Saat ini adalah musim jeruk tiba. Jeruk populer karena kulitnya kuning cerah dan menarik, daging buahnya asam-manis, sehingga banyak orang menyukainya. Namun, setelah memakan jeruk, banyak orang langsung membuang kulitnya, sayang sekali. Padahal, kulit jeruk adalah obat tradisional Tiongkok bernama "Chenpi", bersifat hangat, rasanya pedas, memiliki fungsi mengatur qi, menghilangkan dahak, mengeringkan kelembaban, dan dapat dibuat menjadi berbagai hidangan lezat. Selain menambah nafsu makan, juga dapat mengatasi gejala seperti perut kembung, mual, batuk dengan dahak berlebih. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba: Bubur Kulit Jeruk Saat merebus bubur beras, masukkan beberapa potongan kulit jeruk bersih sebelum bubur mendidih. Setelah matang, bubur tidak hanya enak dan harum, tetapi juga membantu terapi makanan bagi orang yang mengalami perut kembung atau batuk dengan dahak berlebih. Sup Kulit Jeruk Saat membuat sup daging atau sup tulang babi, tambahkan beberapa potongan kulit jeruk. Selain rasa sup yang lezat, ada aroma jeruk yang samar, membuat makanan terasa tidak berminyak. Teh Kulit Jeruk 1. Potong kulit jeruk yang sudah dibersihkan menjadi serutan, potongan kecil, atau kubus, bisa diseduh sendiri dengan air panas, atau dicampur dengan teh, diminum memberi rasa harum, serta memiliki efek membuka nafsu makan, mengatur pernapasan, dan menyegarkan pikiran. 2. Teh Jeruk dan Jahe. Cuci bersih kulit jeruk, gunakan pisau mengelupas lapisan putih bagian dalam, potong halus, simpan. Jahe muda dicuci, potong halus, campurkan dengan dua mangkuk air, didihkan dengan api besar, lalu turunkan api kecil, rebus selama sekitar 5 menit, lalu masukkan kulit jeruk, rebus lagi selama 20 detik, kemudian matikan api. Minum sebagai teh. Memberikan efek melegakan hati, menghilangkan stres, mengurangi nyeri, dapat membantu mengatasi nyeri perut akibat kehamilan dan suasana hati buruk. Wine Kulit Jeruk Rebus kulit jeruk yang sudah dicuci dan dikeringkan dalam alkohol putih secukupnya, sekitar 20 hari kemudian sudah bisa diminum. Wine kulit jeruk memiliki efek membersihkan paru-paru dan menghilangkan dahak. Jika direbus lebih lama, rasa wine akan lebih baik. Kulit Jeruk Sebagai Lauk Setelah makan jeruk, kumpulkan kulit jeruk segar, cuci bersih, rendam dalam air bersih selama 2 hari, potong halus, kemudian garamkan selama 20 hari, menjadi lauk yang sangat lezat, tidak hanya manis dan segar, tetapi juga memiliki efek menetralkan alkohol. Kulit Jeruk Kecil Gunakan kulit jeruk segar, buang tangkai dan bagian rusak, cuci bersih, keringkan, potong kecil-kecil, lalu rendam dalam madu atau gula selama 20 hari, bisa digunakan sebagai isian untuk kue manis seperti kue bulan atau kue gulung, rasanya segar dan manis. Kulit Jeruk Berbumbu Lima Rasa Rendam kulit jeruk bersih dalam air bersih selama satu malam, buang bagian tangkai, ujung, dan bagian busuk, peras kering, lalu rebus dalam air mendidih selama 30–40 menit, peras kering, potong menjadi kubus 1 cm, campurkan dengan 20 gram garam untuk setiap 500 gram kulit jeruk basah, rebus kembali selama 30 menit, angkat, saat masih lembap taburkan bubuk licorice, sekitar 15 gram per 500 gram, keringkan di bawah sinar matahari, hasilnya adalah kulit jeruk berbumbu lima rasa yang manis, harum, asam, asin, dan sedikit pahit. Rasanya tahan lama, sekaligus memiliki efek terapi obat. selai kulit jeruk selai kulit jeruk bisa dibuat dari kulit kering maupun segar. Cuci kulit jeruk hingga bersih, masukkan ke dalam wajan, rebus dengan air hingga mendidih beberapa menit, tuangkan air, tambahkan air baru, rebus lagi beberapa menit, ulangi proses ini 3–4 kali hingga rasa pahit kulit jeruk tidak terlalu kuat. Kemudian peras kulit jeruk hingga kering, potong halus, semakin halus semakin baik, jika bisa menggunakan mesin penggiling daging lebih baik. Masukkan kulit jeruk yang sudah dihaluskan kembali ke dalam wajan, sesuai jumlah kulit jeruk tambahkan gula merah, gula putih, dan gula sintetik secukupnya, tambahkan sedikit air, didihkan, lalu rebus dengan api kecil hingga menjadi pasta kental, selai kulit jeruk siap disajikan. Makan jeruk secara rutin bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah – Musim jeruk mulai tiba lagi, jeruk berwarna cerah dan rasanya asam-manis, merupakan buah musiman favorit di musim gugur dan musim dingin. Jeruk kaya nutrisi, satu jeruk saja hampir memenuhi kebutuhan vitamin C harian tubuh. Jeruk mengandung lebih dari 170 senyawa tumbuhan dan lebih dari 60 senyawa flavonoid, sebagian besar zat ini merupakan antioksidan alami. Kandungan nutrisi yang kaya dalam jeruk memiliki efek menurunkan kolesterol, mencegah aterosklerosis, sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Cara