Depresi adalah penyakit yang umum terjadi, dahulu dianggap penyebab depresi hanya faktor psikologis, tetapi penelitian ilmiah membuktikan bahwa faktor non-psikologis juga dapat memicu depresi, antara lain: efek samping obat Obat dapat menyembuhkan penyakit, namun juga dapat merusak tubuh, bahkan menyebabkan depresi. Jika setelah mengonsumsi obat hipertensi, aritmia, kortison, dan steroid lainnya muncul gejala depresi, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa dan ganti obat. masalah tiroid Gangguan tiroid merupakan salah satu penyebab utama depresi. Masalah tiroid dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Terutama hipotiroidisme sering menyebabkan depresi, dengan gejala berat badan meningkat, lelah, kulit kering, sembelit, dan gangguan tidur. Setelah penyakit ini sembuh, depresi akan hilang secara alami. premenstrual syndrome Banyak wanita mengalami premenstrual syndrome, tetapi hanya 5% yang mengalami depresi berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala utamanya meliputi rasa lapar yang sangat kuat, menangis, insomnia, dan perilaku tidak biasa. Hal ini disebabkan oleh peningkatan estrogen sebelum menstruasi dan perubahan kadar vitamin B6. Kadar vitamin B6 yang turun berlebihan dapat menyebabkan depresi. diabetes Pasien diabetes (termasuk yang belum terdiagnosis) karena kadar gula darah tinggi dapat mengalami kelelahan, keletihan, dan insomnia, semua gejala ini merupakan tanda depresi. diet ketat untuk menurunkan berat badan Orang yang diet ketat demi menurunkan berat badan karena makan terlalu sedikit dapat mengalami gejala depresi. Oleh karena itu, harus menggunakan metode diet sehat agar nutrisi tetap seimbang. kurang olahraga Penelitian menunjukkan bahwa kurang olahraga dapat menyebabkan depresi. Olahraga fisik dapat menghilangkan depresi. cahaya matahari kurang Cahaya matahari yang kurang dapat menyebabkan depresi. Para ahli percaya bahwa beberapa orang sangat sensitif terhadap melatonin sehingga mengalami depresi, karena hormon ini hanya terbentuk saat malam hari atau cahaya matahari kurang, kadar melatonin lebih tinggi di musim dingin. Oleh karena itu, paparan sinar matahari yang cukup dapat menghilangkan depresi. ketidakseimbangan nutrisi Tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, tingkat aktivitas menurun, dapat menyebabkan depresi, meskipun kasus depresi akibat kekurangan nutrisi parah sangat jarang. Penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin dan mineral tertentu dalam tubuh merupakan penyebab utama depresi. gangguan hormonal wanita Wanita pada masa menopause rentan mengalami depresi karena defisiensi estrogen menyebabkan perubahan hormon dan zat kimia lainnya, yang kemudian menyebabkan perubahan perilaku, obat anti-depresi tidak efektif; olahraga yang intensif dapat membantu menghilangkan depresi. Kontrasepsi oral juga dapat menyebabkan depresi, terutama pada wanita yang memiliki premenstrual syndrome. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi vitamin B6 di bawah pengawasan dokter untuk membantu menghilangkan depresi. Selain itu, wanita setelah melahirkan juga rentan mengalami depresi, terutama dalam 1-6 bulan pertama bayi, karena perubahan hormon persalinan.
|