Beri Anak Sayur "Peningkat Darah" Saat ini, anemia defisiensi besi pada anak-anak telah menjadi penyakit baru yang serupa dengan obesitas dan miopia, menjadi "penyakit kemewahan" anak-anak. Dokter menyatakan bahwa struktur makanan yang tidak seimbang, makanan yang dipilih-pilih dan tidak seimbang adalah penyebab utama anak-anak menderita anemia defisiensi besi. Dokter mengatakan bahwa kecuali sedikit kasus karena faktor bawaan, penyebab utama anemia defisiensi besi pada anak-anak berkaitan dengan kebiasaan makan dan gaya hidup sehari-hari. Banyak anak suka minum susu yogurt atau makan cokelat begitu bangun tidur, ada yang minum susu dingin dan makan buah saat perut kosong, ada juga orang tua yang tidak makan sarapan, sehingga anak-anak pun sering tidak makan sarapan. Anak-anak yang tidur larut dan bangun pagi bersama orang tua biasanya tidak punya waktu cukup untuk sarapan, lama-kelamaan bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Jika remaja penderita anemia defisiensi besi tidak segera mengonsumsi besi, bisa mengalami penurunan stamina, daya ingat menurun, tingkat imunitas sel menurun, mudah terkena pilek, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan atas. Metode paling sederhana untuk memperbaiki anemia adalah dengan memberi anak makanan yang kaya besi untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Makanan-makanan tersebut antara lain daging tanpa lemak, hati babi, kuning telur, rumput laut, hati ayam, nori, jamur, dan produk kedelai. Hati hewan: Hati kaya nutrisi, merupakan makanan pertama untuk mencegah anemia defisiensi besi. Setiap 100 gram hati babi mengandung 25 mg besi, dan mudah diserap tubuh. Pasta hati sangat cocok untuk anak-anak. Kuning telur: Setiap 100 gram kuning telur mengandung 7 mg besi, meskipun tingkat penyerapan hanya 3%, namun bahan ini mudah didapat, praktis untuk disimpan, dan kaya nutrisi lain, sehingga tetap menjadi sumber besi bagi anak-anak. Kedelai dan turunannya: Setiap 100 gram kedelai dan bubuk kedelai mengandung 11 mg besi, tingkat penyerapan manusia mencapai 7%. Saus wijen: Saus wijen kaya nutrisi, merupakan makanan bergizi yang sangat baik untuk anak-anak. Setiap 100 gram saus wijen mengandung 58 mg besi, serta mengandung kalsium, fosfor, protein, dan lemak yang cukup. Dokter memperingatkan bahwa penyerapan besi dari beberapa makanan bisa rendah karena interferensi asam tanaman. Makanan yang paling ideal adalah hati babi, sup darah ayam/itik, daging tanpa lemak, ikan, udang, dll. Selain itu, makan tomat satu buah sebelum makan atau minum segelas jus jeruk sebelum makan dapat melipatgandakan penyerapan besi, sementara minum teh sebelum dan sesudah makan justru sangat menghambat penyerapan besi. Dokter memberikan resep makanan herbal untuk anemia: bubur bayam dan goji berry, orang tua bisa ikuti dan pelajari, lalu mengadaptasinya. Bahan: 100 gram bayam, 15 gram biji goji, 100 gram jagung. Cara membuat: Cuci bersih bayam, termasuk akarnya, rebus sebentar dalam air mendidih, tiriskan, potong halus (kurang dari 0,5 cm), simpan dalam mangkuk. Cuci bersih jagung dan biji goji, masukkan ke dalam panci tanah liat, tambahkan air secukupnya, rebus dengan api besar hingga mendidih, lalu kecilkan api dan rebus selama 1 jam hingga jagung empuk. Masukkan potongan bayam, aduk rata, tambahkan garam dan kaldu, rebus lagi hingga mendidih, tuangkan minyak wijen, aduk rata. Cara pakai: Konsumsi pagi dan malam hari. Khasiat: Melembutkan hati dan ginjal, meningkatkan darah, memperkuat limpa. Sangat cocok untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan penderita anemia remaja.
|