Ubi kayu adalah umbi dari tanaman Dioscorea opposita dari famili Dioscoreaceae, nama ilmiahnya Dioscorea opposita. Kualitas terbaik berasal dari daerah Bo'ai, Qinyang, Wuzhi, Wenxian di Henan, biasa disebut "Huai Shanyao", salah satu dari "Empat Obat Utama Huai". Ubi kayu bukan hanya sayuran enak, tetapi juga bahan obat tradisional Tiongkok yang umum digunakan. Dr. Li Zhongxin, Wakil Direktur Farmasi di Rumah Sakit Tradisional Tiongkok Provinsi Henan, menjelaskan bahwa ubi kayu memiliki rasa manis dan sifat netral, masuk ke meridian limpa, paru-paru, dan ginjal. Memiliki berbagai fungsi seperti memperkuat limpa, menguatkan paru-paru, menguatkan ginjal, dan memperkaya energi. Sejarah penggunaannya sebagai obat sangat panjang, pertama kali dicatat dalam buku "Shan Hai Jing". Buku pertama tentang obat-obatan Tiongkok, "Shen Nong Ben Cao Jing" zaman Han, menempatkannya sebagai obat kelas atas untuk "memperbaiki kelemahan, menghilangkan dingin, membesarkan otot, dan membuat telinga dan mata lebih cerdas jika dikonsumsi terus-menerus". Dalam buku "Bencao Gangmu" oleh Li Shizhen, disebutkan bahwa ubi kayu dapat "menambah energi ginjal, memperkuat limpa, menghentikan diare, menguraikan dahak, dan melembapkan kulit". Buku "Ri Hua Zi Ben Cao" menyebutkan bahwa ubi kayu "membantu limpa, memperkuat otot dan tendon, memperkuat pikiran, menenangkan jiwa, dan mengobati ejakulasi dini serta lupa". Buku "Pin Yao Hua Yi" menyatakan: "Ubi kayu bersifat hangat dan tidak cepat, aromanya lembut tanpa mengeringkan, secara perlahan memiliki fungsi menenangkan paru-paru, cocok untuk batuk kronis karena kelemahan paru-paru. Karena rasanya manis dan aromanya harum, digunakan untuk membantu limpa, mengobati diare kronis akibat kelemahan limpa, kelesuan, kelelahan, dan kelemahan anggota tubuh." Obat tradisional Tiongkok modern sering menggunakan ubi kayu untuk mengobati diare kronis akibat kelemahan limpa, kolitis kronis, batuk kronis akibat kelemahan paru-paru, gastritis kronis, diabetes, ejakulasi dini, inkontinensia urin, dan leukore. Dalam masyarakat, ubi kayu sering digunakan untuk memperbaiki kondisi tubuh setelah sakit atau setelah melahirkan, dan sering memberi hasil yang baik. Analisis ilmiah modern menunjukkan bahwa keistimewaan utama ubi kayu adalah kandungan mucin yang tinggi. Mucin adalah campuran polisakarida dan protein, memiliki manfaat khusus bagi tubuh, mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah, menjaga elastisitas pembuluh darah, mencegah arteriosklerosis dini. Ubi kayu dapat mengurangi akumulasi lemak subkutan, mencegah atrofi jaringan ikat, mencegah rheumatoid arthritis dan sklerodermia. Banyak formula suplemen, seperti Liuwei Dihuang Wan, Qiju Dihuang Wan, Guipi Tang, dan Shenling Baizhu San, mengandung ubi kayu. Kandungan dopamin dalam ubi kayu memiliki fungsi penting dalam melebarkan pembuluh darah dan memperbaiki sirkulasi darah. Ubi kayu juga mengandung kolin, 16 jenis asam amino, fenol oksidase, protein, karbohidrat, vitamin, lemak, amilase, serta mineral esensial seperti yodium, kalsium, besi, fosfor. Ini adalah makanan terbaik untuk pencernaan dan menurunkan gula darah. Yang paling penting, bagi wanita modern yang peduli kecantikan, ubi kayu adalah makanan bernutrisi tinggi namun rendah kalori, sehingga bisa dikonsumsi lebih banyak tanpa khawatir gemuk, merupakan makanan alami penurun berat badan. Ada banyak cara mengonsumsi ubi kayu: bisa "campur", "bakar", "tumis", atau "rebus", "tutup", "panggang", merupakan bahan terbaik untuk menu bergizi dan terapi makanan. Dr. Li Zhongxin menyarankan, jika ingin mengonsumsi ubi kayu secara rutin, lebih baik direbus menjadi bubur, karena praktis, mudah dibuat, dan dapat memaksimalkan nilai nutrisi. Namun, orang dengan kelebihan kelembaban di perut atau gejala nyata seperti stagnasi dan akumulasi tidak boleh mengonsumsinya. Bubur ubi kayu: Ubi kayu segar 150 gram, cuci bersih, kupas kulit, potong dadu. Beras ketan 150 gram, cuci bersih. Rebus beras ketan terlebih dahulu, setelah agak matang, masukkan potongan ubi kayu, tunggu sampai bubur matang, baru bisa dikonsumsi. Cocok untuk gejala kelemahan limpa, diare, lesu, kelelahan, nafsu makan menurun, gangguan pencernaan, batuk kronis akibat kelemahan paru-paru, ejakulasi dini akibat kelemahan ginjal, diabetes, jantung berdebar dan berkeringat malam, serta keputihan pada wanita. Orang tua yang mengonsumsi bubur ubi kayu di musim semi sangat cocok. Bubur ubi kayu dan goji: Ubi kayu 200 gram, cuci bersih, kupas kulit, potong dadu. Beras putih 30 gram, cuci bersih. Jumlah buah ziziphus (Suanzaoren) 5 gram, cuci bersih, remas sedikit, masukkan ke dalam kantong kain. Goji 30 gram. Masukkan ubi kayu dan kantong kain ke dalam rebusan, tunggu hingga bubur matang sekitar 70%, lalu tambahkan goji, rebus lagi hingga matang. Bubur ini memiliki fungsi memperkuat limpa dan paru-paru, memperkaya energi ginjal dan paru-paru, menenangkan jiwa, dan membantu tidur nyenyak.
|