosis, kekurangan gizi, serta meningkatkan risiko infeksi bakteri. Dengan demikian, disarankan agar lansia tidak lagi menghindari daging babi panggang (lemak) dan minyak babi. Asalkan memasak dengan benar, rebus selama dua jam setengah di atas api kecil, lalu tambahkan sayuran kaya serat seperti rumput laut, wortel, atau lobak. Gabungan daging dan sayuran ini tidak hanya memuaskan selera, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan lansia. Atau, lemak babi bisa dikonversi menjadi minyak babi, dicampur dengan minyak nabati dalam perbandingan 1:2 saat menggoreng, hasilnya akan jauh lebih efektif
|