Manfaat makanan tambahan tidak langsung terasa Banyak orang merasa lelah atau kelelahan, lalu langsung ingin "makan tambahan", mengira setelah makan suplemen akan langsung seperti Popeye yang makan bayam dan langsung kuat. Padahal tidak sesederhana itu, dan tidak mungkin "langsung bekerja". Biasanya setelah makan daging yang kaya protein, malah terasa lapar, karena meski sudah makan suplemen, tubuh tetap butuh waktu untuk mencerna dan menyerapnya; jika pencernaan baik, perut justru cepat lapar. Ketika kita makan makanan, pertama-tama dicerna oleh enzim dalam getah lambung atau usus halus, lalu diubah menjadi molekul kecil yang mudah diserap agar bisa dimanfaatkan tubuh. Kita semua tahu bahwa protein adalah sumber energi. Kecuali jika sebelumnya sudah cukup mengonsumsinya, bagian yang baru dimakan hanya bisa mengisi kekurangan dalam tubuh, belum bisa langsung digunakan. Oleh karena itu, jika tahu akan butuh tenaga besar, minimal harus mulai menambah protein tiga hingga empat hari sebelumnya. Bahkan jika tubuh tidak kekurangan protein. Makanan yang baru dimakan butuh waktu setidaknya setengah hari untuk mulai bekerja. Jadi jika harus bekerja keras siang hari, sarapan harus cukup. Jika harus bekerja sampai larut malam, makan siang sangat penting. Jika harus lembur malam, tapi baru menambah protein saat makan malam, tentu terlambat. Lagipula makan terlalu banyak justru membuat perut kembung dan mengganggu produktivitas. Secara umum, menambah energi tidak boleh menunda sampai saat terakhir. Mungkin ada yang berkata: saya cukup minum teh atau kopi saja agar segar. Benar, kafein dalam teh atau kopi bisa membuat pikiran lebih jernih dan meningkatkan produktivitas sesaat. Namun efek ini bersifat sementara. Energi yang sebenarnya harus berasal dari tubuh sendiri. Minuman penambah energi hanya bisa bertahan satu atau dua hari, biasanya tidak cukup sampai hari ketiga. Jika sejak awal menjaga nutrisi seimbang, maka minum kopi hanya akan memberi hasil ganda. Kita tahu bahwa punggung unta adalah tempat simpanan nutrisi dan air. Namun punggung tinggi itu tidak bisa didapat hanya dengan makan sekali. Itu hasil akumulasi bertahun-tahun. Dari sini terlihat bahwa nutrisi juga harus dikumpulkan dan disimpan secara terus-menerus. Berdasarkan fungsi fisiologis tubuh, jika nutrisi kurang dan tenaga turun, biasanya suasana hati menjadi buruk; perut kosong atau dalam keadaan lapar juga lebih mudah marah. Jadi hindari duduk di meja negosiasi saat perut kosong, karena bisa mudah marah dan kalah dari lawan. Dalam berbagai hidangan yang bisa menambah nutrisi dan energi, tumisan daun bawang dengan hati babi sangat ideal. Terutama hati babi, mengandung banyak vitamin dan mineral. Meskipun konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kadar kolesterol tinggi, namun konsumsi dalam jumlah wajar sangat membantu kesehatan. Di samping itu, daun bawang juga tak kalah baik dibanding hati babi, karena mengandung nutrisi tinggi. Terutama aromanya yang khas, mirip bawang putih, dapat membantu penyerapan vitamin B1 dan membuatnya lebih lama tersimpan dalam tubuh. Sementara hati babi kaya akan vitamin B1, sehingga dikonsumsi bersama daun bawang dapat memperkuat penyerapan, membantu menghilangkan kelelahan dan meningkatkan tenaga.
|