Semakin banyak pria yang mengalami kesehatan yang memburuk karena tekanan berlebihan dan gaya hidup tidak sehat, tetapi mereka selalu menghindar dengan alasan sibuk tanpa melakukan olahraga sama sekali... Apakah yang terjadi pada pria? Apakah mereka tidak bisa berjalan? "Berjalan 10.000 langkah demi kesehatan" adalah gerakan kesehatan yang sedang berkembang pesat di seluruh dunia. Mungkin tidak semua orang bisa berjalan 10.000 langkah setiap hari, tetapi yang penting adalah membentuk kebiasaan sadar akan pentingnya aktivitas fisik. Menurut laporan Xinhua Daily Telegraph, dalam forum internasional "Shanghai Healthy City" yang baru-baru ini diadakan di Shanghai, profesor Colin dari Universitas Queensland, Australia, yang mempromosikan gerakan "10.000 langkah", berkata dengan terkejut: "Gerakan ini sangat populer, hingga saat ini jumlah langkah yang terdaftar di situs kami mencapai 6 miliar langkah, tetapi saya terkejut menemukan bahwa sebagian besar adalah langkah yang diambil oleh perempuan. Apakah pria tidak bisa berjalan?" "Pria dalam gaya hidup modern justru lebih rapuh, dan masalah kesehatan mereka sering kali tersembunyi di balik tubuh yang kuat." Ahli dari Fakultas Kesehatan Publik Fudan berkata, pria selalu menjadi simbol kekuatan, mereka menghadapi tanggung jawab sosial, keluarga, dan ekspektasi yang lebih besar, sehingga tekanan yang mereka derita lebih besar, tetapi sistem kesehatan publik sering kali kurang memperhatikan mereka. Misalnya, pusat kesehatan komunitas biasanya melayani lansia, anak-anak, perempuan, dan penyandang cacat. Setelah dipikirkan, semua kelompok tercakup, kecuali pria dewasa. Dalam diskusi tentang "Mengapa pria tidak bisa berjalan?", Profesor Li Daba dari Fakultas Kesehatan Publik Universitas Chinese Hong Kong mengatakan, ini bukan masalah kota tertentu, melainkan fenomena global. Pria dewasa, terutama yang berusia sekitar 40 tahun, masalah kesehatan mereka telah menjadi tantangan global. Meski semakin banyak orang menyadari betapa seriusnya masalah ini, namun dalam praktiknya, membuat pria "bergerak" sangat sulit. Dalam populasi "sub-kesehatan", pria dewasa menyumbang 75%. Survei menunjukkan semakin banyak pria dewasa yang mengalami kesehatan buruk karena tekanan hidup dan kerja yang berlebihan serta gaya hidup tidak sehat. Dr. Jia Xiaodong dari Departemen Kesehatan Kerja Pusat Pencegahan Penyakit Shanghai mengatakan, posisi psikologis dan sosial pria dewasa menyebabkan tekanan dan tanggung jawab yang lebih besar dalam pikiran maupun tindakan, sementara perhatian terhadap kesehatan diri mereka sendiri berkurang, atau bahkan terabaikan tanpa disadari, biasanya baru menyadari saat terjadi masalah. Dalam hal kesehatan, mengandalkan pengobatan setelah penyakit muncul daripada pencegahan sebelumnya sangat berbahaya, tetapi karena berbagai alasan, kebanyakan pria tetap terjebak dalam lingkaran ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 35% populasi global berada dalam kondisi tidak sehat, dan dalam kelompok "sub-kesehatan" ini, pria dewasa menyumbang hingga 75%. Baru-baru ini, survei terhadap lebih dari 1.000 pria dewasa di kota-kota seperti Shenzhen, Shanghai, dan Wuxi menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh pria dewasa berada dalam kondisi sub-kesehatan karena tekanan berlebihan, rata-rata usia tampak lebih tua lima tahun dari usia sebenarnya. Para ahli menekankan bahwa kesehatan fisik dan mental pria perlu diperhatikan. Pria modern harus lebih santai dalam mengekspresikan emosi dan menunjukkan sisi rapuh mereka. Selain itu, bahkan saat sibuk, harus menyisihkan waktu untuk memperhatikan kesehatan diri. Hal ini sama sekali tidak merusak citra pria tangguh, justru sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Mungkin pria masih sibuk dan lelah, tetapi terlepas dari seberapa sibuk dan lelahnya, mereka harus benar-benar memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan diri. Mungkin bisa dimulai dari berjalan kaki setiap hari.
|