Mengapa nyeri otot muncul pada hari kedua setelah berolahraga? Bagaimana cara mencegahnya? 2003-07-08 Banyak orang yang melakukan olahraga merasa bahwa nyeri otot biasanya tidak muncul segera setelah olahraga, melainkan baru muncul pada hari kedua atau ketiga, dan akan mereda secara bertahap dalam waktu 2-3 hari. Jika nyeri otot disebabkan oleh akumulasi asam laktat saat olahraga, maka seharusnya mencapai puncaknya saat olahraga atau sesaat setelahnya, mengapa justru muncul setelah hari kedua? Apa penyebab nyeri otot semacam ini? Bagaimana cara mengurangi atau mencegahnya? Nyeri otot yang umum muncul 24 jam setelah olahraga dikenal dalam ilmu olahraga sebagai "nyeri otot terlambat" (Delayed Onset Muscle Soreness). Nyeri ini mencapai puncaknya dalam rentang waktu 24-72 jam setelah olahraga, dan nyeri akan hilang hampir sepenuhnya dalam waktu 5-7 hari. Selain nyeri, juga terjadi kekakuan otot, ringan hanya terasa nyeri saat ditekan, sedang bahkan menyebabkan pembengkakan otot sehingga mengganggu aktivitas. Semua otot rangka dapat mengalami nyeri otot terlambat setelah olahraga intensif, terutama setelah lari jarak jauh. Pelari jarak jauh sering mengalami nyeri di bagian pinggul, paha, dan kaki bagian depan otot ekstensor serta bagian belakang otot fleksor, dengan gejala lebih jelas di ujung otot dan daerah tendon. Setelah olahraga maksimal di musim panas, selain nyeri otot, juga bisa muncul gejala dehidrasi, hipokalsemia, dan hipoproteinemia. Penyebab pasti nyeri otot ini belum sepenuhnya diketahui. Banyak orang percaya bahwa penggunaan otot secara berlebihan dapat menyebabkan nyeri otot, dengan alasan: 1. Peningkatan tiba-tiba tegangan dan elastisitas otot dapat menyebabkan kerusakan fisik pada komponen struktur otot. 2. Peningkatan metabolisme menyebabkan peningkatan toksisitas limbah metabolisme terhadap jaringan. 3. Perubahan regulasi saraf otot menyebabkan otot mengalami kejang dan menyebabkan nyeri. Bagaimana cara mencegahnya? 1. Atur jadwal olahraga secara wajar. Setelah beberapa waktu berolahraga, jumlah olahraga yang sebelumnya menyebabkan nyeri otot akan menjadi lebih jarang menimbulkan gejala. Selain itu, efeknya bersifat spesifik. Misalnya, setelah berlatih olahraga turun bukit, nyeri otot akibat olahraga turun bukit akan berkurang. 2. Terapi lokal hangat dan olesan obat. Mandi air hangat setelah olahraga dapat mengurangi nyeri otot. Olesan minyak, pasta, atau salep pijat juga dapat mengurangi rasa sakit. 3. Latihan peregangan otot dapat mengurangi rasa nyeri. Peregangan otot membantu relaksasi otot dan mengurangi ketegangan otot antagonis, mempercepat pemulihan otot yang tegang. Latihan peregangan otot ini juga menjadi dasar pencegahan cedera saat olahraga. 4. Lakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat saat berolahraga. Pemanasan yang cukup dan pendinginan yang baik dapat membantu mencegah atau mengurangi nyeri otot.
|