Penulis zaman Ming, Chen Ni, pernah menulis puisi memuji kacang hijau: "Ada sesuatu yang indah, tubuh es dan kualitas putih, biji tidak masuk lumpur, akar tidak bergantung pada dukungan." Sebenarnya, kacang hijau memiliki sejarah menarik. Saat Kaisar Qianlong menyelidiki kehidupan rakyat di wilayah Jiangnan, dia pernah makan sebuah hidangan berwarna kuning keemasan di rumah seorang petani. Kaisar Qianlong merasa hidangan ini renyah, lembut, dan rasanya enak, lalu bertanya kepada petani wanita apa nama hidangan ini? Petani tidak tahu bahwa yang berbicara adalah kaisar, jadi dia bercanda: "Hidangan ini bentuknya seperti 'Yiru', jadi disebut 'Sayur Yiru'." Setelah kembali ke ibukota, Kaisar Qianlong terus memikirkan 'Sayur Yiru', tapi juru masak istana tidak tahu apa itu 'Sayur Yiru', jadi mereka mencari-cari. Akhirnya, bertemu seorang anak buah dari Jiangnan, baru tahu bahwa 'Sayur Yiru' adalah kacang hijau. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun protein kacang kedelai tinggi, karena adanya inhibitor tripsin, nilai gizinya terbatas, sehingga disarankan mengonsumsi produk kedelai. Selama proses perkecambahan, zat-zat ini sebagian besar terurai. Tingkat penyerapan protein kacang hijau meningkat sekitar 10% dibanding kacang kedelai. Selain itu, oligosakarida seperti gula kapas, gula rhamnosa, dan gula saccarosa dalam kacang kedelai yang tidak dapat diserap tubuh dan mudah menyebabkan perut kembung, selama perkecambahan menurun drastis hingga hilang total, sehingga menghindari gejala perut kembung setelah makan kacang kedelai. Selama perkecambahan, karena aktivitas enzim, lebih banyak mineral seperti kalsium, fosfor, besi, seng dilepaskan, meningkatkan penyerapan mineral dalam kacang kedelai. Selama perkecambahan, selain vitamin C, beta-karoten meningkat 1–2 kali lipat, vitamin B2 meningkat 2–4 kali lipat, nikotinamida meningkat lebih dari 2 kali lipat, folat meningkat dua kali lipat. Asam asparagin dalam kacang kedelai meningkat drastis, sehingga makan kacang hijau dapat mengurangi akumulasi asam laktat dalam tubuh, menghilangkan kelelahan. Kacang hijau juga mengandung enzim nitrat fosfatase, yang dapat secara efektif mencegah epilepsi dan mengurangi serangan epilepsi. Baru-baru ini ditemukan bahwa kacang hijau mengandung zat induktor interferon, yang dapat merangsang produksi interferon, meningkatkan kemampuan tubuh melawan virus dan tumor kanker. Seperti kacang kedelai, kacang hijau juga memiliki efek diuretik dan detoksifikasi. Jika terjadi demam, mulut kering, tenggorokan sakit, batuk dengan dahak kuning, nyeri di sisi tubuh, buang air kecil sedikit dan kuning, BAB tidak lancar, dan tubuh panas, sebaiknya beli 500–1000 gram kacang hijau, tambahkan 1 potong kulit jeruk tua, rebus dengan air banyak selama 4–5 jam dengan api besar, lalu minum. Efeknya adalah membersihkan panas paru-paru, menghilangkan dahak kuning, memperlancar buang air kecil, dan melembapkan organ dalam.
|