Pantangan dan larangan makanan untuk penyakit usus dan lambung Lambung & Ulkus Duodenum Boleh: makan makanan lunak yang kaya protein, vitamin, dan unsur mikro esensial. Protein, vitamin C, kalsium, seng sangat penting untuk memperbaiki jaringan dan menyembuhkan luka. Besi, tembaga, kobalt juga dapat digunakan untuk mengobati anemia. Vitamin B1 dapat memperbaiki nafsu makan dan mempercepat metabolisme karbohidrat, vitamin B6 dapat mencegah muntah dan menyesuaikan fungsi lambung. Saat tidak ada perdarahan, bisa rutin mengonsumsi bubur nasi, mi lunak, susu kedelai, susu, krim. Makanan-makanan ini dapat mengurangi beban lambung, mengurangi gerakan usus dan sekresi asam lambung. Larangan: Hindari makanan dan minuman yang merangsang, seperti makanan pedas, alkohol, teh pekat, kopi; makanan yang mudah menghasilkan gas dan sulit dicerna seperti kacang-kacangan, kacang-kacangan kering; sayuran berserat tinggi seperti seledri, daun bawang. Selain itu, makanan goreng dan asinan, makanan asam dan gula juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Gastritis Boleh: makan secara teratur dan dalam porsi yang sesuai, mudah dicerna. Makan sedikit tapi sering, kunyah pelan-pelan. Pada gastritis atrofik dengan kekurangan cairan lambung, boleh makan makanan yang lembut dan basah seperti bubur lotus, bubur, jus buah, buah-buahan asam atau produk dari buah plum hitam. Dalam memasak lauk, bisa ditambahkan sedikit cuka untuk meningkatkan produksi asam lambung. Pada gastritis hipertrofik, boleh makan makanan alkali seperti bayam, seledri, rumput laut, susu, produk kedelai. Dalam makanan roti dan bubur nasi juga bisa ditambahkan sedikit soda api untuk menetralkan asam lambung. Gastritis harus menghindari minuman yang merangsang seperti alkohol keras, teh pekat, kopi, serta bumbu pedas seperti cabai, lada, wasabi. Penderita asam lambung berlebih harus menghindari makanan asam dan mengurangi konsumsi gula. Penderita asam lambung rendah harus menghindari makanan alkali.
|