Ritme hidup modern yang cepat dan pola makan yang tidak teratur menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit lambung. Kata pepatah: “Lambung butuh perawatan.” Bagi penderita penyakit lambung, selain penggunaan obat, terapi makanan juga sangat penting. Berikut tiga resep terapi makanan yang direkomendasikan. I. Bing Pi Bing (Bolu Buah Kering) Resep dan cara konsumsi: 500 gram kurma, rebus hingga matang, buang kulit dan bijinya. Ambil daging kurma 250 gram, 60 gram jinneijin (dalam lambung ayam), 120 gram Bai Shu (Atractylodes macrocephala), 60 gram bubuk jahe kering; cuci bersih jinneijin dan Bai Shu, panggang dengan api kecil hingga kering, haluskan menjadi bubuk, campurkan dengan bubuk jahe kering dan isi kurma, aduk hingga menjadi pasta, bentuk menjadi bolu kecil, keringkan dalam oven, simpan dalam kantong plastik makanan. Bolu ini memiliki warna, aroma, dan rasa yang enak, bisa dimakan sebagai camilan saat perut kosong atau sebagai camilan setelah makan, kunyah perlahan, nikmat dan lezat, tidak hanya disukai pasien, anak-anak pun suka. Khasiat: Kurma rasanya manis, dapat memanaskan dan memperkuat limpa, memperkaya darah dan qi. Bukti medis modern menunjukkan bahwa kurma kaya protein dan vitamin C, protein sangat penting untuk perbaikan luka ulkus; vitamin C meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Jinneijin rasanya manis dan asam, netral, dapat memperkuat lambung dan mencerna makanan. Bai Shu memperkuat limpa dan qi, mengeringkan kelembapan dan menghilangkan air. Keseluruhan resep memiliki fungsi memperkuat limpa dan menghangatkan pusat, memperkuat pencernaan. Indikasi atau kontraindikasi: Hanya cocok untuk pasien ulkus peptik yang belum mengalami perdarahan, dengan diagnosis TCM sebagai defisiensi limpa dingin, ditandai dengan nyeri lambung berkelanjutan, suka hangat dan tekanan, nafsu makan berkurang, lelah, tinja encer, anggota tubuh dingin. Jika nyeri lambung terasa panas, mudah marah, asam lambung, rasa tidak nyaman, mulut kering dan pahit, termasuk jenis hati-lambung panas, maka tidak cocok mengonsumsi bolu ini. II. Zhou Ren Zhi (Bubur Almond) Resep dan cara konsumsi: 10 gram almond, 10 gram Shengdi (Rehmannia glutinosa), rendam almond hingga kulitnya lepas, buang ujungnya, cuci bersih kedua bahan, tambahkan air secukupnya, didihkan dengan api besar, lalu rebus dengan api kecil. Setelah 30 menit, saring ampas, tambahkan 100 gram beras biasa ke dalam air rebusan, masak menjadi bubur. Setelah bubur matang, tambahkan 2 gram bubuk Gui Xin (kayu manis), 50 gram gula merah. Konsistensi bubur bisa disesuaikan sesuai selera. Konsumsi 1 mangkuk kecil setiap kali, 3-4 kali sehari. Bubur ini berwarna merah terang, beras hancur dan minyak keluar, manis dan lezat, teksturnya halus. Khasiat: Dalam TCM dikatakan: “Nyeri karena tidak lancar, lancar karena tidak nyeri.” Almond dapat mengaktifkan sirkulasi darah, menghilangkan stasis darah, melunakkan usus dan menghilangkan sembelit. Shengdi dapat menyejukkan panas, mengisi yin, memperkaya darah dan mengaktifkan sirkulasi darah. Gui Xin dan gula merah dapat menghangatkan darah dan menghilangkan rasa sakit. Beras biasa rasanya manis dan netral, dapat memperkuat limpa dan lambung, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, dan vitamin B1. Gula merah tidak hanya memberi energi, tetapi juga kaya zat besi. Protein dan zat besi adalah bahan utama pembentukan darah. Keseluruhan resep memiliki fungsi menghilangkan stasis darah, mengaktifkan peredaran darah, menghilangkan rasa sakit, dan memperkuat limpa dan lambung. Indikasi dan kontraindikasi: Cocok untuk pasien ulkus peptik setelah perdarahan berhenti atau yang tidak mengalami perdarahan, dengan diagnosis TCM sebagai stasis darah internal, ditandai dengan nyeri lambung seperti tusukan jarum, nyeri tetap di tempat tertentu, lidah ungu atau ada bintik-bintik ungu. Jika ulkus masih aktif dengan perdarahan, maka tidak boleh mengonsumsi bubur ini. III. Zhou Xian Lu Gen (Bubur Batang Rumput Segar) Resep dan cara konsumsi: 100 gram batang rumput segar, 5 gram Qingpi (Chenpi), 100 gram beras biasa, 2 iris jahe. Cuci batang rumput segar, potong menjadi potongan kecil sepanjang 1 cm, masukkan bersama Qingpi ke dalam panci, tambahkan air secukupnya, rendam selama 30 menit, didihkan dengan api besar, lalu rebus dengan api kecil selama 20 menit. Saring ampas, tambahkan beras yang sudah dicuci ke dalam air rebusan, masak hingga beras mekar dan bubur menjadi lengket. 5 menit sebelum matang, tambahkan jahe. Minum sehari 2 kali, hangat. Bubur ini memiliki aroma beras yang enak dan aroma segar dari batang rumput, teksturnya halus dan lezat, memiliki cita rasa khas. Khasiat: Batang rumput segar membersihkan panas dan mengisi yin, Qingpi mengatur qi dan menghilangkan rasa sakit, jahe menghangatkan lambung dan menghentikan muntah, beras biasa memperkuat lambung dan limpa. Gabungan bahan-bahan ini secara tepat mencapai tujuan menghilangkan panas lambung, mengisi yin, dan menghilangkan rasa sakit. Indikasi dan kontraindikasi: Cocok untuk pasien ulkus peptik dengan diagnosis TCM sebagai panas hati-lambung, ditandai dengan nyeri lambung terasa panas, mudah marah, asam lambung, rasa pahit dan kering di mulut. Jika nyeri lambung terasa dingin, suka hangat, tinja encer, maka tidak cocok mengonsumsi bubur ini.
|