Makanan cepat saji barat menyebabkan penyakit modern Berdasarkan laporan CCTV Internasional: Baru-baru ini Profesor William Cannell dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston, Amerika Serikat, mengusulkan agar China mengendalikan perkembangan pesat makanan cepat saji barat, dan lebih mendorong makanan Tiongkok yang lebih sehat. Makanan cepat saji barat merupakan salah satu penyebab utama obesitas dan berbagai penyakit. Pada tahun 1983, penelitian bersama antara ilmuwan Tiongkok dan Amerika membuktikan bahwa pola makan Tiongkok lebih unggul dibandingkan pola makan barat. Salah satu alasannya adalah makanan cepati barat menjadi penyebab utama obesitas. Dr. Yang Yuexin dari Institut Nutrisi dan Kesehatan, Akademi Pencegahan Penyakit Tiongkok, berpendapat bahwa semakin banyak toko makanan cepat saji barat yang dibuka di Tiongkok, semakin banyak pula orang yang mengalami obesitas, sehingga angka kejadian hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, dan beberapa jenis kanker meningkat. Makanan cepat saji secara bertahap membuat tubuh menjadi gemuk. Secara umum, kalori yang disediakan jauh melebihi kebutuhan tubuh, sehingga menyebabkan obesitas. Dr. Yang Yuexin mengklasifikasikan makanan cepat saji barat secara kasar menjadi tiga kategori. Pertama, makanan utama, termasuk mie instan, hamburger, makanan panggang (roti), makanan beku, potongan ayam goreng, irisan daging sapi, sosis. Kedua, minuman, termasuk bir, soda, cola, jus, kopi instan. Ketiga, camilan, seperti kentang goreng, salad, keripik udang, kacang-kacangan, es krim, dan makanan olahan goreng lainnya. Risiko makanan ini terletak pada makanan goreng dan panggang yang tinggi kalori dan lemak, jauh melebihi kebutuhan harian lemak orang dewasa. Lemak berlebihan akan menjadi lemak subkutan atau menumpuk di pembuluh darah dan dinding pembuluh darah, menimbulkan risiko penyakit kardiovaskular. Di sisi lain, minuman juga menjadi penyebab obesitas, misalnya cola yang dengan cepat mendominasi pasar konsumsi Tiongkok, serta berbagai jus dan soda, yang menarik dan mengendalikan selera anak-anak dan orang dewasa, menjadi minuman populer. Minuman-minuman ini mengandung banyak pewarna sintetis, gula buatan, dan aroma buatan. Konsumsi jangka panjang karena asupan gula berlebihan dapat menyebabkan obesitas. Misalnya, satu botol soda biasa (250 ml) mengandung 35–38 gram gula, tanpa nutrisi apa pun, dan mudah menyebabkan asupan gula berlebihan. Dalam makanan cepat saji barat, seperti keripik udang, kentang goreng, sate domba, potongan ayam, sebagian besar adalah makanan goreng. Makanan ini mengandung gula tinggi, garam tinggi, dan banyak mononatrium glutamat. Selain itu, setelah digoreng pada suhu tinggi, vitaminnya hampir hilang. Makanan ini memiliki beberapa bahaya: pertama, memengaruhi selera dan nafsu makan makanan utama anak-anak; kedua, menyebabkan anak gemuk dan hipertensi (orang dewasa yang suka makan makanan ini juga bisa gemuk); ketiga, menyebabkan gangguan perilaku anak seperti hiperaktif dan berlebihan aktivitas. Dr. Yang Yuexin mengatakan hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan cepat saji barat, termasuk makanan Tiongkok yang digoreng, sebaiknya tidak dikonsumsi lagi jika sudah disimpan semalam. Selain bahaya lemak tinggi, kandungan peroksida yang meningkat akan menyebabkan kerusakan lebih besar bagi tubuh.
|