Teh hijau memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh, namun makanan terbaik pun tetap memiliki larangan diet tertentu. Bagi wanita yang sedang menstruasi, minum teh hijau tidak hanya tidak membantu kesehatan, bahkan bisa menimbulkan masalah bagi tubuh. Wanita saat menstruasi mengalami kehilangan darah yang signifikan, dan bersamaan itu elemen penting untuk sintesis hemoglobin—yaitu zat besi—juga ikut hilang. Berdasarkan penelitian, selain kehilangan zat besi secara normal, wanita kehilangan tambahan 18–21 mg zat besi setiap kali menstruasi. Oleh karena itu, sering disarankan agar wanita menambah asupan makanan kaya zat besi seperti jamur hitam, hati sapi, dll., untuk mencegah anemia akibat kekurangan zat besi. Namun, jika minum teh hijau saat menstruasi, usaha tersebut akan sia-sia. Karena teh hijau mengandung banyak tanin, yang dapat bereaksi dengan molekul zat besi dalam makanan membentuk endapan besar, menghambat penyerapan zat besi oleh selaput usus. Penelitian menunjukkan bahwa semakin pekat teh hijau, semakin besar penghambatannya terhadap penyerapan zat besi, terutama jika diminum setelah makan. Oleh karena itu, wanita dan penderita anemia sebaiknya menghindari minum teh pekat, bahkan dalam kondisi biasa. Kedua, wanita saat menstruasi sering mengalami sembelit. Menurut penelitian, hal ini terkait dengan sekresi hormon progesteron. Tanin dalam teh hijau juga dapat memperparah gejala sembelit karena sifatnya yang menghambat (kontraktif), yang menyebabkan gerakan usus melambat, sehingga tinja terus terjebak di usus. Ketiga, selama menstruasi, karena perubahan fungsi regulasi hormonal saraf, wanita sering mengalami stres mental, sakit kepala, nyeri payudara, dan gejala lain. Untuk menghindari reaksi-reaksi ini, penting mengendalikan emosi agar tidak terlalu terangsang. Namun, kafein dan theobromine dalam teh justru memiliki efek menstimulasi, yang dapat memperburuk nyeri haid, sakit kepala, dan nyeri punggung. Bagi wanita yang terbiasa minum teh, jika tiba-tiba berhenti minum teh saat menstruasi terasa tidak nyaman, bisa mencoba berkumur dengan air teh—dengan begitu bisa memenuhi keinginan minum teh, sekaligus membersihkan mulut, memberi sensasi segar, menghilangkan bau mulut, dan melindungi gigi. (Penulis: Profesor Li Huiming, Departemen Gizi Rumah Sakit Xiangya, Universitas Zhongnan)
|