Makan Jeruk yang Benar Pada musim gugur dan musim dingin, banyak jeruk segar tersedia. Daging jeruk segar mengandung vitamin C yang kaya, jauh lebih tinggi dibanding apel, pir, anggur, dll. Kandungan vitamin C pada kulit jeruk bahkan lebih tinggi daripada daging buah. Vitamin C tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga dapat memperbaiki kondisi sel-sel yang kencang dan kendur, membuat struktur sel otak kokoh dan kulit halus serta elastis. Penelitian medis menunjukkan bahwa makan satu jeruk setiap hari dapat membantu mencegah serangan beberapa jenis kanker (terutama kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker lambung), serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes. Meskipun jeruk enak, kita harus memperhatikan cara makan yang benar. Jangan Buang "Jaringan Putih" di Bawah Kulit Jeruk: Banyak orang saat makan jeruk suka mencabut jaringan putih di sekitar daging jeruk sampai habis, padahal cara ini tidak ilmiah. Jaringan putih di sekitar daging jeruk biasanya disebut "Jie Luo". Dalam TCM, jaringan putih ini memiliki fungsi membuka meridian, menghilangkan dahak, mengatur qi dan melancarkan darah. Ini adalah makanan terapi yang sangat baik bagi pasien penyakit kronis seperti bronkitis kronis dan penyakit jantung koroner, serta membantu mengatasi nyeri dada dan samping akibat batuk lama. Studi nutrisi modern menunjukkan bahwa jaringan putih mengandung senyawa bernama rutin. Rutin membuat pembuluh darah tetap elastis dan padat, mengurangi kerapuhan dan permeabilitas dinding pembuluh darah, sehingga mencegah perdarahan otak pada penderita hipertensi dan perdarahan retina pada penderita diabetes. Bagi orang yang mudah mengalami perdarahan, terutama lansia dengan arteriosklerosis, mengonsumsi jaringan putih sangat bermanfaat. Jangan Makan Lebih dari 3 Jeruk Sehari: Karena kebutuhan vitamin C harian seseorang sudah cukup dengan makan 3 jeruk, makan terlalu banyak justru merusak gigi dan mulut. Selain itu, jeruk mengandung xanthophyll, jika dikonsumsi berlebihan, kadar darah naik drastis dan menumpuk di jaringan lemak kulit, seperti telapak tangan, jari tangan, telapak kaki, garis hidung, dan tepi lubang hidung, menyebabkan kulit tampak kekuningan mirip hepatitis ikterik. Keadaan khusus ini dalam dunia medis disebut "hiperkarotenemia", disebabkan oleh konsumsi jeruk berlebihan yang menyebabkan peningkatan karotenoid dalam darah, hati tidak sempat mengubah karotenoid berlebih menjadi vitamin A, sehingga kadar karotenoid di kulit meningkat secara signifikan. Jangan Makan Jeruk dan Lobak Bersamaan: Jangan makan jeruk segera setelah makan lobak putih. Karena lobak mengandung enzim yang banyak, ketika dikonsumsi tubuh akan menghasilkan senyawa thiocyanate. Senyawa ini dalam metabolisme menghasilkan zat penghambat tiroid — thiocyanate, yang dapat menghambat penyerapan yodium oleh tiroid, menghambat pembentukan hormon tiroid. Jeruk mengandung senyawa flavonoid, setelah dipecah oleh bakteri usus, dapat diubah menjadi hydroxybenzoic acid dan ferulic acid, yang dapat memperkuat efek penghambatan thiocyanate terhadap tiroid. Oleh karena itu, jika keduanya sering dikonsumsi bersama, dapat memicu atau menyebabkan pembesaran tiroid. Selain lobak, jeruk juga tidak disarankan dikonsumsi bersama susu, karena asam dalam jeruk akan membuat protein susu menggumpal, tidak hanya mengganggu penyerapan, tetapi juga bisa menyebabkan gejala seperti perut kembung, nyeri perut, diare. Oleh karena itu, sebaiknya minum susu terlebih dahulu, baru makan jeruk setelah 1 jam. (Mimi) Pesan Penting Harap Hati-Hati Saat Menyeduh Teh Kulit Jeruk Kulit jeruk sendiri adalah barang yang baik, merupakan obat tradisional Tiongkok, dan sering digunakan sebagai bumbu di masyarakat. Dari sudut pandang farmakologi, ia memiliki efek mengatur qi, memperkuat lambung, menghilangkan dahak, dan menghentikan muntah, tanpa efek samping negatif. Karena manfaat kulit jeruk ini, serta ketersediaannya yang mudah dan murah, banyak orang suka menyeduhnya sebagai teh. Namun, menyeduh teh dari kulit jeruk justru berbahaya? Bukan karena kulit jeruk itu buruk, tetapi karena jeruk sering mengalami hama saat tumbuh, petani sering menggunakan pestisida untuk mengatasinya, menyebabkan residu racun menempel di kulit jeruk, sulit hilang dan tidak bisa dibersihkan. Jika diseduh sebagai teh, bahayanya sangat besar, ringan bisa menyebabkan mual dan muntah, berat bisa berakibat fatal. Selain itu, selama distribusi, jeruk sering direndam atau disemprot dengan pengawet untuk menjaga kesegarannya, meskipun daging jeruk tetap segar, kulit jeruk justru tercemar parah dan mengandung banyak racun. Oleh karena itu, jangan minum air rebusan kulit jeruk langsung.
|