Dokter menggunakan pijat untuk mengobati berbagai penyakit, sedangkan ketika seseorang dalam keadaan sehat secara umum, dapat melakukan pijat diri. Sebaiknya dilakukan setelah senam pagi dan latihan, saat otot-otot sudah rileks sepenuhnya. Metode pijat yang paling umum digunakan adalah teknik geser kulit. Teknik tekanan (compressi) lebih kuat dibandingkan teknik geser, sehingga sering digunakan di awal dan akhir sesi pijat. Gunakan bagian bawah telapak tangan dan ujung jempol untuk menekan. Untuk meningkatkan tekanan, satu tangan dapat diletakkan di atas tangan lainnya. Menggunakan jari-jari kedua tangan untuk memijat lebih kuat. Teknik pemijatan tidak hanya merangsang peredaran darah, tetapi juga membantu menghilangkan endapan, serta teknik memijat kelompok otot besar merupakan metode utama dalam pijat diri. Saat memijat, otot harus rileks, angkat otot dari permukaan tulang, lalu pijat dengan kuat. Mulai dari betis, kemudian lutut, paha, dada, anggota tubuh atas, otot punggung, otot pinggang, otot leher, dan kepala. Gerakan tangan harus mengikuti arah menuju jantung dan arah kelenjar getah bening terdekat: pijat tungkai bawah – dari kaki ke lutut, lalu dari lutut ke daerah pangkal paha; pijat dada – dari tulang dada ke samping; pijat leher – ke bawah; pijat punggung – dari tulang belakang ke samping. Saat memijat sendi dan perut, gerakan tangan berupa lingkaran. Daerah ketiak, pangkal paha, siku, dan belakang lutut tidak boleh dipijat. Setiap otot harus dipijat minimal 3–4 kali. Bagi orang yang benar-benar sehat, pijat juga sangat bermanfaat. Pijat dapat cepat menghilangkan kelelahan dan memulihkan fungsi otot. Pijat pemulihan yang dikombinasikan dengan mandi uap akan memberikan efek yang lebih signifikan.
|