Mengenai vegetarianisme, orang secara alami teringat pada dua hal: pertama, agama Buddha, kedua, perawatan kesehatan. Vegetarianisme terutama berarti tidak mengonsumsi makanan hewani, tetapi hanya makanan nabati seperti sayuran dan buah-buahan. Bagi umat Buddha, makan vegetarian disebut "zai", sebuah bentuk latihan spiritual. Jika Anda vegetarian, orang lain pasti akan bertanya: "Apakah Anda beragama Buddha?" Dulu, orang percaya bahwa vegetarianisme bermanfaat bagi perawatan kesehatan. Dalam buku "Yi Yang Si Yao" oleh Wan Quan, seorang pakar kedokteran anak dari Dinasti Ming, disebutkan bahwa vegetarianisme dapat membuat tubuh dan pikiran berada dalam kondisi terbaik. Dengan perkembangan ilmu gizi modern, para ahli menemukan bahwa banyak penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit hati, diabetes, dll., disebabkan oleh konsumsi daging yang berlebihan. Oleh karena itu, ada yang berpendapat bahwa vegetarianisme bisa membuat manusia panjang umur. Apakah vegetarianisme benar-benar berhubungan dengan umur panjang? Ini bukan soal sederhana, kita harus kembali ke topik nutrisi. Lima Kelompok Zat Gizi Zat yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan aktivitas tubuh disebut zat gizi, terutama meliputi: (1) Karbohidrat, termasuk gula dan pati, yang utamanya menyediakan energi untuk aktivitas tubuh; (2) Lemak, selain menyediakan energi untuk aktivitas tubuh, juga merupakan zat penting pembentuk tubuh; (3) Protein, juga disebut protein, merupakan zat utama pembentuk tubuh, dan juga dapat menyediakan energi; (4) Vitamin, termasuk vitamin A, B, C, D, E, B12, dll., yang terlibat dalam fungsi fisiologis tubuh; (5) Mineral, termasuk kalium, natrium, kalsium, besi, seng, selenium, dll., juga terlibat dalam fungsi fisiologis tubuh. Makanan secara umum dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: daging, biji-bijian, dan sayuran-buah. Secara umum, kelima zat gizi ini ada di semua makanan, hanya saja kandungan berbagai nutrisi berbeda-beda. Biji-bijian mengandung karbohidrat paling tinggi, sekitar 70%, dan protein sekitar 10%. Daging mengandung protein paling banyak, dengan daging tanpa lemak mencapai 40%. Lemak berasal dari kedelai dan kacang tanah nabati, juga dari daging berlemak. Vitamin A dan vitamin C paling banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan segar. Kalsium paling banyak terdapat dalam susu. Vitamin B paling banyak terdapat dalam biji-bijian kasar, tetapi vitamin B12 terutama terdapat dalam daging dan organ hewan. Perlu makanan seimbang >> Teori "Warna Cantik" untuk Wanita yang Butuh Suplemen Hormon Makanan yang terbuat dari beras dan tepung, ditambah daging, minyak, dan sayuran yang dimasak, merupakan bentuk dasar makanan bergizi yang seimbang. Jika asupan protein cukup, tubuh akan kuat dan berkembang baik; jika kurang, tubuh akan lemah dan sakit. Karbohidrat dan lemak adalah bahan utama penyedia energi tubuh, jumlahnya harus cukup, jika tidak tidak bisa mempertahankan berat badan dan aktivitas; jika terlalu banyak, mudah menyebabkan obesitas. Jika sayuran dan buah-buahan dikonsumsi terlalu sedikit, akan menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral, kesehatan buruk, mudah sakit. Oleh karena itu, perlu makanan seimbang. Ada yang berpendapat bahwa suatu makanan sangat bergizi, jadi makan terus-menerus setiap hari; ada yang tidak suka makanan tertentu (seperti telur atau daging), jadi tidak pernah makan. Jika dilakukan terus-menerus, akan menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi, berbahaya bagi kesehatan. Kebiasaan yang baik adalah sering mengganti makanan yang dikonsumsi, mencoba semua jenis makanan, tidak memilih-milih. Manusia memiliki kebiasaan: "makanan yang terus-menerus dikonsumsi, tidak ingin lagi; makanan yang lama tidak dimakan, ingin lagi." Ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi. Vegetarianisme Tidak Menjamin Nutrisi Lengkap |