Mengonsumsi Serbuk Labu untuk Mencegah Diabetes Labu, juga dikenal sebagai "wara", adalah tanaman herba dari famili Cucurbitaceae, memiliki manfaat seperti memperkuat vitalitas tengah, melembutkan paru-paru, dan menghilangkan dahak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa labu mengandung pektin yang melimpah dan mikroelemen kobalt, pektin dapat memperlambat penyerapan gula dan lipid di usus, sedangkan mikroelemen kobalt merupakan elemen penting yang diperlukan oleh sel pankreas untuk sintesis insulin, sehingga mengonsumsi labu secara rutin dapat membantu mencegah diabetes. Namun, labu mengandung gula dalam jumlah tertentu, jika dikonsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan gula darah. Bagaimana cara pasien diabetes mengonsumsi labu? Pasien diabetes dapat membuat labu menjadi serbuk labu agar bisa dikonsumsi secara terus-menerus dalam jumlah kecil. Langkah utama pembuatan serbuk labu adalah: Pilih labu matang, cuci bersih, kupas kulit dan buang bijinya, lalu iris halus; rendam irisan labu dalam air bersih selama satu jam, kemudian angkat dan keringkan; masukkan irisan labu ke dalam oven (pemanasan 60-80°C selama 8 jam), atau tumis hingga renyah menggunakan wajan besi; haluskan irisan labu yang sudah renyah, simpan dalam wadah kedap udara. Setiap kali, ambil 1-2 sendok teh (30-40 gram) serbuk labu, aduk dengan air hangat secukupnya, lalu minum, diminum tiga kali sehari, konsumsi selama 15 hari, kemudian sesuaikan dosis serbuk labu berdasarkan penurunan kadar gula darah.
|